Categories
News

Data Sebaran Pasien Virus Corona di Indonesia, 446 Sembuh, 449 Meninggal

Jakarta – Pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Rabu (15/4/2020) telah mencapai 5.136 kasus. Sebanyak 446 pasien dinyatakan sembuh, 449 pasien meninggal.

“Penularan masih terjadi, oleh karena itu kita bahu membahu untuk saling membantu untuk memastikan tidak ada lagi penularan, hargai mereka yang sudah melakukan isolasi diri di rumah,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Rabu (15/4/2020).

Berikut sebaran pasien yang sembuh dan meninggal hingga saat ini.

SEMBUH

Aceh 4
Bali 23
Banten 7
DI Yogyakarta 18
DKI Jakarta 164
Jawa Barat 23
Jawa Tengah 19
Jawa Timur 81
Kalimantan Barat 5
Kalimantan Timur 6
Kalimantan Tengah 8
Kalimantan Selatan 3
Kepulauan Riau 2
Nusa Tenggara Barat 2
Sumatera Selatan 4
Sumatera Barat 8
Sumatera Utara 10
Sulawesi Utara 2
Sulawesi Tenggara 1
Sulawesi Barat 1
Sulawesi Selatan 42
Sulawesi Tengah 2
Lampung 1
Riau 1
Maluku Utara 1
Maluku 1
Papua 5

MENINGGAL

Aceh 1
Bali 2
Banten 25
Bangka Belitung 1
Bengkulu 1
DI Yogyakarta 7
DKI Jakarta 242
Jawa Barat 52
Jawa Tengah 27
Jawa Timur 45
Kalimantan Barat 3
Kalimantan Timur 1
Kalimantan Tengah 1
Kalimantan Selatan 5
Kalimantan Utara 1
Kepulauan Riau 5
Nusa Tenggara Barat 2
Sumatera Selatan 2
Sumatera Barat 5
Sumatera Utara 9
Sulawesi Utara 2
Sulawesi Tenggara 1
Sulawesi Selatan 15
Sulawesi Tengah 3
Sulawesi Barat 1
Lampung 5
Papua Barat 1
Papua 3

Sumber

Categories
News

Waduh! 5 Kebiasaan Ini Ternyata Memudahkan Virus Corona Masuk

Jakarta – Daya tahan tubuh adalah kemampuan tubuh untuk menangkal semua jenis kuman yang akan masuk ke dalam tubuh.

Bila daya tahan tubuh baik, tubuh kita juga akan selalu sehat. Sebaliknya, bila daya tahan tubuh menurun, kuman mudah masuk, sehingga gampang sekali terserang penyakit, seperti virus corona.

Karena itu, agar tidak mudah sakit, harus meningkatkan daya tahan tubuh.

Sayangnya tanpa disadari, gaya hidup kita dapat mempengaruhi seberapa baik sistem kekebalan tubuh kita dapat melindungi dari kuman, virus, maupun penyakit kronis.

Oleh karena itu, mengganti kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan kita dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap dalam keadaan optimal.

Berikut ini beberapa hal yang dapat merusak daya tahan tubuh sehingga memudahkan virus corona masuk:

1. Kurang tidur

Banyaknya aktivitas yang harus kita jalani terkadang memang dapat membuat tidur berkurang.
Kurang tidur dapat membuat sistem kekebalan tubuh gagal dalam melindungi diri dari pilek, batuk, dan penyakit lainnya.

Akibatnya, kurang tidur dapat berpengaruh terhadap masalah kesehatan mental dan fisik, termasuk dapat meningkatkan produksi hormon stres karena menurunnya daya tahan tubuh.

2. Jarang bergerak

Jika Moms tidak berolahraga secara teratur, tubuh akan lebih mungkin untuk terserang pilek, batuk, atau penyakit lainnya.

Hal ini dikarenakan olahraga dapat meningkatkan perasaan bahagia dan membuat tidur nyenyak sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

3. Terlalu banyak garam dan gula, kurang makan buah dan sayur

The American Academy of Nutrition and Dietetics menekankan bahwa konsumsi makanan yang bergizi sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh kita.

Konsumsi makanan yang dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh adalah makanan yang kaya akan lemak jenuh, termasuk konsumsi terlalu banyak garam dan gula.

