Categories
News

Diduga Stres Jalani Isolasi, PDP Corona Tewas Lompat dari Lantai 4 RS

Pasien Dalam Pengawasan atau PDP virus corona, diketahui nekat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai empat Rumah Sakit Hermina Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, 17 Mei 2020. Pasien ini berinisial MR.

MR, Sabtu malam, sempat meminta untuk pulang dari Rumah Sakit Hermina Jatinegara, Jakarta Timur. Pasien perempuan berinisial MR adalah berstatus PDP COVID-19 setelah didiagnosa memiliki penyakit pneumonia grafik dan diabetes.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo membenarkan adanya pasien PDP yang melakukan bunuh diri dari gedung rumah sakit.

“Betul, ada yang lompat, peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di Rumah Sakit Hermina Jatinegara, Jakarta Timur. Selanjutnya penanganan terhadap korban dilakukan SOP COVID 19,” ujar Hery dikonfirmasi, Minggu 17 Mei 2020).

Sejauh ini, polisi telah memeriksa dua keterangan saksi yang merupakan pasien satu ruangan perawatan dengan korban dan petugas jaga rumah sakit.

Saksi yang satu ruangan dengan korban di ruang isolasi COVID-19 melihat MR membuka jendela dan langsung keluar dengan cara melompat dari lantai empat.

“Semalam korban sempat minta pulang,” ujarnya.

Sedangkan petugas jaga mengaku sempat mendengar suara benturan keras saat sedang berjaga.

“Ada suara bruk dan saksi mengecek asal suara dan saksi dua melihat korban dalam posisi terlentang di pintu masuk parkir dan diduga loncat dari lantai empat,” ujarnya. (viva)

Categories
News

Kabar Gembira, Vaksin Corona Akan Tersedia untuk Semua Negara di 2021

Dengan lebih dari 4,5 juta kasus yang terinfeksi secara global, virus corona baru atau COVID-19 terus menimbulkan kekacauan di seluruh dunia. Negara-negara di seluruh dunia telah bekerja sama untuk menahan penyebaran COVID-19.

Selain mempelajari lebih lanjut tentang virus ini setiap hari, para ilmuwan dan peneliti medis bekerja secepat mungkin untuk mengembangkan vaksin COVID-19.

Dikutip Times of India, lebih dari 100 vaksin saat ini sedang dikembangkan dalam berbagai tahap uji klinis di seluruh dunia. Delapan kandidat vaksin di antaranya, saat ini sedang dalam tahap uji klinis. Namun, para ahli percaya butuh waktu bertahun-tahun sebelum vaksin COVID-19 siap digunakan untuk manusia.

Salah satu pembuat vaksin COVID-19, perusahaan farmasi Prancis, Sanofi sebelumnya telah mengklaim bahwa pemerintas AS telah melakukan pemesanan terbesar dan telah berinvestasi. Namun, pernyataan yang dikeluarkan oleh kepala eksekutif Sanofi, Paul Hudson, tidak sama dengan pemerintah Prancis.

Sekretaris ekonomi dan keuangan Prancis, Agnes Pannier-Runacher, mengatakan bahwa suatu negara tidak akan mendapatkan akses istimewa dengan alasan memiliki uang. Menangkis kabar tersebut, perusahaan farmasi Prancis merilis pernyataan baru bahwa vaksin akan tersedia untuk semua negara.

Sampai sekarang, Sanofi memiliki dua kandidat vaksin dalam evaluasi praklinis dan telah bermitra dengan produsen obat GlaxoSmithKline (GSK) dari Inggris untuk mengembangkan vaksin. Kedua produsen telah bergandengan tangan untuk mengembangkan vaksin COVID-19 sesegera mungkin dengan menggabungkan sumber daya ilmiah dan teknologi mereka.

Pembuat obat Prancis berharap dapat memproduksi hingga 600 juta dosis vaksin COVID-19 di tahun depan. Kedua perusahaan juga berencana untuk memulai uji klinis pada paruh kedua tahun 2020. Jika berhasil, vaksin ini dapat tersedia untuk publik pada musim gugur 2021.

Pabrik obat telah berbagi tugas untuk memproduksi bagian-bagian dari kandidat vaksin. Sanofi akan fokus pada penargetan lonjakan protein virus corona baru dengan mengembangkan antigen, sementara GSK akan menghasilkan adjuvant, yang membantu dalam meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh dan menghasilkan antibodi.

