Categories
News

Diduga Stres Jalani Isolasi, PDP Corona Tewas Lompat dari Lantai 4 RS

Pasien Dalam Pengawasan atau PDP virus corona, diketahui nekat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai empat Rumah Sakit Hermina Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, 17 Mei 2020. Pasien ini berinisial MR.

MR, Sabtu malam, sempat meminta untuk pulang dari Rumah Sakit Hermina Jatinegara, Jakarta Timur. Pasien perempuan berinisial MR adalah berstatus PDP COVID-19 setelah didiagnosa memiliki penyakit pneumonia grafik dan diabetes.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo membenarkan adanya pasien PDP yang melakukan bunuh diri dari gedung rumah sakit.

“Betul, ada yang lompat, peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di Rumah Sakit Hermina Jatinegara, Jakarta Timur. Selanjutnya penanganan terhadap korban dilakukan SOP COVID 19,” ujar Hery dikonfirmasi, Minggu 17 Mei 2020).

Sejauh ini, polisi telah memeriksa dua keterangan saksi yang merupakan pasien satu ruangan perawatan dengan korban dan petugas jaga rumah sakit.

Saksi yang satu ruangan dengan korban di ruang isolasi COVID-19 melihat MR membuka jendela dan langsung keluar dengan cara melompat dari lantai empat.

“Semalam korban sempat minta pulang,” ujarnya.

Sedangkan petugas jaga mengaku sempat mendengar suara benturan keras saat sedang berjaga.

“Ada suara bruk dan saksi mengecek asal suara dan saksi dua melihat korban dalam posisi terlentang di pintu masuk parkir dan diduga loncat dari lantai empat,” ujarnya. (viva)

Categories
News

Seluruh Pasien Positif Covid-19 di RSUD Banda Aceh Sembuh

Jakarta – Provinsi Aceh tak lagi merawat pasien positif COVID-19 seiring dengan kesembuhan dua pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh.

Kepastian sembuh dua pasien tersebut berdasar pada hasil uji sampel swab dari laboratorium PCR Balai Litbangkes milik Kementerian Kesehatan RI di Siro, Kabupaten Aceh Besar, yang diterima RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Sabtu (2/5) sore.

“Alhamdulillah sore ini semua yang positif hidup sembuh semua, satu meninggal [pada Maret],” kata Wakil Direktur Pelayanan RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, dr Endang Mutiawati, di Banda Aceh dikutip dari Antara.

Endang belum mengetahui jadwal kepulangan kedua pasien tersebut ke tempat tinggal masing-masing. Dua pasien sembuh tersebut berinisial Al, 24 tahun, asal Kabupaten Pidie dan AJ, 20 tahun, dari Kabupaten Aceh Tamiang.

AJ merupakan salah seorang santri dalam rombongan 113 santri asal Aceh yang pulang kampung dari tempat belajarnya di Pondok Pesantren AlFatah Temboro, Magetan, Jawa Timur. Pesantren tersebut telah ditetapkan sebagai klaster Magetan, transmisi lokal COVID-19.

Meski tidak ada lagi pasien positif virus corona yang dirawat, Endang berpesan agar masyaratak tetap harus meningkatkan kewaspadaan karena pandemi COVID-19 belum berakhir.

“Saya cek dulu [jadwal pemulangannya]. Kita tetap tidak boleh lalai karena wabah belum selesai,” katanya.

Berdasarkan data terbaru, pasien positif COVID-19 di Tanah Rencong berjumlah 11 orang, dengan rincian sepuluh orang telah dinyatakan sembuh. Satu orang meninggal dunia pada Maret 2020 saat masih dalam status PDP, kemudian swab-nya terkonfirmasi positif. (nva/chrs)

Categories
News

Pasien Positif Corona di Jambi Sembuh. Ini Pengalaman dan Harapannya!

Jambi – Setelah 34 hari menjalani perawatan intensif di ruang isolasi covid-19 rumah Sakit Raden Mattaher Jambi, satu pasien positif corona pun kembali ke rumah.

Dari informasi yang dihimpun VIVAnews di rumah sakit, pasien yang dinyatakan sembuh itu berjenis kelamin laki-laki dan berusia 55 tahun. Dia adalah warga Kabupaten Tebo, Jambi. Dia tampak keluar dari ruang isolasi menuju mobil ambulans yang telah disiapkan di halaman parkir.

Sambil berjalan kaki ke arah ambulans. Saat wawancara, pasien langsung buka-bukaan ke publik bagaimana pengalamannya selama perawatan di rumah sakit hingga bisa sembuh.