Oleh karena itu, untuk menjaga sistem kekebalan tubuh maka kita perlu memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya akan vitamin C.

Seperti buah jeruk, kiwi, apel, anggur merah, kale, bawang, bayam, ubi jalar, dan wortel termasuk bawang putih.

4. Stres

Menurut National Cancer Institute, stres yang berkepanjangan dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Stres dapat mendorong otak memproduksi hormon kortisol yang dapat mengganggu fungsi sel T dalam melawan infeksi.

Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk mencegah atau mengurangi stres dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan supaya tubuh rileks.

Moms bisa melakukan kegiatan seperti pergi ke pantai, melakukan yoga, atau sekadar menjalankan hobi yang disukai.

5. Kesendirian

Memiliki hubungan yang kuat atau jaringan pertemanan yang baik ternyata baik untuk daya tahan tubuh.

Bahkan, menurut sebuah studi menemukan bahwa orang-orang yang merasa terhubung dengan teman-teman memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang merasa kesepian

Categories
News

Tetap Optimis! Ini 5 Kelemahan Virus Corona. Nomor 3 Sangat Mudah

COVID-19 yang disebabkan virus corona telah menginfeksi lebih dari satu juta orang di seluruh dunia dalam tiga bulan terakhir ini. Hingga kini belum ditemukan vaksin untuk virus tersebut.

Sejauh ini, sejumlah ilmuwan telah meneliti tentang virus ini. Menjaga kebersihan dan physical distancing menjadi salah satu cara yang paling dianjurkan untuk menghindarkan diri dari paparan virus.

Kendati telah menelan ratusan ribu korban, virus dengan penyebaran yang dianggap sangat cepat ini ternyata punya beberapa kelemahan.

Para ilmuwan memanfaatkan kelemahan virus corona untuk mencegah penularan. Apa saja kelemahan virus corona tersebut?

Bisa dikalahkan oleh antibodi

Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia mengamini bahwa salah satu kelemahan virus corona adalah dalam menghadapi antibodi yang sehat. Penelitian ini melihat secara teratur kadar antibodi yang dihasilkan oleh seorang pasien Covid-19 berusia 47 tahun dengan gejala ringan hingga sedang.

Pasien tersebut tidak memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi atau diabetes. Kondisi tubuhnya secara keseluruhan sehat dan hanya terdapat satu infeksi yang sedang terjadi, yaitu Covid-19.

Pada hari ke 7-9 sejak gejala Covid-19 pertama kali muncul pada pasien tersebut, sejumlah antibodi mulai terbentuk di tubuh. Ini tandanya, tubuh tengah mengeluarkan berbagai senjatanya untuk berusaha melawan virus corona. Beberapa hari setelah antibodi terbentuk, tubuh pasien tersebut mulai membaik.

Infeksi Covid-19 bisa terjadi dalam beberapa tingkat keparahan, mulai dari yang ringan hingga parah. Pada pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan, infeksi ini bisa sembuh dengan sendirinya selama daya tahan tubuhnya baik.

Memang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih besar lagi untuk melihat pola “peperangan” antara virus corona dan antibodi. Namun, penelitian di atas bisa dijadikan sebagai pengingat pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan menjalani gaya hidup yang sehat.

Melemah di suhu panas

Virus corona penyebab penyakit SARS, terbukti bisa melemah pada suhu panas. Berdasarkan data yang diterbitkan oleh badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), virus penyebab SARS bisa terbunuh pada suhu 56°C. Namun, sejauh ini belum ada penelitian yang menyebut bahwa virus penyebab Covid-19 juga lemah terhadap panas.

Mudah hancur dengan sabun

Sabun adalah pelarut lemak yang biasa digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Virus corona, bisa hancur dan mati jika terkena sabun. Mengapa?

Virus corona pada intinya tersusun atas tiga bagian, yaitu DNA atau RNA yang menjadi inti dari virus, protein yang merupakan bahan baku virus untuk memperbanyak diri, dan lapisan lemak sebagai pelindung luarnya. Ketiga bagian tersebut sebenarnya tidak terikat dengan kuat satu sama lain. Sehingga, saat lapisan lemak tersebut hancur karena sabun, maka virus tersebut pun akan hancur dan mati.

