Categories
News

Ikatan Dokter Indonesia Protes dan Mengancam Mogok Tangani Pasien Corona

News – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sejumlah organisasi profesi lain menyampaikan protes kepada pemerintah karena alat pelindung diri (APD) yang tak memadai bagi para dokter, perawat dan tenaga medis yang terlibat dalam penatalaksanaan pasien dalam kondisi wabah Corona.

Selain menyampaikan protes, sejumlah organisasi profesi ini bahkan mengancam mogok melakukan perawatan penanganan terhadap pasien COVID-19, jika pemerintahan tidak memenuhi APD yang dibutuhkan.

“Setiap tenaga kesehatan berisiko untuk tertular COVID-19. Maka, kami meminta terjaminnya Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan,” demikian bunyi surat pernyataan yang diteken Ketua IDI, Daeng M Faqih, Jumat, 27 Maret 2020.

“Bila hal ini tidak terpenuhi maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien COVID-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat.”

Dalam surat tersebut, Daeng menyebut, tak terpenuhinya APD bagi dokter, perawat, dan tenaga medis memungkinkan tenaga kesehatan yang terjangkit COVID-19 semakin meningkat bahkan sebagian meninggal dunia.

“Sejawat yang tertular COVID-19, selain akan jatuh sakit, akan berdampak pada terhentinya pelayanan penanganan kepada pasien serta dapat menularkan kepada pasien”.

Sekretaris Eksekutif PB IDI Dien Kuswardani membenarkan adanya surat tersebut. Dia menyebut, pernyataan tersebut disepakati dengan beberapa organisasi profesi lainnya seperti; Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia, dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Senin lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan pemerintah sudah mendapatkan 105 ribu APD yang siap didistribusikan ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia.

Rinciannya, 45 ribu unit didistribusikan untuk DKI Jakarta, Bogor dan Banten. Sebanyak 40 ribu unit didistribusikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI. Yogyakarta dan Bali. Sementara 10 ribu unit akan didistribusikan di luar Jawa dan 10 ribu unit disimpan sebagai cadangan. Namun, kenyataannya, sejumlah rumah sakit masih mengeluhkan kekurangan APD.

Sumber

Categories
News

Ngeri! Hasil Studi: Kasus Corona di Indonesia Sebenarnya Mencapai 34.300 Pasien

News – Para pakar kesehatan menyatakan, Indonesia menghadapi lonjakan kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 karena lambannya respons pemerintah.

Pemerintah pun terkesan menutupi terkait skala wabah di negeri berpenduduk sekitar 260 juta, yang merupakan terpadat keempat di dunia tersebut. Hingga Jumat (27/3), Indonesia tercatat memiliki 893 kasus pasien positif corona.

Namun, data ini dianggap mengecilkan skala infeksi karena rendahnya jumlah tes di lapangan dan tingkat kematian yang tinggi. Indonesia telah melaporkan 78 kematian, tertinggi di Asia Tenggara.

Dilansir dari Reuters, sebuah studi terkait Pusat Pemodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasis di London, Inggris, yang dirilis pada Senin (23/3) memperkirakan hanya dua persen dari dari jumlah keseluruhan kasus infeksi corona di Indonesia yang telah dilaporkan.

Hal itu berarti angka sebenarnya pasien dapat mencapai 34.300 orang atau lebih banyak daripada Iran. Pemodelan lain memproyeksikan, dalam skenario terburuk, jumlah kasus bisa meningkat hingga menyerang 5 juta orang terinfeksi di Jakarta pada akhir April mendatang.

“Kita telah kehilangan kendali. Ini telah menyebar di mana-mana,” kata pakar ekonomi kesehatan masyarakat Ascobat Gani. “Mungkin kita akan mengikuti Wuhan atau Italia. Saya pikir kita berada dalam kisaran itu.”

Sistem kesehatan Indonesia sangat buruk dibandingkan negara lain yang terkena dampak virus corona. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes),

Indonesia hanya memiliki 321.544 tempat tidur rumah sakit. Angka itu berarti sekitar 12 tempat tidur per 10 ribu orang. Bandingkan Korea Selatan (Korsel) yang memiliki 115 per 10 ribu orang, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada 2017, WHO juga menemukan Indonesia hanya memiliki empat dokter per 10 ribu. Angka itu lebih rendah dibandingkan Italia yang memiliki 10 kali lebih banyak atau Korsel yang memiliki dokter enam kali lebih banyak per kapita.

