Categories
Tips

Olahraga yang Disarankan Saat Puasa di Tengah Pandemi COVID-19

Jakarta – Berpuasa di tengah pandemi virus corona baru (COVID-19) membuat kita harus ekstra memperhatikan dan menjaga kebugaran tubuh agar imunitas tetap terjaga.

Salah satu cara menjaga imunitas tubuh adalah dengan senantiasa aktif bergerak dan berolahraga. Tapi olah raga apa yang disarankan saat puasa di tengah pandemi?

Dokter Spesialis Kedokteran Olah raga Andhika Raspati ​​​​​menyarankan olah raga yang bisa dilakukan saat puasa di tengah pandemi adalah olahraga yang berintensitas rendah hingga sedang dengan durasi pendek.

“Penelitian memang menunjukan bahwa olah raga dengan intensitas tinggi dan durasi yang panjang dapat menurunkan imunitas,” kata dr Andhika kepada ANTARA pada Sabtu.

Disarankan, olah raga dilakukan selama 30-45 menit dengan intensitas sedang.

“Pilihan olahraga cardio, bisa sepeda, jalan cepat, jogging santai, senam zumba, dan sebagainya. Tergantung keterlatihan dan kebiasaan orangnya,” kata dia.

Senada dengan dr Andhika, dokter Spesialis Gizi Klinik dr Samuel Oetoro, Sp.GK menyarankan agar kita senantiasa tetap berolahraga meski sedang puasa di tengah pandemi.

“Olahraga cukup paling lama 30 menitan, jenisnya yang ringan, jangan berlebihan karena kalau olahraga intensitas tinggi justru akan menurunkan daya tahan tubuh,” kata dia.

Disarankan berolahraga dilakukan 30 menit jelang berbuka puasa agar tubuh segar.

Categories
Umum

Jangan Tidur Setelah Sahur! Ini 4 Bahayanya

Puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban yang harus dikerjakan setiap umat Islam yang dianggap mampu untuk menjalankannya. Salah satu yang membuat puasa menjadi lebih berkah adalah dengan menjalankan sahur terlebih dahulu.

Karena waktu sahur berada di akhir sepertiga malam, maka kebanyakan umat muslim lebih memilih tidur kembali setelah sahur. Namun banyak yang tidak tahu kalau tidur kembali setelah makan sahur bertolak belakang dengan kebiasaan Rasullulah dan para sahabatnya.

Tidur kembali setelah sahur tidak akan membuatmu mendapatkan berkah di pagir hari. Selain itu efeknya juga berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Inilah empat bahaya jika kamu tidur lagi setelah sahur.

1. Gangguan Asam Lambung

Ketika kita memasukan makanan ke dalam perut, maka makanan akan diteruskan ke sistem pecernaan. Beberapa bagian tubuh butuh beberapa waktu untuk mencerna makanan tersebut terutama lambung.

Ketika kita memposisikan tubuh dalam keadaan telentang setelah makan, maka proses pencernaan menjadi tidak lancar. Akibatnya kamu akan merasakan nyeri pada bagian hati dan rasa panas pada tenggorokan akibat dari meningkatnya asam lambung.

2. Terjadi Refluks

Saat tidur setelah sahur dan pada saat bangun kembali kita merasa timbulnya rasa pahit pada mulut disertai dengan kerongkongan yang panas, itu kemungkinan besar tubuh kamu mengalami refluks. Refluks adalah penyakit yang timbul akibat kelemahan katup antara lambung dan kerongkongan yang mengakibatkan timbul semacam rasa dada terbakar.

3. Bisa Terkena Stroke

Siapa saja mereka yang tidur setelah sahur berisiko terkena stroke lebih besar dibanding dengan mereka yang memberi jeda setelah makan sahur untuk kembali tidur. Hal ini bahkan sudah dibuktikan oleh penelitian.

4. Sakit Kepala

Tidur setelah sahur juga akan mengakibatkan leher menjadi sakit bahkan terasa kaku. Ketika bangun, kita tidak akan mendapatkan kesegaran melainkan hanya sakit yang akan kita terima, terutama pada bagian belakang kepala.

Alangkah baiknya jangan tidur lagi setelah sahur karena berbahaya bagi tubuhmu. Jika ngantuk, usahakan nanti tidurnya, pas siang. Yang terpenting jangan langsung tidur.

Categories
Umum

Hati-hati, Ini Jenis Takjil yang Sebaiknya Dihindari Saat Berbuka Puasa

Jakarta – Takjil atau makanan ringan umumnya selalu menjadi pembuka di saat buka puasa. Meski hampir semua macam takjil itu memiliki rasa yang enak, tetapi apakah ada yang sebaiknya dihindari untuk dijadikan menu buka puasa?
Menurut dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr Diana F Suganda, SpGK, MKes, saat berbuka puasa sebaiknya hindari mengonsumsi takjil yang mengandung banyak lemak.