Makanya, rajin cuci tangan dengan air dan sabun sangat dianjurkan untuk mencegah infeksi Covid-19.

Bisa dibunuh dengan disinfektan

Virus corona ada banyak jenisnya. Ada virus corona yang menyebabkan SARS, MERS, dan saat ini jenis yang baru ditemukan, mengakibatkan Covid-19. Masing-masingnya memang memiliki perbedaan dan masih butuh lebih banyak penelitian. Namun sejauh ini, diketahui bahwa secara umum karakter keluarga coronavirus cukup mirip, yaitu dianggap lemah jika berhadapan dengan bahan disinfektan.

Berdasarkan hasil penelitian, virus corona penyebab SARS dan MERS bisa bertahan di permukaan benda seperti metal, kaca, atau plastik hingga beberapa hari. Meski sejauh ini belum ada penelitian mengenai ketahanan virus penyebab Covid-19 di permukaan, tapi diduga hasilnya tidak jauh berbeda dari sepupu sesama virus corona lainnya. Virus tersebut dianggap bisa nonaktif dengan bahan disinfektan seperti alkohol dengan kadar 60-70%, hidrogen peroksida 0,5%, atau sodium hipoklorit 0,1% dalam waktu 1 menit.

Tidak bisa bertahan lama dipermukaan

Virus corona memang bisa bertahan beberapa hari di permukaan. Namun, seiring berjalannya waktu, virus ini tidak lagi cukup kuat untuk bisa menimbulkan infeksi. Sehingga baik WHO maupun Kementerian Kesehatan RI tidak melarang pengiriman paket antar negara karena risiko penularan melalui media pengiriman paket tersebut sangatlah rendah.

SUMBER: TEMPO

Categories
News

Awas Corona Menyerang Anak! Segera Lakukan Pencegahan Seperti Ini

News – Penularan virus corona ke anak-anak ini menambah panjang daftar pasien virus corona pada warga di bawah usia 15 tahun. Hal ini pun pernah terjadi di beberapa negara termasuk Indonesia.

Penularan virus corona pada anak-anak pun sama dengan orang dewasa, yakni melalui cairan (droplet) yang keluar dari mulut penderita penyakit tersebut ketika bersin, batuk, atau hanya berbicara. Droplet ini bisa terlebih dahulu menempel di benda, kemudian tersentuh tangan anak yang digunakan untuk menyeka wajah atau makan.

Anak-anak yang divonis positif virus corona alias COVID-19 biasanya mengalami gejala yang lebih ringan dibanding orang dewasa. Hingga saat ini, pasien COVID-19 yang menunjukkan kondisi fisik yang berat sebagian besar merupakan lansia maupun orang yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskula

  1. Karena cara penularan virus corona pada anak-anak sama dengan orang dewasa, maka tindakan preventif yang harus dilakukan juga sama, yakni:
  2. Memastikan anak sering mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol.
  3. Hindari orang yang terlihat sakit, termasuk batuk dan bersin.
  4. Bersihkan benda-benda yang sering disentuh anak dengan disinfektan, misalnya gagang pintu, kursi, meja, hingga mainannya.
  5. Cuci mainan anak juga dengan air dan sabun atau sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Bila memungkinkan, cuci mainan tersebut menggunakan air hangat.
  6. Bagi orang tua, kurangi kebiasaan mencium atau menyentuh wajah anak Anda.
  7. Jangan membawa anak-anak di kerumunan atau keramaian.
  8. Bagi orang tua yang bekerja, sepulang kerja segera ganti pakaian dan mandi sebelum berinteraksi dengan anak.
  9. Anak-anak tidak perlu menggunakan masker jika tidak sedang demam, batuk, atau pilek. Sebaliknya, jika si kecil memperlihatkan gejala demikian, bawa ia ke pusat layanan kesehatan dengan mengenakan masker dan sebisa mungkin menghindari kontak dengan orang lain.

Beberapa sekolah meliburkan muridnya untuk mencegah dampak virus corona pada anak-anak. Namun bila sekolah anak Anda tidak melakukan kebijakan yang sama, tak perlu panik dan lakukan langkah pencegahan di atas.