Sambil bersedih, pasien itu mengaku selama perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit, pikirannya sangat banyak. Akan tetapi, dia tetap semangat menjalani perawatan dan sambil berdoa agar cepat sembuh.

“Saya (juga) selalu berdoa agar wabah virus corona cepat selesai dan dalam menjalani isolasi saat itu tidaklah mudah. Namun saya tetap selalu sabar dan tabah melewati semua dalam perawatan,” ujarnya, Senin Sore 20 April 2020.

Ia juga sangat berterima kasih kepada para tenaga medis mulai dari dokter, perawat, Dinas Kesehatan, Bupati dan Wakil Bupati. Termasuk masyarakat khususnya Kabupaten Tebo yang selalu mendoakan agar cepat sembuh saat dirawat.

“Dari berkat doa kesembuhan, saya bisa menjalani hal tersulit. Apalagi saya dirawat di ruang isolasi selama 34 hari akibat terinfeksi virus corona,” jelasnya.

Diceritakan pasien, para tim medis rumah sakit Raden Mattaher Jambi sangat memberikan support. Banyak hal dan risiko yang dilalui tim medis demi kesembuhan. Tim medis, lanjud dia, sangat ikhlas dan tabah demi kesembuhan para pasien covid-19.

“Saat saya pulang, saya akan isolasi mandiri lagi di rumah selama 14 hari sambil pemulihan dan semoga saya pasien pertama dan terakhir khususnya dari Kabupaten Tebo yang terinfeksi corona,” terangnya.

Pria 55 tahun tersebut juga berpesan, kepada lapisan masyarakat Provinsi Jambi, agar tetap mematuhi aturan pemerintah demi cepat selesai wabah virus corona Khususnya Provinsi Jambi.

“Masyarakat saya harapkan jangan panik dan takut. Serta (saya) berharap masyarakat ikuti aturan pemerintah demi kebaikan bersama demi memutus rantai penyebaran covid-19,” katanya. (viva)

Categories
News

Kemenkes Tegaskan Pasien Corona yang Sembuh Tidak Bisa Menular Lagi

Jakarta – Pemerintah telah mengumumkan jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Sabtu (18/4/2020) sudah mencapai 6.248 kasus. 631 di antaranya sudah dinyatakan sembuh dari virus Corona tersebut.

Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan lewat juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19 Achmad Yurianto menegaskan bahwa pasien yang sudah sembuh tidak akan menularkan penyakitnya lagi.

“Kami mohon kepada masyarakat untuk paham betul, bahwa pasien-pasien COVID-19 yang sudah sembuh, mereka sudah tidak akan menularkan penyakitnya lagi,” jelasnya dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Sabtu (18/4/2020).

Yuri mengatakan, seseorang dapat dikatakan pasien sembuh corona itu sudah berdasarkan dengan persyaratan yang ada. Virus di dalam tubuhnya benar-benar dipastikan negatif.

“Karena persyaratan sembuh diyakinkan bahwa dia (virus) sudah negatif di dalam tubuhnya,” lanjutnya. (detik)

Categories
News

Viral Kisah Pasien Saksikan Kematian di RS. Jangan Sepelekan Corona!

Jakarta – Seorang pasien positif virus Corona COVID-19 menceritakan pengalamannya dirawat di rumah sakit. Nina Susilowati asal Jakarta mengaku awalnya berjuang melawan virus ketika suatu hari dirinya demam ditambah sesak napas.

“Seminggu pas sebelum panas itu meeting di beberapa kementerian. Nggak tahu mungkin dari situ terpaparnya,” kata wanita berusia 50 tahun ke atas itu pada detikcom, Rabu (15/4/2020).

Pemeriksaan di rumah sakit (RS) awal menunjukkan Nina memiliki gejala mirip seperti infeksi virus Corona. Nina juga memiliki penyakit penyerta lain seperti diabetes dan hipertensi. Oleh sebab itu ia langsung dirujuk ke RSUD Pasar Minggu sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Dari awal masuk, Nina sudah ditempatkan di ruang isolasi bersama dua pasien lainnya. Secara rutin ia menjalani pemeriksaan darah, suntik vitamin, hingga suntik insulin.

“Pada saat masuk, sesak napasku parah. Dua hari aku di-ventolin (obat paru-paru -red) dan menggunakan selang oksigen sepanjang waktu,” cerita Nina.

Di ruangan isolasi tersebut Nina berganti-ganti teman sekamar. Satu keluar karena sudah negatif Corona. Satunya lagi divonis positif dan dipindah kamar. Berikutnya masuk lagi dua pasien baru. Saat itulah ia menghadapi kejadian yang membuatnya terguncang. Keduanya meninggal hanya dalam hitungan menit.