“Takjil-takjil kan banyak yang bersantan, sementara kalau lemaknya tinggi akhirnya pencernaan jadi nggak terlalu bagus,” kata dr Diana kepada detikcom, Sabtu (25/4/2020).

“Kalau banyak lemak, kalorinya juga tinggi dan dalam jangka panjang bisa membuat obesitas, dan seharian (perut) sudah kosong tiba-tiba dikasih lemak kan itu susah dicerna. Biasanya kalau langsung lemak akhirnya kembung dan nggak nyaman perutnya,” lanjutnya.

Baca juga: Dokter Sebut Puasa Dapat Cegah Badai Sitokin Pada Pasien Corona
Menurutnya saat berbuka puasa sebaiknya jangan langsung meminum air bersuhu terlalu dingin atau panas, karena selama 12 jam lebih tubuh tidak menerima asupan baik makanan ataupun cairan sehingga perlu beradaptasi terlebih dahulu.

“Misalnya minum air bersuhu ruang untuk buka nanti setelah itu mau minum yang dingin silahkan. Tapi jangan langsung yang dingin banget atau panas banget,” jelasnya.

dr Diana juga menyarankan masyarakat untuk membuat takjil sendiri di rumah. Misalnya membuat minuman sehat seperti smoothie.

“Kita bisa bikin smoothie dari buah-buahan dicampur dengan yogurt atau susu,” ucapnya.

“Segarnya dapat, seratnya dapat, sehatnya dapat dibandingkan dengan takjil yang biasanya kaya kolak atau candil kan biasanya itu pakai santan jadi lemaknya tinggi,” tuturnya.

Categories
Resep

Ini Cara Terhindari dari Kehausan Saat Puasa. Sangat Simpel!

Anjuran meminum air delapan gelas sehari tetap bisa dilakukan meski tengah menjalani ibadah puasa. Caranya? mudah seperti diurai di bawah ini, Insyaallah kamu terhindar dari rasa haus dan dehidrasi.

Delapan gelas air tersebut dapat diminum dengan urutan; 1 gelas air putih setelah bangun sahur. Diikuti satu gelas air putih setelah makan sahur.

Jalani ibadah puasa dengan menahan nafsu makan dan minum selama kurang lebih 14 jam, dimulai pukul 04.00 Wita atau waktu imsakyah. Setelah itu, lanjutkan meminum air putih, satu gelas setelah salat Magrib.

Satu gelas air berikutnya diminum setelah makan atau berbuka puasa. Setelah salat Isya, minulah lagi segelas air putih. Begitupun seusai salat Tarawih dan sebelum tidur.

Sehingga cukuplah asupan air putih delapan gelas air sehari, Insyaallah dapat membuat tubuhmu kuat beraktivitas dan menangkal virus berbahaya. (sri)

Categories
Resep

Puasa di Tengah Pandemi, Ini Cara Sahur yang Benar agar Imun Tetap Terjaga

Saat pandemi virus corona (COVID-19) ini, umat muslim akan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tubuh kita membutuhkan cadangan energi yang lebih besar ketika melakukan aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, sahur menjadi waktu yang penting sebelum kita menjalankan ibadah puasa. Namun, tidak semua orang paham soal aturan sahur yang tepat sehingga menjadi mudah lemas serta sulit berkonsentrasi.

Lantas, persiapan sahur seperti apa yang baik untuk tubuh dan dianjurkan oleh para ahli selama puasa Ramadhan, terutama selama pandemi COVID-19?

Akademisi dan Praktisi Gizi dr Tirta Prawita Sari, mengatakan, diperlukan konsumsi menu sahur yang bergizi seimbang agar imunitas tubuh tetap terjaga selama pandemi COVID-19. Dalam hal ini makanan sahur dianjurkan mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral sehingga tubuh terlindungi dari paparan virus.

“Kurangi asupan karbohidrat sederhana seperti sirup dan gula. Hindari pula gorengan, makanan lemak jenuh yang tinggi. Penuhi kebutuhan protein. Sumber protein terbaik adalah white meat seperti unggas, ikan, dan telur,” ujar dr Tirta, dilansir Sindonews, Kamis (23/4/2020).

Sumber vitamin dan mineral bisa diperoleh dari sayur serta buah-buahan berwarna. Ketika Anda sahur pastikan tidak mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Idealnya, konsumsi makanan secukupnya, namun makanan yang masuk ke tubuh harus bergizi seimbang dan yang terpenting adalah hindari gula serta lemak tinggi.