Sumber

Categories
News

Antisipasi Virus Corona di Mobil; Ini Langkahnya!

News – Virus Corona, Novel Coronavirus atau COVID-19 (singkatan dari Coronavirus Disease 2019), samapi sekarang belum ada obat penyembuh atau vaksin pencegah penularan.

Namun, masyarakat bisa melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah penularan tentu mesti dilakukan. Termasuk di antisipasi di mobil dari risiko terkena Virus Corona, ada beberapa hal bisa dilakukan.

Ricky Martawijaya, Aftersales Division Head Auto2000, menyarankan untuk selalu menjaga kondisi tubuh dan kebersihan kabin mobil.

Berikut langkah antisipasi virus corona di mobil:

  1. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyetir. Pasalnya, tangan merupakan bagian dari anggota tubuh yang sering bersentuhan dengan kuman, termasuk menjadi media perantara berpindahnya Virus Corona. Menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah menyetir mobil merupakan hal yang penting untuk menghindari potensi tertular penyakit.
  2. Bagi pengemudi dan penumpang agar selalu membawa hand sanitizer. Lakukan sebelum masuk dan setelah keluar mobil. Supaya memudahkan dan tetap bisa dibawa keluar mobil, sediakan kemasan 60 – 100 ml.
  3. Selalu bersihkan kabin mobil. Virus Corona bisa ditularkan melalui percikan air liur yang tersebar ke udara melalui batuk atau bersin oleh carrier atau pembawa virus ini. Jadi hukumnya, kabin mobil wajib bersih, seperti disebutkannya, “Sediakan cairan interior cleaner yang banyak dijual di toko online atau toko aksesoris mobil. Untuk bahan kulit bisa menggunakan leather cleaner.
  4. Semprotkan anti bakteri ke dalam kabin mobil, terutama bagian yang sering tersentuh seperti lingkar kemudi atau setir, pintu, tuas transmisi, konsol tengah, serta kontrol AC dan audio di tengah dahsboard. Beberapa anti bakteri dilengkapi pewangi yang membuat suasana kabin jadi terasa lebih segar dan nyaman.
  5. Selalu menjaga kondisi tubuh. Caranya istirahat cukup, asupan makanan bergizi dan diolah dengan baik, minum multivitamin khususnya vitamin C yang membantu mempertahankan kekebalan tubuh, dan segera periksa ke dokter jika merasa kurang sehat.

Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119

Sumber

Categories
News

dr Tompi: Corona Covid 19 Bisa Sembuh Sendiri, Ini Syaratnya

News – Dokter bedah terampil yang juga sekaligus artis, nama aslinya Teuku Adifitrian yang dikenal dengan dokter Tompi mengatakan bahwa Covid-19 termasuk ke dalam virus di mana gejalanya bisa sembuh sendiri atau istilahnya itu self limited diseases.

“Artinya dia ada masanya, akan sembuh dengan sendirinya,” tutur Tompi dalam akun Twitternya @dr_tompi pada Minggu (15/3/2020).

Namun Tompi memberikan catatan. Proses ‘bisa sembuh sendiri’ itu tentu juga harus didukung oleh faktor lain.

Faktor lain tersebut yakni pasien harus bisa lebih kuat mempertahankan tubuh sebelum virus itu akhirnya menghilang.

“Nah, kita tinggal mensupport diri supaya enggak keok duluan sebelum si virusnya yang mampus.”

Jumlah pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya.

Menurut ahli bedah dr Tompi, Covid-19 bisa sembuh dengan sendirinya asalkan ada dorongan dari pasien tersebut untuk bisa lebih kuat daripada virus tersebut.

Di Indonesia, angka penderita terinfeksi juga semakin meningkat. Per Minggu (15/3/2020), kasus positif virus corona Covid-19 bertambah 21, hingga membuat total kasus menjadi 117. Sebanyak 5 orang meninggal dunia dan 8 orang dinyatakan sembuh.

Categories
News

Jubir Penanganan Corona; 227 Spesimen Diduga Terjangkit, 13 Diduga Kuat Positif!