Juru Bicara Covid 19 Membantah

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, membantah tentang hasil studi simulasi yang menunjukkan angka terburuk penularan corona.

“Kita tidak akan sampai seperti itu,” kata Yuri merujuk perbandingan wabah yang menyebar di Italia dan Cina. “Yang penting adalah kita mengerahkan orang-orang… mereka harus menjaga jarak.”

Yuri menuturkan, dengan langkah-langkah menjaga jarak yang tepat, seharusnya tidak ada kebutuhan untuk tempat tidur tambahan. Selain itu, staf medis yang ada cukup untuk mengatasi wabah corona.

Namun, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Budi Waryanto mengatakan, “Rumah sakit tidak siap untuk mendukung kasus-kasus yang bakal muncul. Perawatan akan terbatas.”

Sumber

Categories
News

Kisah Memilukan Perawat Pasien Corona; Diusir dari Kos Sampai Kehabisan Makanan

News – Perawat jadi salah satu tenaga medis yang terdepan menghadapi wabah virus corona COVID-19. Mereka tampaknya tak hanya berjuang melawan penyakit, namun juga diskriminasi dan ketidakadilan di tengah masyarakat.

Sebagai contoh di Indonesia ada cerita miris perawat pasien corona harus tinggal di RS Persahabatan akibat diusir dari kosannya. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah.

Harif mengatakan pihak manajemen rumah sakit sedang berusaha mencarikan tempat tinggal untuk perawat yang jadi korban stigma tersebut.

“Kami mendapat laporan dari perawat itu bahwa ada teman-temannya tidak kos lagi di sana, di tempat kosnya. Karena setelah diketahui rumah sakit tempat bekerjanya tempat rujukan pasien COVID-19. Mereka sekarang, saya sudah tanya mereka, tinggalnya di rumah sakit dulu,” kata Harif pada detikcom, Selasa (24/3/2020).

Sementara itu di Inggris ada juga kisah miris yang dialami oleh perawat intensive care unit (ICU) salah satu fasilitas kesehatan di York. Dawn Bilbrough viral di media sosial ketika ia membagikan videonya sendiri menahan tangis usai tidak bisa menemukan stok makanan di toko sekitarnya akibat diborong oleh orang-orang (panic buying).

Dawn mengaku baru saja selesai bekerja shift 48 jam.

“Tidak ada buah, tidak ada sayur. Saya tidak tahu bagaimana caranya bisa tetap sehat,” kata Dawn dalam video yang diunggah di Facebook pada 19 Maret lalu.

“Mereka benar-benar menghabiskan makanan. Tolong hentikan. Hentikan karena masih ada orang-orang seperti saya yang harus merawat kamu ketika kamu sakit,” lanjutnya menahan tangis.

Sumber

Categories
News

IDI: Dokter Gelisah Pemerintah Tak Transparan Soal Data Corona

News – Sejumlah tenaga medis, baik dokter atau juga perawat menjadi korban COVID-19. Beberapa di antara mereka meninggal dunia.

Menanggapi hal itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) justru mempertanyakan transparansi pemerintah mengenai berapa jumlah tenaga medis yang positif virus corona.

“Karena data itu ada di pemerintah dan Pak Yuri (Ahmad Yurianto) itu memang diserahi untuk jadi juru bicara untuk COVID-19 ini, jadi dan itu saya amat menyesalkan data itu enggak dibuka karena teman-teman dokter itu jadi gelisah kalau transparansi ini enggak ada,” Ketua Satgas COVID-19 IDI, Zubairi Djoerban kepada wartawan, Minggu (22/3).

Menurut dia, hingga kini IDI belum mendapatkan data mengenai jumlah tenaga medis yang positif virus corona termasuk tenaga medis yang masuk dalam pasien dalam pengawasan (PDP).