“Saat sahur kita jangan merasa akan berpuasa, lalu harus makan banyak. Makanlah secukupnya dan hindari makanan-makanan berlemak tinggi,” tandasnya.

Ahli Gizi Prof. Hardinsyah, menambahkan, untuk jenis makanannya, sebaiknya mengonsumsi menu yang kaya serat. Sayur dan buah-buahan misalnya. Makanan yang tinggi serat lambat dicerna sehingga kita akan merasa kenyang lebih lama.

“Sayur asem itu bagus seratnya. Ada jagung, melinjo, gori atau nangka. Seratnya bagus untuk memperlambat pencernaan. Saya sarankan tidak makan yang manis dan bergula karena akan cepat habis di sahur. Upayakan berserat, yang fresh. Setengah buah pisang dan jeruk,” bebernya.

Idealnya kata dia, bangun sahur adalah setengah jam atau 30 menit sebelum makan untuk mempersiapkan lambung menerima makanan.

“Sebelum sahur, bangun setengah jam sebelumnya. Kalau yang wanita ya lebih awal lagi karena biasanya harus mempersiapkan makanan sahur. Gunakan waktu untuk mempersiapkan lambung biar nggak kaget dan tidak kena inflamasi halus di lambung. Jadi beri kesempatan lambung bergerak,” tutupnya. (fmi)

Categories
Resep

Resep Ampuh agar Puasa Tetap Lancar bagi Penderita Maag

Jakarta – Perut kosong dan telat makan merupakan pantangan besar bagi penderita maag. Namun saat bulan Ramadan, umat Muslim diwajibkan untuk tidak makan selama kurang lebih 14 jam.

Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi menjelaskan saat lambung dalam kondisi kosong, dapat mengakibatkan kambuhnya sakit maag. Dari penelitian yang dilakukan oleh para ahli memang terjadi peningkatan asam lambung saat puasa dan akan kembali normal setelah puasa selesai.

“Selain itu lambung juga akan mengadakan proses adaptasi dengan pola makan yang berubah, sehingga seringkali pada awal-awal puasa keluhan sakit maag ini meningkat,” jelas dr Helmin kepada detikHealth, Sabtu (18/4/2020).

Lebih lanjut dr Helmin mengatakan sakit maag biasa bukan merupakan penyakit yang mematikan, namun sangat mengganggu aktivitas sehari-hari apalagi saat harus menjalankan puasa. Untuk itu, penderita maag wajib memperhatikan beberapa hal seperti kondisi kesehatan serta asupan makanan dan minuman.

Sebelum itu, perlu diketahui dulu ada dua jenis penyakit maag, yaitu maag organik dan maag fungsional. Maag organik timbul karena memang ada kelainan pada lambung sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika ingin berpuasa. Sementara jenis sakit maag yang fungsional, menurut dr Helmin, kebanyakan justru membaik saat puasa karena saat berpuasa makan akan lebih teratur.

“Kemungkinan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat untuk lambung juga berkurang serta akan lebih arif dalam mengendalikan stres yang terjadi,” ucapnya.

Selain itu, dr Helmin juga menyarankan untuk memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sahur maupun berbuka. Menurutnya, makanan saat sahur tidak harus yang mewah tapi harus mengandung beberapa zat penting seperti karbohidrat, vitamin, protein, mineral, lemak.

“Meski sedikit, yang penting komplit. Selain itu dianjurkan berbuka dengan minuman manis atau kurma dan utamakan minuman dengan gula yang gampang diabsorpsi. Dianjurkan pula untuk makan secara bertahap, tidak kalap atau ‘balas dendam’ setelah seharian menahan lapar dan dahaga,” jelas dr Helmin.

dr Helmin juga mengingatkan agar jangan sampai melewatkan sahur dan menunda berbuka puasa agar penyakit maag tidak kambuh. Selain itu, minum sebanyak delapan gelas per hari, pun saat puasa yang jumlah tersebut bisa dipenuhi ketika berbuka hingga sahur.

Selain asupan makanan olahraga pun dianjurkan yang dilakukan pada sore hari dengan beban yang tidak terlampau berat. Kemudian tidur dan istirahat yang cukup.

“Misalnya setelah sahur dan sebelum kerja, tapi jika tidak sempat dapat dilakukan saat istirahat makan siang,” imbuhnya.

Apabila sakit maag masih mengganggu, dapat dibantu dengan menggunakan obat seperti jenis antasida yang dapat menetralisir asam lambung dengan cepat dan penghambat asam yang dapat mengontrol pengeluaran asam lambung sehingga puasa dapat berjalan dengan baik, seperti Promag.

Saat bulan Ramadan ini, jika Anda mengalami sakit maag dapat mengonsumsi Promag saat sahur, berbuka dan sebelum tidur. (detik)