Situs resmi dari grup farmasi Sanofi Prancis menjelaskan bahwa mereka menggunakan teknologi yang sudah ada yang dirancang untuk influenza, dan mereka menerapkannya pada virus baru yang menyebabkan COVID-19. (viva)

Categories
News

13 Tenaga Medis RSUD Padang Tertular Covid-19 dari Pasien

Padang – Sebanyak 13 tenaga medis RSUD Padang Panjang, Sumatera Barat, positif Covid-19 karena tertular dari pasien.

Para tenaga medis tersebut tertular dari pasien berinisial NS (29), asal Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, ketika dirawat di RSUD Padang Panjang. Kini NS dirawat di RSUP M Djamil, Padang, bersama suaminya yang juga positif Covid-19.

Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, Nuryanuwar, Jumat (1/5). Saat ini para tenaga kesehatan itu dikarantina di RSUD setempat atas permintaan mereka.

“Ada 70 tenaga kesehatan yang sampel swabnya diperiksa laboratorium Universitas Andalas. Semuanya punya riwayat melakukan kontak dalam jarak kurang dari satu meter dengan NS yang masuk IGD RSUD Padang Panjang pada Jumat (24/4). Sebelumnya, NS melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kebun Sikolos, Padang Panjang,” ujarnya.

Nuryanuwar mengatakan bahwa meski positif Covid-19, 13 petugas medis itu tidak mengalami gejala klinis.

Direktur RSUD Padang Panjang, dr Ardoni, mengatakan bahwa sejak NS dinyatakan positif, tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit yang berkontak dengan NS dan keluarga NS sudah karantina di lokasi yang disiapkan pemerintah daerah.

Selain mengarantina 13 petugas kesehatan, pihaknya juga akan menelusuri orang-orang yang melakukan kontak fisik dengan 13 orang tersebut. RSUD Padang Panjang akan mensterilkan semua ruangan yang pernah dilalui 13 tenaga medis tersebut.

“Kami juga akan mengisolasi petugas yang pernah melakukan kontak fisik dengan 13 orang tenaga kesehatan itu,” ucapnya. (adb/jun)

Categories
News

Kasus Corona di Jakarta Turun, Tenaga Medis Ungkap Situasi di Lapangan

Pemerintah mengklaim kasus Covid-19 di Jakarta yang menjadi epidemi penyebaran virus corona di Indonesia, “mengalami perlambatan yang sangat pesat”, namun sehari setelahnya penambahan kasus di Jakarta kembali melampaui 100 orang.

Data fluktuatif ini seiring banyaknya orang tanpa gejala dan warga yang bergerak di Jakarta `masih sekitar 30-50%`.

Meski mengakui penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di ibu kota selama dua pekan terakhir telah menunjukkan hasil, namun pakar pemodelan matematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Nuning Nuriani menekankan pemerintah perlu mewaspadai puncak kasus yang diperkirakan akan terjadi akhir Mei atau awal Juni.

Sebelumnya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Doni Monardo menyebut kasus positif Covid-19 di Jakarta “mengalami perlambatan yang sangat pesat dan saat ini sudah mengalami flat”.

Kasus Covid-19 diprediksi capai lebih dari 8.000, seperti apa kapasitas kesehatan Indonesia?
Presiden Jokowi pilih `pembatasan sosial dalam skala besar`, warga mulai sortir pendatang
Menkes terbitkan pedoman pelaksanaan PSBB, apa bedanya dengan pembatasan yang sudah terjadi?

Akan tetapi, perawat rumah sakit darurat Covid-19 di Wisma Atlet, Jakarta yang menangani pasien di high care unit (HCU), Kamal Putra Pratama mengungkapkan fenomena kasus di lapangan justru tidak berkurang.

“Fenomenanya kita lihat di lapangan tidak berkurang. Kami kan ada beberapa bagian, ada yang di rawat inap, UGD, dan HCU-high care unit. Tren [pasien] di HCU saat ini berkurang memang, tapi tren [pasien] di UGD kita belum tahu ada berapa, sedangkan kalau data hariannya lumayan banyak,” uja Putra kepada BBC News Indonesia, Selasa (28/04). (viva)

Categories
News

Peringatan Penting dari WHO, Ya Ampun, Semoga Seluruh Manusia di Dunia Kuat dan Sabar

Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan bahwa pandemi virus corona jenis baru COVID-19 masih jauh dari selesai.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta negara-negara di dunia untuk terus menemukan, mengisolasi, mengetes dan merawat setiap kasus serta melacak setiap kontak untuk memastikan tren penurunan kasus COVID-19 terus berlangsung.