“Dokter paru di Medan confirm covid dan meninggal, dokter paru di Jakarta PDP, dokter bedah di Jakarta PDP, dokter THT di Jakarta PDP, spesialis syaraf di Jakarta confirm covid, dokter gigi di Jakarta PDP, perawat di Jakarta meninggal, kemudian ada beberapa peserta program studi dokter yang sedang ngambil spesialis itu mereka tapi data internal kami,” ujarnya.

Ia mengatakan sejauh ini data yang masuk mengenai berapa jumlah tenaga medis yang postif corona maupun PDP hanya berupa laporan dari beberapa pihak, belum ada kepastian data dari pemerintah

“Tapi kalau yang PDP atau positif. tapi kalau yang masa PDP beberapa hari lalu belum keluar datanya. nah harusnya pdp itu sudah ada kepastian. tapi ini memang bukan data solid, internal kami dapatnya itu saja berdasarkan laporan yang masuk ke IDI di satgas,” kata dia.

Sebelumnya, melalui Jubir Penanganan Corona, Achmad Yurianto pemerintah menyampaikan bela sungkawa.

“Pertama pemerintah prihatin, duka cita yang mendalam, sedalam-dalamnya atas beberap tenaga kesehatan yang terpaksa menjadi korban COVID-19,” kata Yurianto, dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Minggu (22/3).

Sumber

Categories
News

Fadli Zon; Agar Masyarakat Tahu, Prabowo Bilang Harga Alat Rapid Corona Test Hanya 3,5 Dollar

News – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan obrolannya dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto soal wabah virus Corona. Ada pembicaraan mengenai rapid test Corona di Indonesia dan harga alatnya.

“Minggu lalu, hari Sabtu lalu, waktu saya ngobrol sama Pak Prabowo di Hambalang, termasuk membicarakan wabah Corona kan, tentu saya kasih masukan-masukan juga kepada beliau perkembangan di lapangan dan kekurangan-kekurangan alat persediaan gitu ya, APD gitu ya. Terus beliau menyampaikan bahwa ini rapid test sudah dibeli, tinggal diambil, kira-kira gitu,” kata Fadli Zon saat dihubungi detikcom, Minggu (22/3/2020).

“Saya tanya berapa harganya? Beliau menyampaikan 3,5 Dollar, 3,5 Dollar per satuan,” jelas Fadli Zon.

USD 3,5 senilai Rp 55 ribu, menurut Fadli Zon. Perihal harga alat rapid test yang menurutnya berdasarkan obrolan dengan Prabowo ini juga disampaikan Fadli Zon di media sosialnya.

Fadli Zon mengaku menceritakan obrolan dengan Prabowo ini agar masyarakat tahu. Meskin demikian, Fadli Zon tak menanyakan detail alat rapid test mana yang hanya Rp 55 ribuan itu.

“Ya kalau saya kan biar masyarakat juga tahu jangan sampai ada orang-orang yang menyalahgunakan gitu. Tapi saya waktu itu nanyanya saya nggak tahu alat yang mana, tapi yang jelas rapid test. Saya nanyanya ada alat yang dibutuhkan, saya kan bilang bahwa banyak orang yang mau tes kesulitan, bahkan dia bilang harganya tuh mahal. Ada yang bilang Rp 700 ribu, Rp 750 ribu, ada yang Rp 2 juta, ada yang Rp 2,5 juta,” sebut Fadli.

“Terus beliau respons ini rapid testnya sedang dibeli. Saya tanya harganya berapa? ‘3,5 Dollar’. Wah murah sekali kalau 3,5 Dollar. Saya kira ini akan banyak menolong. Kalau alat itu akurat, kemudian 3,5 Dollar, ya ibaratnya kalau masyarakat mau membeli atau gratis itu lebih bagus lagi ya kan,” imbuh Fadli Zon.

Rapid test atau pemeriksaan cepat sudah dilakukan pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran virus Corona yang makin massif. Fadli menyebut rapid test massal ini bisa membendung penyebaran Corona.

Lalu, apa tujuan Fadli Zon mengungkapkan harga alat rapid test yang hanya Rp 55 ribuan itu?

“Oh saya hanya mau menyampaikan saja pembicaraan itu, tidak ada maksud lain. Kalau memang harganya segitu, ya negara atau pemerintah jangan mengambil keuntungan dari situ karena ini dibutuhkan oleh rakyat gitu. Dan saya kira itu akan sangat membantu,” sebut Fadli.

