Categories
News

13 Tenaga Medis RSUD Padang Tertular Covid-19 dari Pasien

Padang – Sebanyak 13 tenaga medis RSUD Padang Panjang, Sumatera Barat, positif Covid-19 karena tertular dari pasien.

Para tenaga medis tersebut tertular dari pasien berinisial NS (29), asal Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, ketika dirawat di RSUD Padang Panjang. Kini NS dirawat di RSUP M Djamil, Padang, bersama suaminya yang juga positif Covid-19.

Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, Nuryanuwar, Jumat (1/5). Saat ini para tenaga kesehatan itu dikarantina di RSUD setempat atas permintaan mereka.

“Ada 70 tenaga kesehatan yang sampel swabnya diperiksa laboratorium Universitas Andalas. Semuanya punya riwayat melakukan kontak dalam jarak kurang dari satu meter dengan NS yang masuk IGD RSUD Padang Panjang pada Jumat (24/4). Sebelumnya, NS melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kebun Sikolos, Padang Panjang,” ujarnya.

Nuryanuwar mengatakan bahwa meski positif Covid-19, 13 petugas medis itu tidak mengalami gejala klinis.

Direktur RSUD Padang Panjang, dr Ardoni, mengatakan bahwa sejak NS dinyatakan positif, tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit yang berkontak dengan NS dan keluarga NS sudah karantina di lokasi yang disiapkan pemerintah daerah.

Selain mengarantina 13 petugas kesehatan, pihaknya juga akan menelusuri orang-orang yang melakukan kontak fisik dengan 13 orang tersebut. RSUD Padang Panjang akan mensterilkan semua ruangan yang pernah dilalui 13 tenaga medis tersebut.

“Kami juga akan mengisolasi petugas yang pernah melakukan kontak fisik dengan 13 orang tenaga kesehatan itu,” ucapnya. (adb/jun)

Categories
Resep

Resep Tim Medis Hilangkan Kejenuhan Pasien Corona

Surabaya – Menjalani isolasi di rumah sakit selama 14 hari tanpa kunjungan dari sanak saudara menjadi risiko pasien positif Corona. Rasa jenuh, stress dan ingin pulang karena merindukan keluarga pun dirasakan tiap pasien.

Namun, untuk menghilangkam kejenuhan yang dapat memicu pasien stress, RS Unair Surabaya tak hanya memberikan beberapa fasilitas kepada pasien Corona. Tetapi juga memberikan beberapa metode yang bisa dilakukan pasien bersama dengan tenaga medis.

Salah satu metode itu adalah melakukan senam bersama. Senam yang diterapkan RS Unair ini untuk meningkatkan imun pasien dan membiasakan pasien hidup sehat dengan berolahraga.

“Biasanya kita mengajak senam bersama dengan gerakan tubuh ringan,” kata salah satu perawat COVID-19 di RS Unair Surabaya Nissa Aruming Sila saat dihubungi detikcom, Selasa (21/4/2020).

Metode senam ini merupakan ide dari RS Unair sendiri. Dengan senam ini, Nissa mengatakan, pasien juga bisa sambil mengedukasi pasien lain jika mereka suda sembuh. Salah satunya dengan melakukan senam.

“Kreativitas gerakan simple biar bisa meng eksersais. Mereka takut akan kondisinya, karena ini dianggap memtikan oleh masyarakat,” jelasnya.

Hal ini juga salah satu untuk menghibur pasien. Sebab, mereka sendirian di rumah sakit tanpa ada keluarga yang mendampingi. Selain senam, para tenaga medis juga menerima curhat para pasien sambil memberikan edukasi.

Para tenaga medis dan pasien juga tak jarang bertukar cerita sambil bercanda. Hal itu juga sebagai salah satu cara saling menghilangkan jenuh dan stres.

“Ada yang mengajak curhat lama, diajak ngobrol, kadang kita becanda-becanda menghibur diri,” katanyam

Jika pasien yang dirawat mengaku takut akan penyakit ini, jelas Niss, pihaknya pun merasa takut stigma negaitf dari masyarakat.