“Saya ulangi, pandemi jauh dari selesai,” kata Tedros dalam konferensi pers secara live streaming di Genewa, Swiss, yang diakses dari Jakarta, Senin (27/4) malam.

Menurut dia, WHO masih prihatin terjadinya peningkatan kasus infeksi virus Corona tipe baru di sejumlah negara di Afrika, Eropa Timur, Amerika Latin dan beberapa negara di Asia.

Banyak kasus yang tidak terlaporkan di wilayah tersebut disebabkan rendahnya kapasitas melakukan tes.

Karenanya WHO akan terus memberikan dukungan peningkatan kapasitas dan menyuplai peralatan uji tersebut melalui penerbangan solidaritas, dan lebih dari 40 negara di Afrika akan menerimanya.

Selain itu, Tedros juga mengatakan akan mengirim alat pelindung diri (APD) ke sekitar 105 negara dan perlengkapan laboratorium ke sekitar 127 negara. Bantuan-bantuan tersebut akan mulai dikapalkan minggu depan.

Estimasi kebutuhan tenaga medis juga dilakukan. WHO, ujar dia, berkomitmen melakukan apa saja untuk membantu.

Namun dirinya juga mengingatkan dukungan politik dan peran parlemen juga sangat penting bagi satu negara untuk dapat melawan pandemi COVID-19 tersebut.

“Besok saya akan berpartisipasi dalam webminar parlementarian yang dilakukan PBB untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan menghadapi wabah ini” ujar dia.

Untuk dapat mencegah wabah berikutnya, menurut Tedros, persatuan nasional menjadi dasar untuk solidaritas global. “Solidaritas, solidaritas, solidaritas. Kami akan mengatakan itu setiap hari”.

Sebelumnya, ia juga mengatakan perihal pentingnya vaksin untuk mengontrol virus tersebut.

Keberhasilan mengembangkan vaksin dan obat yang efektif untuk Ebola mengingatkan semua pentingnya nilai dari kolaborasi nasional dan internasional untuk mengembangkan vaksin COVID-19.

Pengembangan vaksin untuk COVID-19 dipercepat karena WHO dan sejumlah rekan sudah melakukan pengembangan vaksin untuk virus Corona lainnya termasuk SARS dan MERS.

Impak dari SARS-CoV-2 tersebut sangat menjadi perhatian untuk pelayanan kesehatan lainnya, terutama untuk anak-anak.

Angka kerentanan anak-anak tertular COVID-19 dan menyebabkan kematian memang lebih rendah.

Namun, menurut Tedros, anak-anak memiliki risiko tinggi dari penyakit lainnya yang dapat dicegah melalui vaksin.

“Ini adalah minggu imunisasi dunia. Imusasi adalah cerita sukses dari sejarah kesehatan dunia. Lebih dari 20 pernyakit dapat dicegah dengan vaksin, setiap tahun lebih dari 116 juta infan divaksinasi atau 86 persen bayi lahir yang lahir secara global,” ujar dia.

Tapi masih ada 13 juta anak seluruh dunia yang terlewat dari vaksinasi. “Dan kita ketahui angkanya akan meningat karena COVID-19. Kampanye vaksin polio telah ditunda, di beberapa negara imunisasi rutin sedang dihentikan”.

Bahkan ketika pelayanan vaksin beroperasi, beberapa orang tua dan walinya menghindari membawa anak-anak mereka untuk divaksinasi karena pertimbangan COVID-19. (antara/jpnn)

Categories
News

Target Pemerintah: Juni Angka Corona Turun, Juli Hidup Normal

Jakarta – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyatakan terdapat perkiraan bahwa masyarakat Indonesia sudah bisa kembali hidup normal pada Juli mendatang.

“Presiden (Joko Widodo) meminta kita semua untuk bisa bekerja lebih keras lagi dan juga mengajak masyarakat agar lebih patuh, lebih disiplin, dan aparat bisa lebih tegas agar pada Juni kita mampu menurunkan kasus COVID di Indonesia, sehingga Juli diharapkan kita bisa mengawali hidup normal kembali,” ujar Doni dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin.

Doni menyampaikan hal tersebut usai rapat terbatas intern, bersama jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, dan dipimpin Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Doni juga meminta seluruh kementerian, lembaga terkait, serta pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai imbauan soal upaya pencegahan penyebaran virus corona baru dengan berbagai bahasa yang mudah dimengerti masyarakat.