Sumber

Categories
Internasional News

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

China Memasuki Tahapan Produksi Massal Antivirus Corona

Lembaga penelitian milik Akademi Kesehatan Militer China mengungkap kesiapan untuk uji coba klinis terhadap vaksin penangkal virus corona (COVID-19). Pimpinan proyek pengembangan vaksin tersebut, Chen Wei, menyebut uji coba tersebut bisa berlangsung dalam waktu dekat saat diwawancarai saluran televisi pemerintah, CCTV.

Otoritas terkait sudah memberi izin terkait pengujian tersebut, untuk memulai langkah menuju produksi massal. Vaksin ini dikembangkan dengan melakukan modifikasi genetis pada virus COVID-19. Metode hampir serupa dilakukan oleh peneliti negara lain, berbekal informasi sekuens virus yang tersedia.

Izin terkait uji coba klinis secara luas sebelum memasuki tahap produksi massal dari vaksin tersebut keluar pada 16 Maret 2020. Penelitian serta pengembangan vaksin penangkal virus corona ini disebut sudah dilakukan secara aman. Chen menyebut pihaknya mematuhi aturan internasional yang ada, untuk mengembangkan vaksin secara efektif.

Tim peneliti ini sudah bekerja sejak mendapatkan informasi genetis virus yang berkembang di Wuhan tersebut pada 26 Januari. Belum diketahui secara persis jangka waktu dari pengujian hingga siap diproduksi secara massal untuk digunakan menanggulangi penyebaran virus corona.

Pengembangan vaksin penangkal virus corona sebelumnya telah diungkap sejumlah negara, serta menjadi harapan positif mengatasi pandemi global itu. Pekan lalu, Amerika Serikat menyebut sudah mulai melakukan pengujian kepada sampel manusia sehat terkait vaksin potensialnya, mRNA-1273.

Amerika Mengembangkan Vaksin Antivirus Corona

Amerika Serikat (AS) tengah mengembangkan vaksin untuk melawan virus Corona Wuhan yang mematikan. Untuk itu, AS mendesak Beijing untuk meningkatkan kerja sama dengan otoritas kesehatan internasional.

Pemerintah AS ingin menempatkan timnya sendiri di lapangan untuk meninjau data mentah dan mempelajari lebih lanjut tentang patogen, yang sejauh ini telah merenggut lebih dari 100 nyawa.

“Kami sudah mulai di NIH dan dengan banyak kolaborator kami tentang pengembangan vaksin,” kata pejabat National Institutes for Health (NIH) Anthony Fauci kepada wartawan seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (29/1/2020).

Israel Mengembangkan Vaksin Antivirus Corona

Menteri Riset dan Tekonologi Israel Ofir Akunis telah mengumumkan saat ini mereka akan mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona (COVID-19). Beberapa minggu lalu Israel melaksanakan penelitian untuk menemukan vaksin tersebut. Vaksin tersebut akan siap untuk turun ke pasar dan diedarkan kepada masyarakat, terutama di berbagai negara terdampak.

“Selamat kepada MIGAL (Institut Penelitian Galilea) atas terobosan yang menarik ini. Saya yakin akan ada kemajuan pesat lebih lanjut, dan memungkinkan kami untuk memberikan respon yang diperlukan terhadap ancaman virus COVID-19,” ungkap Akunis yang dikutip dari Jerusalem Post, Jumat (28/2/2020).

Sebelumnya, tim ilmuwan MIGAL telah mengembangkan vaksin untuk melawan virus bronkitis menular (Infection Bronchitis Virus/IBV). Virus tersebut telah mengakibatkan para unggas juga terserang dan terinfeksi.

Akunis mengatakan dia telah menginstruksikan kepada direktur jenderal kementeriannya untuk mempercepat segala proses perijinan administrasi yang dibutuhkan agar vaksin akan segera cepat diedarkan ke masyarakat. DR. Chen Katz, yaitu pemimpin kelompok bioteknologi MIGAL telah menyatakan, MIGAL akan bertanggung jawab untuk mengembangkan vaksin baru untuk melawan jenis virus corona, namun harus melalui proses regulasi dan uji klinis dalam produksi skala besar.