Kementerian Kesehatan (Kemkes) hingga saat ini telah memeriksa 227 spesimen orang yang diduga terjangkit virus corona dari 61 Rumah Sakit (RS) di 25 provinsi.

“Ini tentunya adalah kasus-kasus pasien dengan pengawasan. Sampai data tadi malam hingga pukul 18.00 WIB, kita sudah menerima 227 spesimen yang dikirim dari 61 RS di 25 provinsi,” kata Juru bicara Penanganan Corona sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto, di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Dari jumlah tersebut, sudah ada dua yang positif corona yaitu pasien kasus 1 dan 2 yang kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Sedangkan 13 orang yang diduga kuat positif Corona. Dari 13 orang, empat di antaranya berasal dari klaster Jakarta yang berkontak dekat dengan pasien kasus 1.

“Selain dua orang yang sudah kita laporkan positif, juga ada 13 orang kasus suspect corona juga berada di rumah sakit dan dalam kondisi diisolasi. Sedangkan lainnya 212 dinyatakan negatif,” ujar Achmad Yurianto.

Khusus untuk klaster Jakarta, ia menengarai adanya kemungkinan munculnya subklaster yang diakibatkan empat orang yang diduga kuat positif corona ini melakukan kontak dekat dengan orang-orang di sekitarnya.

“Jadi klaster Jakarta ini, sangat mungkin muncul subklaster. Dari empat orang yang suspect ini, di dalam kelompok yang beda. Jadi dari kelompok dansa, dia pulang, kemudian dia juga punya kelompok lain. Ini sedang kita lacak. Mudah-mudahan sudah kita dapatkan semua,” terang Achmad Yurianto.

Diakuinya, memang ada orang-orang yang menghubungi Kementerian Kesehatan karena merasa melakukan kontak dekat baik dengan dua warga Depok positif corona maupun 13 suspect corona ini. Mereka datang dengan kesadaran sendiri untuk dilakukan pemeriksaan.

“Karena kesadarannya dan kekhawatiranya, mereka menghubungi kami. Dan sudah membuat janji untuk bertemu. Kita akan lakukan pemeriksaan. Kita akan eksplore lebih jelas lagi mengenai kemungkinan ini,” ungkapnya.

Sumber berita satu

Categories
News

4 Orang yang Pernah Kontak Dekat dengan Pasien Corona Diduga Terinfeksi

News – Sebanyak 4 orang yang berasal dari cluster Jakarta diduga keras menjadi suspect positif terjangkit virus corona (Covid-19) karena melakukan kontak secara dekat dari 1 pasien yang sebelumnya positif corona.

Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menjelaskan pemerintah telah melacak 25 orang yang berada dekat dengan pasien positif corona. Dari jumlah tersebut, 4 orang teridentifikasi melakukan kontak jarak dekat dengan pasien corona.

“Yang betul-betul dekat sudah diperiksa dan di-observasi di rumah sakit untuk 4 orang yang kita duga suspect positif,” kata Yurianto dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Lantas, apa alasan pemerintah memiliki dugaan kuat 4 orang tersebut positif corona? Yurianto menjelaskan, keempat orang tersebut memiliki gejala influenza sedang pasca melakukan kontak dengan pasien corona.

“Karena kita yakini kontak dekat. Apalagi dari 4 orang ini ada tanda-tanda influenza sedang dan kita lihat arena kontak kasus 1 dan 2,” kata Yurianto.

Yurianto menjelaskan, saat ini keempat orang tersebut saat ini tengah berada di ruang isolasi Rumah Sakit Persahabatan. Kepastian apakah mereka positif terinfeksi corona baru akan terlihat sore ini.

“Sementara 4 orang yang kontak dekat dan saat ini kami isolasi kondisinya stabil, beberapa masih ada yang batuk dan pilek ada juga yang suhu tubuhnya di atas 37 tepatnya 37,6 artinya masih demam,” kata Yurianto.

Sumber

Categories
News

Menurut Ilmuwan, Corona Ternyata Berubah Menjadi Dua Tipe

News – Virus corona telah bermutasi menjadi dua Tipe virus. Ilmuwan mengungkapkan bahwa satu dari dua tipe corona jauh lebih agresif. Hal ini disampaikan para ilmuwan dalam sebuah penemuan untuk mengembangkan vaksin corona.