“Imbauan-imbauan harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat, perlu gunakan bahasa daerah. Tidak mudik, protokol kesehatan jaga jarak, cuci tangan,” ujar dia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu meminta aparat penegak hukum dan jajaran pemerintah daerah untuk lebih tegas mengingatkan kepada masyarakat agar tidak ada membuat kerumunan saat masa pandemi dan mematuhi ketentuan pembatasan jarak fisik (physical distancing).

“Ketika jaga jarak diharapkan satu sama lain harus bisa tingkatkan kesadaran kolektif,” ujar Doni.

Hingga pekan terakhir di April 2020 ini, menurut Doni, terjadi penurunan jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat. Itu artinya terjadi kenaikan jumlah pasien positif COVID-19 yang sembuh.

“Saat ini terdapat (pasien positif COVID-19) sebanyak 7.032 orang (dirawat) yang dilihat dari jumlah tempat tidur yang terdapat di ruang isolasi Rumah Sakit sebanyak 10.179 tempat tidur, artinya kabar gembira,” ujarnya.

Menurut data Kementerian Kesehatan, dari angka itu, sebanyak 1.107 pasien telah dinyatakan sembuh dan 743 pasien meninggal dunia.

Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebesar 209.040 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebesar 19.648 orang. (Antara/gil)

Categories
News

Dari Rutan, Eks Menkes Siti Fadilah Surati Jokowi soal Corona

Jakarta – Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyurati Presiden Joko Widodo terkait dengan solusi percepatan penanganan penularan virus corona (Covid-19).

Dalam tulisan yang dibuat di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jumat (24/4), Siti mengatakan salah satu upaya efektif untuk menekan angka penularan adalah dengan melakukan screening massal serentak. Jika tidak bisa semua wilayah, cukup di zona merah.

Siti memandang upaya screening massal serentak akan mendukung keberhasilan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia. Ia menyatakan nantinya antara yang positif dan negatif dapat dipisahkan.

“Pisahkan yang positif. Dari yang positif ini ada yang simptomatik atau bergejala dan ada 90 persen yang asimptomatik atau tidak bergejala. Setelah jelas terpilah, maka bisa dilakukan PSBB dengan aman,” tulis Siti dalam surat tersebut.

Pengacara Siti, Kholidin, Senin (27/4) membenarkan kliennya menulis surat untuk Jokowi.

Terkait dengan screening massal serentak ini, Siti berujar bahwa yang dibutuhkan adalah rapid test yang sensitif, dengan false negative rendah.

“Sebaiknya rapid test yang digunakan adalah yang molecular base,” tuturnya.

Sementara itu, ia mengungkapkan sebaiknya primer atau reagen pada Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi virus sebaiknya menggunakan primer atau reagen yang dibuat sendiri dan berasal dari virus corona strain Indonesia. Hal itu bertujuan agar deteksi virus lebih valid.

Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya memproduksi reagen PCR. Saat ini masih dalam tahap pengujian. Selama ini, Indonesia masih mengimpor reagen PCR, salah satunya dari Korea Selatan. Reagen adalah cairan yang digunakan untuk mengetahui reaksi kimia, dalam hal ini untuk mendeteksi infeksi covid-19.

Siti juga menyoroti pemenuhan dasar warga dalam menjalani masa PSBB. Menurut dia, masih terdapat warga di tingkat bawah yang belum mendapatkan bantuan sosial. Dia meminta Pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan bantuan sosial di daerah-daerah yang memberlakukan PSBB.

“Mohon maaf, pak, rakyat kita butuh kerja hanya untuk bisa makan setiap hari. Sementara itu sampai saat ini dapur-dapur umum belum serius didirikan oleh para lurah dan kepala desa,” imbuhnya.

“Demikian halnya dengan rumah-rumah karantina buat ODP dan PDP yang seharusnya sudah ada ditingkatan desa dan kelurahan,” lanjutnya.

Siti pun menyoroti keberadaan bidan-bidan desa di bawah Kementerian Kesehatan yang biasa melakukan door to door memeriksa kesehatan warga di desa. Ia mengungkapkan bahwa bidan desa dan Posyandu bisa menjadi ujung tombak untuk melakukan monitoring dan evaluasi, maupun screening.

“Pak Jokowi yang baik, pada bapaklah kami semua rakyat Indonesia menggantungkan keselamatan masa depan bangsa dan negara ini. Semoga kita bisa secepatnya menang dari wabah Corona,” kata Siti. (ryn/ain)

Categories
Tips

Tips Aman Berbelanja di Masa Pandemi Covid-19

Jakarta – Bulan Ramadan sudah tiba, sayang, pandemi Covid-19 belum juga mau pergi. Padahal, banyak yang sudah merindukan berbagai tradisi selama bulan Ramadan, seperti salat tarawih, buka bersama kerabat, mudik lebaran, berbelanja makanan untuk berbuka puasa, dan masih banyak lagi.