Nina bercerita saat itu, pagi hari, para perawat datang untuk mengecek kondisi mereka. Ketika perawat sedang mengurus pasien pertama yang kondisinya memang sudah tak sadar, pasien kedua di samping Nina tiba-tiba mengeluh sesak nafas.

Nina menyebut pasien pertama sebagai Sri dan pasien kedua Lia.

“Sebelum perawat membantu Sri, si Lia itu bilang ‘sus sesak’. Suster segera memasang alat bantu berventolin, kemudian sudah dipasang alat-alat susternya kembali ke Sri lagi,” ungkap Nina

Saat mau memasukkan susu ke infus, para perawat menyadari Sri meregang nyawa. Usaha dilakukan, tapi Sri akhirnya meninggal.

“Sementara, aku perhatikan tarikan napas Lia sama gerak perut awalnya terkoordinasi dengan baik tapi lama-lama kok jadi beda. Enggak lama kepalanya terkulai, bantuan suster pun tak mengejar ajalnya menjemput,” lanjut Nina yang mengaku sempat menangis karena syok menyaksikan pemandangan tersebut.

Pada akhirnya Nina dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Ia menjalani hari-hari perawatan hingga perlahan kondisinya membaik sampai akhirnya boleh pulang namun masih harus tetap isolasi mandiri.

Nina memberi apresiasi pada para tenaga medis yang terus bekerja melayani pasien mempertaruhkan nyawanya. Ia ingin ceritanya bisa membuat lebih banyak masyarakat sadar terhadap ancaman virus Corona.

“Aku ingin memberi semangat pada tenaga medis dan membawa cerita ini ke mereka yang menyepelekan Corona,” pungkasnya.

Categories
News Tips

Meski Belum Ada Obatnya, Ini Kunci Kesembuhan Pasien Positif Virus Corona

Jakarta – Kabar baik datang dari para pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona jenis baru, SARS-COV2, penyebab Covid-19. Sebanyak 5 pasien positif Covid-19 di Indonesia telah sembuh dan diizinkan pulang ke rumah.

Secara global, angka kesembuhan pasien positif virus corona di dunia juga relatif tinggi. Angka kesembuhan lebih dari 50 persen dari total angka terinfeksi.

Hal ini memberikan optimisme bahwa virus corona bisa dikalahkan, meski hingga kini belum ada obat atau vaksin untuk mengatasi virus ini. Lalu, apa kunci kesembuhan para pasien yang sebelumnya dinyatakan terinfeksi virus corona?

Saat ditanya soal ini, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, kuncinya hanya satu yaitu imunitas tubuh.

Yuri mengingatkan, hanya imunitas tubuh yang dapat menangkal semua jenis virus, termasuk virus corona. “Ya pasti ada, yaitu daya tahan tubuh dia (pasien). Artinya, bila daya tahan tubuhnya tidak bagus ya tidak sembuh-sembuh,” kata Yuri, (13/3/2020).

Sebab, hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk mengatasi virus corona. Oleh karena itu, hingga saat ini, pengobatan yang dilakukan untuk pasien positif virus corona hanya melalui pengobatan secara umum.

“Jadi imun itu cuma baik dan buruk, kalau baik ya mempercepat kesembuhannya,” ujar Yuri.

Sebelumnya, dalam sejumlah kesempatan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto selalu mengingatkan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh. Ia menekankan, tak ada yang lebih ampuh menangkal virus corona selain imunitas tubuh yang kuat.
“Tidak ada di dunia ini yang lebih hebat (menangkal virus corona), lebih bagus, kecuali imunitas tubuh kita sendiri,” kata Terawan, Selasa (3/3/2020).

Bagaimana cara menjaga imunitas tubuh? Terawan mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya asupan makanan dan istirahat yang cukup, serta menerapkan gerakan hidup sehat. Tak hanya kondisi fisik, kondisi pikiran juga harus positif.

Ia meminta masyarakat tak cemas berlebihan. Kecemasan dapat menurunkan imunitas tubuh. Sehari sebelumnya, Senin (2/3/2020), Terawan mengatakan, mereka yang kondisi imunitasnya baik tidak akan tertular.

“Tidak semua yang kontak akan sakit. Yang sakit, imunitas tubuhnya rendah,” kata Terawan.

Bagaimana setelah dinyatakan sembuh? Pasien yang telah dinyatakan sembuh dari infeksi SARS-COV2 harus melakukan self isolated atau mengisolasi diri setibanya di rumah.