Para peneliti di School of Life Sciences Universitas Peking dan Institute Pasteur of Shanghai mengungkapkan bahwa virus sudah berevolusi menjadi dua strain yang dijuluki tipe L dan S. Temuan baru ini diterbitkan dalam National Science Review, jurnal dari Chinese Academy of Sciences.

‘Tipe S’ adalah tipe yang lebih dulu ada dan tampaknya lebih ringan dan tak terlalu menular. Sedangkan tipe L adalah tipe baru yang baru muncul kemudian. Virus corona ini menyebar dengan cepat dan saat ini menyumbang sekitar 70 persen dari kasus.

Para ilmuwan Cina, yang menganalisis DNA virus dari 103 orang yang terinfeksi, mengatakan tampaknya ‘jenis-S’ yang tak terlalu berbahaya sekarang mulai ‘mengambil alih.’ Hal ini mungkin disebabkan karena tindakan karantina kesehatan masyarakat yang agresif di Cina telah menghentikan penyakit yang lebih ganas di negara itu.

Mengutip Telegraph, berdasar analisis genetik, seorang pria di AS yang dites positif pada 21 Januari 2020 lalu menunjukkan kemungkinan terinfeksi kedua jenis virus corona tersebut. Temuan ini muncul beberapa hari setelah para pakar kesehatan memperingatkan bahwa virus itu bsa menyerang Inggris dalam gelombang ganda dan menimbulkan kekhawatiran bahwa vaksin mungkin tak ampuh pada jenis yang bermutasi.

Stephen Griffin, dari Institut Penelitian Medis Leeds dan ketua divisi virus di Microbiology Society, mengatakan bahwa dua perubahan antara garis keturunan ‘S’ dan ‘L’ adalah dalam protein penting yang disebut ‘lonjakan’, yang berperan peran kunci dalam proses infeksi dan merupakan target untuk vaksin.

Sumber

Categories
News

Ini Tiga Perbedaan Penyeberan Virus Corona Gelombang Pertama dan Kedua

News – Wabah virus corona akan memasuki tahap gelombang kedua. Ada perbedaan besar antara penyebaran yang ada sekarang dengan penyebaran gelombang kedua

Perbedaan pertama, angka penularan di daratan Cina sangat tinggi sementara di negara lain masih rendah. Di gelombang kedua berlaku sebaliknya.

“Kemarin saya lihat lagi datanya ada 20 negara baru yang baru melaporkan ada kasus di negara itu. Ada 20 negara baru, artinya kita tahu ini menyebarnya cepat sekali,” kata Yurianto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

Sampai Rabu ini, tercatat ada 76 negara yang melaporkan kasus virus Corona. Negara- negara tersebut tersebar di Asia, Eropa hingga Amerika.

Perbedaan kedua, terjadi perubahan gambaran klinis dari infeksi ini. Bila di gelombang pertama ada masa inkubasi selama 14 hari, penderita mengalami gejala demam, batuk dan sesak, maka di gelombang kedua berbeda.

Yurianto menjelaskan di gelombang kedua ini beberapa kasus menunjukkan masa inkubasinya pun bisa lebih lama. Kasus ini yang kemudian publik menyebutnya sebagai ‘kebobolan’. “Dianggap 14 hari (observasi) sudah negatif, boleh pulang, ternyata munculnya di hari ke-20 atau ke-21 dan menular ke mana-mana karena di hari ke-14 sudah tidak diawasi,” ujarnya.

Selain itu, kata Yurianto, ada kasus dengan gejala yang minimal bahkan asimtomatis atau tanpa gejala. “Pasti ke mana-mana lolos (pemeriksaan suhu tubuh). Ini yang bisa dipakai menjelaskan kenapa sumber kontak di klaster (klub dansa) Amigos itu tidak ke-detect di bandara karena tanpa keluhan,” ujarnya.

Perbedaan ketiga, rasio kematian akibat virus Corona di gelombang kedua ini justru menurun. “Kalau dulu 3 persen, sekarang 2 persen,” kata Yurianto.

Yurianto meminta publik tidak khawatir. Ia mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh terjaga sehingga tidak tertular COVID-19.

Sumber data: tempo