Kegiatan berbelanja menjadi lebih penting selama bulan Ramadan. Semua orang tentunya ingin menyajikan makanan terbaik sebagai menu sahur dan berbuka untuk keluarganya. Namun, di tengah pandemi ini, apakah aman untuk berbelanja ke luar rumah? Belum lagi kita semua terus dianjurkan untuk tetap berada di rumah saja agar menekan angka penularan virus.

Menurut penelitian, virus corona baru atau SARS-CoV-2 memiliki kemungkinan kecil untuk bisa menular lewat makanan.

Meski begitu, virus corona baru tetap saja dapat bertahan hidup di permukaan, seperti plastik atau kardus, yang biasa digunakan sebagai pembungkus makanan, dan bukan tidak mungkin jika permukaan-permukaan ini telah tersentuh oleh orang yang terinfeksi Covid-19.

Ini membuat kita harus ekstra hati-hati saat harus berbelanja kebutuhan makanan di luar rumah.

Ada beberapa tips cara aman berbelanja di tengah pandemi Covid-19 ini, yakni:

  1. Orang yang paling sehat dari seluruh anggota keluarga yang harus ke luar rumah untuk membeli bahan makanan dan barang-barang penting lainnya.
  2. Jangan lupa untuk memakai masker kain untuk menghindari penularan virus. Hindari menyentuh bagian depan dan dalam masker.
  3. Bawalah selalu hand sanitizer saat Anda pergi berbelanja.
  4. Pastikan untuk membersihkan tangan Anda dengan hand sanitizer setelah menyentuh buah-buahan, sayuran, uang, gagang pintu, plastik atau keranjang belanja, dan lain-lain.
  5. Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang masih kotor.
  6. Setelah kembali ke rumah, tinggalkan tas atau plastik belanjaan di luar dan cuci tangan Anda dengan sabun dan air yang mengalir setidaknya selama 20 detik.

Lalu, bagaimana cara membersihkan barang belanjaan Anda?

  1. Bersihkan kotak atau kaleng berisi makanan dengan kain basah atau cuci dulu sebelum menyimpannya untuk mengurangi kemungkinan virus yang menempel di barang belanjaan Anda.
  2. Cuci buah dan sayuran dengan baik di bawah air mengalir selama setidaknya 20 hingga 30 detik, dan untuk sayuran seperti kentang dan wortel gunakan sikat untuk menggosoknya, lalu biarkan hingga kering.
  3. Hindari mencuci buah dan sayuran dengan sabun karena dapat mencemari makanan dan dapat menyebabkan diare atau muntah setelah dikonsumsi.
  4. Setelah mencuci tangan, buang plastik bekas belanjaan di tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan lagi setelah Anda membuangnya.
  5. Setelah selesai mencuci buah dan sayuran, simpan di tempat yang bersih atau simpan di dalam lemari es.
  6. Jika Anda menggunakan tas kain untuk berbelanja, pastikan cuci dengan sabun atau detergen dan air, lalu keringkan sebelum Anda menggunakannya lagi.
Categories
News

Pemimpin Dunia Janji Percepat Obat Sembuh dan Vaksin Covid-19

Jenewa – Para pemimpin dunia berjanji untuk mempercepat pekerjaan untuk pengujian serta penyediaan obat dan vaksin Covid-19 yang akan dibagikan ke seluruh dunia. Namun, Amerika Serikat (AS) tidak ikut bergabung dalam inisiatif percepatan yang diluncurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa bergabung dalam konferensi video untuk meluncurkan inisiatif yang disebut WHO sebagai “kolaborasi penting” untuk memerangi pandemi virus corona (Covid-19).

Tujuannya adalah mempercepat pengembangan obat-obatan yang aman dan efektif, pengujian, dan vaksin untuk pencegahan, serta diagnosa dan perawatan Covid-19. Mereka juga memastikan akses perawatan yang sama untuk kaya dan miskin.

“Kita menghadapi ancaman bersama yang hanya bisa dikalahkan dengan pendekatan bersama,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat membuka pertemuan virtual tersebut, Jumat (24/4/2020).

“Pengalaman telah memperlihatkan sekalipun alat telah tersedia, mereka tidak tersedia secara sama untuk semua. Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi,” tambah Tedros.