Yuri mengatakan, pasien sembuh itu harus menggunakan masker walau pun di dalam rumah, menjaga kondisi kesehatannya, dan tidak menggunakan alat makan dan minum bersama dengan keluarganya yang lain.

“Anggota keluarga yang lain tidak masalah jika tidak menggunakan masker, kan semula yang pernah sakit si pasien,” kata Yuri.

Ia mengatakan, tidak ada keharusan mereka yang dinyatakan sembuh untuk menjalani tes lagi. Namun, yang bersangkutan harus melakukan kontrol ke rumah sakit sesuai yang ditentukan.

“Kalau sudah tidak ada keluhan ya tidak akan dites lagi. Kan sebelumnya sudah 2 kali dites dan hasilnya negatif. Semua pasien yang lepas perawatan itu masih kontrol ke rumah sakit,” ujar Yuri.

Tips menjaga imunitas tubuh Sebagai langkah pencegahan, selain menerapkan gaya hidup sehat, dan menjaga kebersihan dengan sering cuci tangan, apa yang bisa dilakukan untuk menjaga imunitas tubuh?

Berikut 3 langkah sederhana untuk menjaga kekebalan tubuh:

1. Mengurangi stres

Stres merupakan salah satu kunci kekebalan tubuh. Spesialis penyakit menular, Sandra Kesh M.D, mengungkapkan, kondisi stres dapat memengaruhi segalanya, mulai dari kesehatan otak, berat badan, hingga kekebalan tubuh.

2. Pola hidup sehat

Ketika tidur, sistem kekebalan tubuh kita akan memperbaiki dirinya sendiri. Ahli alergi dan imunologi, Heather Moday, M.D., mengatakan, mitokondria membersihkan diri, sementara hati melakukan sebagian besar detoksifikasi.

Upayakan tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam. Hal ini dianggap dapat membantu menjaga tubuh kita tetap waspada terhadap patogen berbahaya.

3. Seimbang dalam menerapkan kebersihan

Membersihkan setiap permukaan yang kita pegang secara berlebihan juga akan berdampak buruk. Lakukan secara seimbang. Meski terdengar menakutkan, tubuh juga membutuhkan sedikit paparan kuman untuk sistem kekebalan.

Jadi, cukup cuci tangan atau gunakan pembersih tangan setelah menyentuh sesuatu yang tampak kotor, makan, atau pergi ke kamar mandi. (Kompas)

Categories
News

Alhamdulillah, Tren Pasien Sembuh di Kabupaten Bekasi Naik 100 Persen

Cikarang – Tren angka kesembuhan pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengalami kenaikan hingga 100 persen dalam sepekan. Akhir pekan lalu lima warga Kabupaten Bekasi dinyatakan sembuh atau jadi negatif covid-19.

“Hari ini sudah 11 warga yang dinyatakan sembuh,” kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Ahad (12/4).

Alamsyah mengatakan kabar baik selanjutnya adalah jumlah pasien positif covid-19 yang sembuh kini lebih banyak dibanding jumlah korban meninggal dunia. Pada saat yang sama jumlah kasus meninggaldelapan orang. Semoga ini menjadi pertanda baik bagi penanganan covid-19 di Kabupaten Bekasi.

Dia berharap rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya dalam waktu dekat mampu memutus rantai penyebaran virus corona terbaru itu sehingga upaya pencegahan dapat berjalan optimal. “Kita semua berharap virus ini hilang dari Kabupaten Bekasi, hilang dari Negeri ini secepatnya,” kata dia.

Alamsyah menyebut dua dari 11 pasien positif yang telah dinyatakan sembuh itu dilaporkan ke pihaknya hari ini. Kedua pasien yang kini negatif itu berjenis kelamin perempuan dengan usia 36 dan 46 tahun.

“Satu warga Kecamatan Setu dan satunya lagi warga Kecamatan Tarumajaya,” ucapnya.

Keduanya telah menjalani perawatan secara intensif dan dinyatakan negatif oleh pihak Rumah Sakit Hermina Grand Wisata Tambun Selatan dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta Utara. “Sudah kami jemput dan kami kembalikan ke rumah masing-masing untuk menjalani isolasi mandiri di kediamannya,” kata Alamsyah.

Sementara sembilan pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebelumnya berasal dari tiga kecamatan berbeda, yakni tujuh orang warga Kecamatan Tambun Selatan, seorang warga Cikarang Selatan, dan seorang lagi warga Kecamatan Cikarang Barat.

