Categories
News

Kabar Gembira, Vaksin Corona Akan Tersedia untuk Semua Negara di 2021

Dengan lebih dari 4,5 juta kasus yang terinfeksi secara global, virus corona baru atau COVID-19 terus menimbulkan kekacauan di seluruh dunia. Negara-negara di seluruh dunia telah bekerja sama untuk menahan penyebaran COVID-19.

Selain mempelajari lebih lanjut tentang virus ini setiap hari, para ilmuwan dan peneliti medis bekerja secepat mungkin untuk mengembangkan vaksin COVID-19.

Dikutip Times of India, lebih dari 100 vaksin saat ini sedang dikembangkan dalam berbagai tahap uji klinis di seluruh dunia. Delapan kandidat vaksin di antaranya, saat ini sedang dalam tahap uji klinis. Namun, para ahli percaya butuh waktu bertahun-tahun sebelum vaksin COVID-19 siap digunakan untuk manusia.

Salah satu pembuat vaksin COVID-19, perusahaan farmasi Prancis, Sanofi sebelumnya telah mengklaim bahwa pemerintas AS telah melakukan pemesanan terbesar dan telah berinvestasi. Namun, pernyataan yang dikeluarkan oleh kepala eksekutif Sanofi, Paul Hudson, tidak sama dengan pemerintah Prancis.

Sekretaris ekonomi dan keuangan Prancis, Agnes Pannier-Runacher, mengatakan bahwa suatu negara tidak akan mendapatkan akses istimewa dengan alasan memiliki uang. Menangkis kabar tersebut, perusahaan farmasi Prancis merilis pernyataan baru bahwa vaksin akan tersedia untuk semua negara.

Sampai sekarang, Sanofi memiliki dua kandidat vaksin dalam evaluasi praklinis dan telah bermitra dengan produsen obat GlaxoSmithKline (GSK) dari Inggris untuk mengembangkan vaksin. Kedua produsen telah bergandengan tangan untuk mengembangkan vaksin COVID-19 sesegera mungkin dengan menggabungkan sumber daya ilmiah dan teknologi mereka.

Pembuat obat Prancis berharap dapat memproduksi hingga 600 juta dosis vaksin COVID-19 di tahun depan. Kedua perusahaan juga berencana untuk memulai uji klinis pada paruh kedua tahun 2020. Jika berhasil, vaksin ini dapat tersedia untuk publik pada musim gugur 2021.

Pabrik obat telah berbagi tugas untuk memproduksi bagian-bagian dari kandidat vaksin. Sanofi akan fokus pada penargetan lonjakan protein virus corona baru dengan mengembangkan antigen, sementara GSK akan menghasilkan adjuvant, yang membantu dalam meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh dan menghasilkan antibodi.

Situs resmi dari grup farmasi Sanofi Prancis menjelaskan bahwa mereka menggunakan teknologi yang sudah ada yang dirancang untuk influenza, dan mereka menerapkannya pada virus baru yang menyebabkan COVID-19. (viva)

Categories
News

Jika Lolos Uji, J&J Produksi 1 Miliar Vaksin COVID-19 Setahun

Jakarta – Pengembang peralatan medis Amerika Serikat, Johnson & Johnson (J&J), berencana memproduksi antara 600-900 juta dosis vaksin virus corona baru pada akhir kuartal pertama 2021, jika uji coba manusia berjalan sesuai rencana. Bahkan, perusahaan menargetkan membuat 1 miliar dosis atau lebih setiap tahunnya.

Akhir bulan lalu J&J mengatakan akan mulai melakukan pengujian pada manusia dengan vaksin eksperimental untuk virus corona pada September dan akan tersedia untuk otorisasi penggunaan darurat pada awal 2021, demikian dikutip laman CNBC, Selasa, 14 April 2020.

J&J berkomitmen menginvestasikan lebih dari US$ 1 miliar dalam kemitraan dengan Federal Biomedical Advanced Research and Development Authority –bagian dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, untuk mendanai bersama penelitian vaksin.

CEO J&J Alex Gorsky menegaskan kepada investor bahwa pembuat obat di Amerika Serikat akan memberikan vaksin tidak berbasis keuntungan untuk penggunaan darurat.

“Saya dan J&J berkomitmen melakukan bagian kami untuk membuat vaksin COVID-19 tersedia dan terjangkau secara global secepatnya. Perusahaan akan berada di posisi yang baik untuk membantu mendorong perang melawan pandemi,” ujar dia, seperti dikutip laman EHS Today.

Virus corona, yang muncul di Cina lebih dari tiga bulan lalu itu, telah menginfeksi hampir 2 juta orang di seluruh dunia, menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University. Sampai saat ini, belum ada terapi yang terbukti untuk mengobati COVID-19 dan vaksin ditargetkan pengembangannya bisa memakan waktu 12-18 bulan.

Uji coba manusia pertama vaksin potensial untuk mencegah COVID-19 dimulai pada 16 Maret lalu oleh perusahaan biotek Moderna. Perusahaan itu bekerja sama dengan National Institutes of Health, lembaga di dalam Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan. (tempo)

Categories
News

WHO: Ada 70 Vaksin Virus Corona yang Dikembangkan, 3 Menjanjikan

News – Perlombaan untuk menemukan obat atau vaksin virus COVID-19 masih berlangsung. Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk virus itu.

Menurut WHO, ada sekitar 70 vaksin untuk virus itu yang sedang dikembangkan. Dari puluhan vaksin itu, ada tiga yang dikatakan menunjukkan tanda-tanda yang sangat menjanjikan, tulis Ubergizmo, Senin (13/4).

Vaksin yang pengembangannya paling jauh dalam proses klinis adalah vaksin dari perusahaan CanSino Biology. Vaksin itu dikembangkan oleh the Beijing Institute of Biotechnology. Selain itu, ada vaksin yang dikembangkan oleh Moderna dan Inovio.

Saat ini, karena belum ada obat untuk virus itu, vaksin adalah hal terbaik yang kita miliki untuk mencegah penyebaran virus. Kapan vaksin itu tersedia masih belum diketahui. (timlo)