Sumber 1, 2, 3

Categories
News

Awas Corona Menyerang Anak! Segera Lakukan Pencegahan Seperti Ini

News – Penularan virus corona ke anak-anak ini menambah panjang daftar pasien virus corona pada warga di bawah usia 15 tahun. Hal ini pun pernah terjadi di beberapa negara termasuk Indonesia.

Penularan virus corona pada anak-anak pun sama dengan orang dewasa, yakni melalui cairan (droplet) yang keluar dari mulut penderita penyakit tersebut ketika bersin, batuk, atau hanya berbicara. Droplet ini bisa terlebih dahulu menempel di benda, kemudian tersentuh tangan anak yang digunakan untuk menyeka wajah atau makan.

Anak-anak yang divonis positif virus corona alias COVID-19 biasanya mengalami gejala yang lebih ringan dibanding orang dewasa. Hingga saat ini, pasien COVID-19 yang menunjukkan kondisi fisik yang berat sebagian besar merupakan lansia maupun orang yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskula

  1. Karena cara penularan virus corona pada anak-anak sama dengan orang dewasa, maka tindakan preventif yang harus dilakukan juga sama, yakni:
  2. Memastikan anak sering mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol.
  3. Hindari orang yang terlihat sakit, termasuk batuk dan bersin.
  4. Bersihkan benda-benda yang sering disentuh anak dengan disinfektan, misalnya gagang pintu, kursi, meja, hingga mainannya.
  5. Cuci mainan anak juga dengan air dan sabun atau sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Bila memungkinkan, cuci mainan tersebut menggunakan air hangat.
  6. Bagi orang tua, kurangi kebiasaan mencium atau menyentuh wajah anak Anda.
  7. Jangan membawa anak-anak di kerumunan atau keramaian.
  8. Bagi orang tua yang bekerja, sepulang kerja segera ganti pakaian dan mandi sebelum berinteraksi dengan anak.
  9. Anak-anak tidak perlu menggunakan masker jika tidak sedang demam, batuk, atau pilek. Sebaliknya, jika si kecil memperlihatkan gejala demikian, bawa ia ke pusat layanan kesehatan dengan mengenakan masker dan sebisa mungkin menghindari kontak dengan orang lain.

Beberapa sekolah meliburkan muridnya untuk mencegah dampak virus corona pada anak-anak. Namun bila sekolah anak Anda tidak melakukan kebijakan yang sama, tak perlu panik dan lakukan langkah pencegahan di atas.

Sumber

Categories
News

dr Tompi: Corona Covid 19 Bisa Sembuh Sendiri, Ini Syaratnya

News – Dokter bedah terampil yang juga sekaligus artis, nama aslinya Teuku Adifitrian yang dikenal dengan dokter Tompi mengatakan bahwa Covid-19 termasuk ke dalam virus di mana gejalanya bisa sembuh sendiri atau istilahnya itu self limited diseases.

“Artinya dia ada masanya, akan sembuh dengan sendirinya,” tutur Tompi dalam akun Twitternya @dr_tompi pada Minggu (15/3/2020).

Namun Tompi memberikan catatan. Proses ‘bisa sembuh sendiri’ itu tentu juga harus didukung oleh faktor lain.

Faktor lain tersebut yakni pasien harus bisa lebih kuat mempertahankan tubuh sebelum virus itu akhirnya menghilang.

“Nah, kita tinggal mensupport diri supaya enggak keok duluan sebelum si virusnya yang mampus.”

Jumlah pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya.

Menurut ahli bedah dr Tompi, Covid-19 bisa sembuh dengan sendirinya asalkan ada dorongan dari pasien tersebut untuk bisa lebih kuat daripada virus tersebut.

Di Indonesia, angka penderita terinfeksi juga semakin meningkat. Per Minggu (15/3/2020), kasus positif virus corona Covid-19 bertambah 21, hingga membuat total kasus menjadi 117. Sebanyak 5 orang meninggal dunia dan 8 orang dinyatakan sembuh.

Categories
News

Breaking News: Bertambah 13, Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Jadi 19 Orang

News – Pemerintah menyatakan ada tambahan 13 kasus baru positif virus corona Covid-19 pada Senin (9/3). Dengan demikian, ada 19 kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini, dari sebelumnya sejumlah 6 kasus.