“Nggak boleh dijenguk keluarga merasa sendirian. Belum lagi kalau pulang gimana, karena stigma masyarakat. Mereka takut, kita juga takut,” pungkasnya. (fat/fat)

Categories
News

Alhamdulillah, Ada Kabar Baik! 23 Tenaga Medis Jakarta yang Positif Corona Sembuh

Jakarta – Ketua II Gugus Tugas Covid-19 DKI Catur Laswanto mengatakan jumlah pasien positif dari kalangan tim medis di Jakarta terus bertambah. Hingga Minggu (12/4), sudah ada 174 orang tenaga medis yang terpapar virus corona atau Covid-19.

“Tenaga kesehatan yang positif terinfeksi COVID-19 sejumlah 174 orang,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/4).

Namun, ia mengabarkan ada 23 orang dari 118 tenaga medis itu dinyatakan sembuh. Sambungnya, jumlah pasien meninggal tidak bertambah sejak Jumat (10/4).

“2 orang meninggal, 23 orang sembuh,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut pasien tersebut berasal dari 41 Rumah Sakit (RS), satu klinik, dan empat Puskesmas yang merawat pasien corona di Jakarta.

“Tersebar di 41 Rumah Sakit, 1 klinik, dan 4 Puskesmas di Jakarta,” pungkasnya.

Diketahui, jumlah pasien virus corona di Jakarta terus bertambah. Hingga Minggu (12/4/2020), totalnya sudah menyentuh 2.082 orang. (WE)

Categories
News

Tampar Perawat Saat Diminta Pakai Masker, Pria Ini Ditangkap

Jakarta – Polisi menangkap seorang pria yang diduga menampar perawat di sebuah klinik kesehatan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pelaku diduga emosi ketika diminta memakai masker saat akan memeriksakan diri di fasilitas kesehatan tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Asep Mauludin mengatakan pelaku bernama BC (43) ditangkap di rumahnya oleh polisi yang menindaklanjuti laporan korban.

Pelaku diduga menampar sang perawat klinik pada 9 April 2020, setelah diingatkan agar memakai masker sebagai upaya pencegahan COVID-19.

“Pelaku ini emosi saat diperingatkan agar memakai masker karena situasinya sekarang ini sedang antisipasi corona,” ujarnya di Semarang, Minggu (12/4).

Saat melakukan perbuatannya, kata dia, pelaku yang berprofesi sebagai penjaga sekolah ini dalam keadaan sadar.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 serta 335 KUHP tentang penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan.

Pelaku mengaku menyesal dan meminta maaf atas perbuatannya itu. Ia mengaku emosi karena bingung dengan kondisi anaknya yang sedang sakit.

“Saya mau minta rujukan agar anak saya bisa diperiksa,” ucapnya.

Sebelumnya juga diberitakan, Polda Jawa Tengah menangkap tiga orang yang diduga menolak pemakaman perawat yang meninggal terinfeksi corona di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sewakul.

Tiga orang tersebut adalah ketua RT setempat, THR (31) dan dua warganya, BSS (54) dan seorang pelaku lain berinisial S (60).

“Dari pendalaman penyelidikan, apa yang dilakukan ketiganya sudah masuk dalam pelanggaran hukum,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Budhi Haryanto di kantornya, Sabtu (11/4).

Budhi mengatakan para pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Menurutnya, tindakan para pelaku melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Penanggulangan Wabah serta Pasal 212 dan Pasal 214 KUHP. (ANTARA/ard)

Categories
News

Kisah Memilukan Perawat Pasien Corona; Diusir dari Kos Sampai Kehabisan Makanan

News – Perawat jadi salah satu tenaga medis yang terdepan menghadapi wabah virus corona COVID-19. Mereka tampaknya tak hanya berjuang melawan penyakit, namun juga diskriminasi dan ketidakadilan di tengah masyarakat.

Sebagai contoh di Indonesia ada cerita miris perawat pasien corona harus tinggal di RS Persahabatan akibat diusir dari kosannya. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah.

Harif mengatakan pihak manajemen rumah sakit sedang berusaha mencarikan tempat tinggal untuk perawat yang jadi korban stigma tersebut.