Dilansir dari laman pikokabsi.bekasikab.go.id hingga Ahad (12/4) pukul 08.10 WIB tercatat 42 orang terkonfirmasi positif dengan rincian 11 orang sembuh, 16 orang dirawat di rumah sakit, 7 orang isolasi mandiri, serta 8 orang meninggal dunia.

Dari laman yang sama tercatat 628 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), 126 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 114 Orang Tanpa Gejala (OTG), dan 1 Orang Pelaku Perjalanan (OPP). (rep)

Categories
News

Jubir: Hari Ini Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Meninggal

Jakarta – Penambahan pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dengan dua kali hasil tes negatif semakin banyak. Sejak Sabtu (11/4) hingga Ahad (12/4), penambahan pasien sembuh lebih banyak dari pasien yang meninggal dunia.

Pasien yang sembuh bertambah 73 orang dalam satu hari, sedangkan pasien meninggal dunia bertambah 46 orang sejak kemarin. Sehingga total, jumlah pasien sembuh sebanyak 359 orang dan pasien meninggal dunia ada 373 orang.

“Kami bersyukur bahwa sampai saat ini sudah ada lebih dari 359 orang yang sudah sembuh. Ini optimisme kita bahwa Covid-19 bisa disembuhkan dengan baik,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona Covid-19, Achmad Yurianto, Ahad (12/4).

Daerah yang mencatatkan kasus sembuh terbanyak dalam 24 jam terakhir di antaranya adalah DKI Jakarta dengan 142 pasien sembuh, Jawa Timur dengan 68 kasus sembuh, dan Sulawesi Selatan dengan 25 kasus sembuh. Kemudian Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali masing-masing mencatatkan 19 orang pasien sembuh sejak kemarin.

Kendati begitu, masyarakat diminta harus tetap menjalankan penjagaan jarak dengan orang lain. Hal itu untuk mencegah terjadinya penularan di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang signifikan pada 24 jam terakhir.

Sejak Sabtu (11/4) hingga Ahad (12/4), pemerintah mencatat ada penambahan sebanyak 399 pasien positif Covid-19. Artinya sampai saat ini sudah terdapat 4.241 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia. Penambahan pasien yang nyaris 400 orang dalam satu hari ini menjadi yang tertinggi sejak kasus Covid-19 pertama kali diumumkan di Indonesia pada awal Maret lalu.

Terus bertambahnya kasus positif, menurut Yurianto, menunjukkan bahwa penularan melalui kontak dekat masih terus terjadi di lapangan. Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk benar-benar jaga jarak dalam berkomunikasi dan tetap tinggal di dalam rumah. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan perjalanan yang tidak mendesak dan menunda kepulangan ke kampung halaman.

“Jangan lakukan perjalanan ke manapun. Risikonya sangat besar,” kata Yurianto.

Masyarakat juga tetap diimbau menjaga imunitas tubuh, termasuk juga menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik. (Rep)

Categories
News

Pasien Virus Corona Laporkan Gejala Baru, Kulit Seperti ‘Tersetrum’

Jakarta – Bagaikan sebuah misteri, virus Corona COVID-19 tak henti-hentinya berikan kejutan pada dunia medis. Baru-baru ini beberapa pasien yang pernah terinfeksi penyakit itu melaporkan bahwa mereka sempat merasakan gejala seperti kulit ‘mendesis’ atau adanya aliran listrik yang mengalir di tubuh mereka, sehingga timbulnya sensasi terbakar.

Dikutip dari New York Post, Kepala Penyakit Menular di ProHealth Care Associates, Dr Daniel Griffin mengatakan kondisi ‘mendesis’ itu bukanlah gejala umum yang terjadi pada pasien, tetapi kemungkinan itu disebabkan oleh adanya reaksi antibodi terhadap virus.

“Jelas sudah diidentifikasi, tetapi kami belum yakin dan mungkin ada beberapa alasan itu terjadi. Perasaan itu mungkin hasil dari antibodi yang melawan penyakit dan mengganggu cara kerja saraf,” kata Griffin.

Sedangkan menurut Direktur Klinis di layanan kesehatan Pack Health, Dr Vipul Shah, sensasi itu bisa juga dikaitkan dengan kebiasaan demam pada seseorang.

“Jika orang tidak terbiasa mengalami demam, mungkin kulit mereka benar-benar terasa seperti sensasi listrik,” jelas Shah.

Namun hingga kini gejala seperti ‘mendesis’ itu belum diketahui dengan pasti penyebabnya, dan Shah pun menyarankan untuk menggunakan gel lidah buaya atau lotion untuk mengurangi sensasi terbakar pada kulit. (detik)