Selama pandemi flu babi H1N1 pada 2009, muncul kritik akibat distribusi vaksin tidak merata sebab negara-negara kaya bisa membeli lebih banyak.

“Kita harus memastikan orang-orang yang membutuhkan mendapatkannya. Pelajaran dari AIDS harus diingat. Terlalu banyak jutaan orang meninggal sebelum obat-obatan anti-retovirus dapat diakses secara luas,” kata kepala dana global untuk melawan AIDS, tuberkulosis, dan malaria, Peter Sands.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, mengatakan tujuan dari upaya janji global pada 4 Mei adalah mengumpulkan 7,5 miliar euro (Rp 126 triliun) untuk meningkatkan pencegahan, diagnostik, dan perawatan.

“Ini hanya langkah pertama, tapi lebih banyak lagi yang dibutuhkan di masa depan,” katanya.

Para pemimpin dari Asia, Timur Tengah, dan Amerika juga bergabung dalam konferensi video WHO itu, namun beberapa negara besar tidak berpartisipasi termasuk Tiongkok, India, dan Rusia. Juru bicara untuk misi AS di Jenewa telah menyatakan AS tidak akan bergabung.

CEO aliansi vaksi, GAVI, Dr. Seth Berkley mengatakan lebih dari 100 vaksin potensial untuk Covid-19 sedang dikembangkan, termasuk enam diantaranya sudah masuk uji klinis.

“Kita harus memastikan terdapat cukup vaksin untuk semua orang. Kami membutuhkan kepemimpinan global untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan para kandidat vaksin,” kata Berkley dalam konferensi pers di Jenewa.

Lebih dari 2,7 juta orang telah terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia dan lebih dari 190.000 orang telah meninggal dunia. “Saat diagnostik, perawatan, dan vaksin sudah tersedia, kami punya tanggung jawab untuk mengeluarkannya secara adil dengan pemahaman bahwa seluruh nyawa sama berharganya,” kata Melinda Gates dari Yayasan Gates, yang menjadi donatur terbesar kedua untuk WHO pada 2019. (BS)

Categories
Resep

Resep Tim Medis Hilangkan Kejenuhan Pasien Corona

Surabaya – Menjalani isolasi di rumah sakit selama 14 hari tanpa kunjungan dari sanak saudara menjadi risiko pasien positif Corona. Rasa jenuh, stress dan ingin pulang karena merindukan keluarga pun dirasakan tiap pasien.

Namun, untuk menghilangkam kejenuhan yang dapat memicu pasien stress, RS Unair Surabaya tak hanya memberikan beberapa fasilitas kepada pasien Corona. Tetapi juga memberikan beberapa metode yang bisa dilakukan pasien bersama dengan tenaga medis.

Salah satu metode itu adalah melakukan senam bersama. Senam yang diterapkan RS Unair ini untuk meningkatkan imun pasien dan membiasakan pasien hidup sehat dengan berolahraga.

“Biasanya kita mengajak senam bersama dengan gerakan tubuh ringan,” kata salah satu perawat COVID-19 di RS Unair Surabaya Nissa Aruming Sila saat dihubungi detikcom, Selasa (21/4/2020).

Metode senam ini merupakan ide dari RS Unair sendiri. Dengan senam ini, Nissa mengatakan, pasien juga bisa sambil mengedukasi pasien lain jika mereka suda sembuh. Salah satunya dengan melakukan senam.

“Kreativitas gerakan simple biar bisa meng eksersais. Mereka takut akan kondisinya, karena ini dianggap memtikan oleh masyarakat,” jelasnya.

Hal ini juga salah satu untuk menghibur pasien. Sebab, mereka sendirian di rumah sakit tanpa ada keluarga yang mendampingi. Selain senam, para tenaga medis juga menerima curhat para pasien sambil memberikan edukasi.

Para tenaga medis dan pasien juga tak jarang bertukar cerita sambil bercanda. Hal itu juga sebagai salah satu cara saling menghilangkan jenuh dan stres.

“Ada yang mengajak curhat lama, diajak ngobrol, kadang kita becanda-becanda menghibur diri,” katanyam

Jika pasien yang dirawat mengaku takut akan penyakit ini, jelas Niss, pihaknya pun merasa takut stigma negaitf dari masyarakat.

“Nggak boleh dijenguk keluarga merasa sendirian. Belum lagi kalau pulang gimana, karena stigma masyarakat. Mereka takut, kita juga takut,” pungkasnya. (fat/fat)