“Kami mendapat laporan dari perawat itu bahwa ada teman-temannya tidak kos lagi di sana, di tempat kosnya. Karena setelah diketahui rumah sakit tempat bekerjanya tempat rujukan pasien COVID-19. Mereka sekarang, saya sudah tanya mereka, tinggalnya di rumah sakit dulu,” kata Harif pada detikcom, Selasa (24/3/2020).

Sementara itu di Inggris ada juga kisah miris yang dialami oleh perawat intensive care unit (ICU) salah satu fasilitas kesehatan di York. Dawn Bilbrough viral di media sosial ketika ia membagikan videonya sendiri menahan tangis usai tidak bisa menemukan stok makanan di toko sekitarnya akibat diborong oleh orang-orang (panic buying).

Dawn mengaku baru saja selesai bekerja shift 48 jam.

“Tidak ada buah, tidak ada sayur. Saya tidak tahu bagaimana caranya bisa tetap sehat,” kata Dawn dalam video yang diunggah di Facebook pada 19 Maret lalu.

“Mereka benar-benar menghabiskan makanan. Tolong hentikan. Hentikan karena masih ada orang-orang seperti saya yang harus merawat kamu ketika kamu sakit,” lanjutnya menahan tangis.

Sumber

Categories
News

Perawat Gelisah dan Kawatir Akan Kesiapan Pemerintah dan Meminta Hal Berikut

News – Jumlah kematian akibat corona di Indonesia melonjak menjadi 19 jiwa pada Rabu (18/3). Tambahan jumlah kematian juga diiringi akselerasi angka temuan kasus positif yang totalnya kini menjadi 277 kasus.

Kesiapan pemerintah dalam menghadapi wabah corona di Indonesia membuat Persatuan Perawat Nasional Indonesia gelisah. Mereka mempertanyakan apa yang telah disiapkan pemerintah termasuk alat perlindungan diri (APD) untuk mereka saat menangani pasien.

“Kami gelisah, karena yang sudah disiapkan pemerintah apa? Karena katanya mau ditambah fasilitas di rumah sakit seperti APD. Sedangkan jumlah APD kan terbatas,” ujar Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhillah saat dihubungi Republika, Rabu (18/3).

Sebab, dia menambahkan, peralatan dan fasilitas di RS termasuk APD harus disiapkan sesuai standar. Padahal, dia menambahkan, biasanya APD digunakan hanya dalam beberapa jam, tetapi faktanya APD bisa digunakan selama satu shift. Padahal itu tidak sesuai, apalagi jumlahnya terbatas.

“Jika APD belum dilengkapi pemerintah, ini jadi riskan untuk perawatnya,” ujarnya.

Selain itu ia khawatir kebijakan ini bisa menambah beban tugas perawat tanpa pengganti tenaga. Padahal, ia menjelaskan kalau seorang perawat bertugas terus-menerus pasti merasa kelelahan. Kemudian selain ikut menangani pasien positif corona, ia mengakui para tenaga kesehatan tersebut juga pasti memikirkan keluarganya, termasuk anaknya jika masih kecil.

“Nah ini kebijakannya seperti apa dari pemerintah? Harus jelas. Saya belum dengar dan bisa jadi persoalan,” ujarnya.

Ia meragukan dan mempertanyakan apakah ada relawan yang bersedia mengganti perawat tersebut karena mencari tenaga pengganti diakuinya susah. Padahal, ia menegaskan sejauh ini perawat menjadi tenaga medis terdepan dalam bencana apapun.

Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mendesak pemerintah melakukan upaya darurat. Di antaranya menambah rumah sakit rujukan untuk menangani pasien.

“Kalau tidak dilakukan maka rumah sakitnya tidak bisa menampung pasien,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M Faqih saat dihubungi Republika, Rabu (18/3).

Faqih menambahkan, meski ada tenaga dokter yang tidak dibutuhkan atau menganggur, fasilitas kesehatan khusus rujukan tidak ditambah maka persoalan yang dihadapi adalah jumlah ruangan yang kurang. Selain itu, ia menyebutkan alat kesehatan untuk menangani itu juga bermasalah karena tak memadai.

“Jadi strateginya ya menambah rumah sakit,” katanya.

Sumber