“Hari ini jumlah kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 19. Ini adalah penjumlahan dari yang sudah kami rilis di awal,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/3).

Yurianto mengatakan, pasien yang diidentifikasi dengan kasus nomor 7 merupakan perempuan berusia 59 tahun dengan kondisi sakit ringan hingga stabil. Dia menjelaskan, kasus 7 terkena Covid-19 setelah berkunjung ke negara lain.

Kasus 8 merupakan suami dari kasus 7 dan kondisinya saat ini sedang ke arah berat. “Karena sebelum kontak dengan kasus 7 sudah sakit duluan, tapi bukan karena Covid-19,” kata Yurianto.

Kasus 9 merupakan perempuan berusia 59 tahun dengan kondisi sakit ringan hingga sedang. “Sebagaimana kasus 7 dan 8, kasus 9 terjangkit Covid-19 setelah pergi dari luar negeri. “Pasien ini imported case, bukan bagian dari klaster manapun,” kata Yurianto.

Kasus 10 merupakan laki-laki berkewarganegaraan asing dengan kondisi sakit ringan hingga sedang. Menurut Yurianto, kasus 10 merupakan bagian dari penelusuran terhadap kasus 1.

Kasus 11, WNA perempuan berusia 54 tahun. Kondisi tampak sakit ringan hinga sedang. Ini bagian tracing contact dengan kasus 1,” kata Yurianto.

Kasus 12 merupakan laki-laki berusia 31 tahun. Yurianto mengatakan, kasus 12 mengalami kondisi sakit ringan hingga sedang. Sebagaimana kasus 10 dan 11, kasus 12 juga merupakan hasil penelusuran kontak dari kasus 1.

Selanjutnya pasien dengan identifikasi 13, perempuan berusia 16 tahun. Ini tracing dari sub-klaster pasien nomor 3.

Kasus nomor 14 merupakan laki-laki berusia 50 tahun dengan kondisi sakit ringan hingga sedang. Menurut Yurianto, kasus 14 tertular Covid-19 setelah pergi ke luar negeri.

Kasus 15 merupakan perempuan berusia 43 tahun. “Ini juga imported case,” kata Yurianto.

Kasus 16 merupakan perempuan berusia 17 tahun dan tertular karena melakukan kontak dengan kasus 15.

Kasus 17 merupakan laki-laki berusia 56 tahun yang terjangkit Covid-19.

Sedangkan Kasus 18 merupakan laki-laki berusia 55 tahun. Yurianto mengatakan, kasus 17 dan 18 sama-sama tertular Covid-19 setelah berkunjung ke luar negeri.

“Kasus nomor 19, laki-laki usia 40 tahun. Ini juga imported case,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan itu.

Artikel bersumber dari Katadata.co.id

Categories
News

Sempat Kabur Saat Akan Dikantina, Driver Ojol Diduga Terpapar Virus Corona Akhirnya Ditemukan

Seorang driver ojek online yang menghilang dan sebelumnya sempat dicari karena wajib masuk karantina, akhirnya berhasil ditemukan pada Jumat 6 Maret 2020 malam.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiana mengatakan, Malam itu juga driver ojol suspect virus corona dikarantina di Asrama Haji Batam.

“Alhamdulillah sudah ketemu,” ujarnya, Sabtu, 8 Maret 2020.

Pihak perusahaan tempat pria tersebut bekerja ikut membantu menghubunginya dan saat ini pengemudi tersebut sudah dilakukan karantina.

Tjetjep menceritakan, sama dengan driver ojol yang pertama kali dikarantina, driver ojol yang baru ditemukan ini juga sempat kontak langsung dengan CSS yang juga closed contact dengan VP.

CSS merupakan pembantu rumah tangga di rumah VP di Batam. Adapun VP merupakan warga negara Singapura yang positif corona.

Pihaknya pun mengapresiasi langkah Gojek yang tanggap dan kooperatif dalam membantu menghubungi mitranya.

Swap tenggorokan driver ojol itu sudah diambil dan sudah dikirimkan ke Jakarta untuk proses laborotorium.

Sumber