Categories
Resep

92 Persen Pasien Covid-19 di Cina Sembuh, Ilmuwan Cina Bagikan Resep Obatnya

Saat ini Cina menjadi negara dengan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 tertinggi di dunia.

 

Menurut data Johns Hopkins University, sampai Rabu (1/4/2020) Cina memiliki 82.294 kasus positif, dengan 76.206 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Artinya, tingkat kesembuhan Covid-19 di Cina sudah mencapai sekitar 92 persen.

Angka itu amat jauh melampaui tingkat kesembuhan di negara-negara lain, seperti:

  1. Korea Selatan: 56 persen
  2. Jerman: 22 persen
  3. Spanyol: 20 persen
  4. Italia: 14 persen
  5. Amerika Serikat: 3 persen

Setelah ‘sukses’ melawan wabah Covid-19 di negerinya, kini Cina pun berkomitmen mengerahkan kekuatannya untuk membantu negara lain.

Komitmen itu ditegaskan Letnan Jenderal He Lei, perwakilan Akademi Sains Militer Cina, dalam siaran pers di media milik Partai Komunis Cina Global Times, pekan lalu (28/3/2020).

“Perjuangan Cina melawan pandemi terus berlanjut, (Cina) membantu hampir 100 negara dan organisasi internasional seperti Jepang, Korea Selatan, Italia, dan Uni Eropa dengan peralatan, teknologi, dan ahli-ahli medis yang diperlukan untuk mengontrol pandemi,” kata He Lei.

“Dukungan yang diberikan Cina ini menunjukkan tanggung jawab sebuah negara besar,” tukasnya.

Ilmuwan Cina Bagikan Resep Pengobatan Covid-19

Sejalan dengan komitmen tadi, Cina kini sudah membagikan resep pengobatan mereka kepada dunia lewat konferensi video internasional yang disiarkan China Global Television Network (CGTN), Minggu (29/3/2020).

Dalam konferensi itu, tim ahli medis Cina menjelaskan bahwa mereka menangani pasien Covid-19 dengan memadukan ‘pengobatan Barat’ (western medicine) dan obat tradisional Cina. Siaran lengkapnya bisa dilihat di kanal Youtube CGTN.

Keunggulan obat tradisional Cina juga dijelaskan lebih lanjut oleh Tan Xudong, peneliti dari Akademi Sains Medis Cina di China Daily, Rabu (1/4/2020).

“Meski obat tradisional Cina tidak efisien dalam menonaktifkan virus Korona baru, obat ini meningkatkan imun tubuh manusia dan mengurangi peradangan (akibat Covid-19),” jelas Xudong.

“Efek klinis menunjukkan bahwa obat tradisional Cina efektif untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang, seperti demam, batuk, dan nyeri tubuh.”

“Untuk pasien (Covid-19) parah yang mengalami hipoksia (kekurangan oksigen), obat tradisional Cina juga mampu meredakan gejala-gejalanya, seperti demam, batuk, dan sesak napas,” tukasnya. (kbr)

Categories
News

Mengenal Obat Carrimycin yang Digunakan China untuk Covid-19

China – Obat Carrimycin menambah daftar panjang obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan infeksi virus Corona (Covid-19). Setelah Remdesivir, Chloroquine, serta Lopinavir dan Ritonavir, China menggunakan obat Carrimycin untuk mengatasi Covid-19.

Carrimycin merupakan obat yang baru disetujui oleh badan pengawas produk medis China pada Juni 2019 lalu. Obat ini dikembangkan oleh tim yang dikepalai Profesor Yiguang Wang dari Institute of Medicinal Biotechnology bersama Shenyang Tonglian Group Co. Ltd. China memegang hak kekayaan intelektual obat ini.

Carrimycin dibuat untuk mengobati infeksi saluran pernapasan atas. Obat ini memiliki sifat antibakteri yang kuat. Para ahli di China lantas mencoba menggunakan obat ini untuk pasien positif virus corona.

Rumah Sakit Youan di Beijing telah memulai penelitian terkait penggunaan Carrimycin. Studi fase 4 sudah dipublikasikan di Clinicaltrials.gov pada 27 Februari lalu.

Peneliti melihat kemanjuran dan keamanan Carrimycin untuk Covid-19 dengan menguji efektivitasnya pada 520 pasien yang tersebar di sejumlah rumah sakit di China. Pasien ini berada pada rentang usia 18-70 tahun dengan gejala ringan, sedang, dan berat

Peneliti akan melihat penurunan gejala berupa demam, radang paru, dan keberadaan virus di tubuh.

Profesor Yiguang Wang yang mengembangkan obat ini dipercaya menjadi pemimpin penelitian ini. Pemerintah China ikut membiayai penelitian ini.

Hingga saat ini, peneliti masih menganalisis efektivitas obat Carrimycin untuk Covid-19. Hasil penelitian diperkirakan keluar dalam beberapa pekan ke depan. (ptj/NMA)

Categories
Internasional News

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

China Memasuki Tahapan Produksi Massal Antivirus Corona

Lembaga penelitian milik Akademi Kesehatan Militer China mengungkap kesiapan untuk uji coba klinis terhadap vaksin penangkal virus corona (COVID-19). Pimpinan proyek pengembangan vaksin tersebut, Chen Wei, menyebut uji coba tersebut bisa berlangsung dalam waktu dekat saat diwawancarai saluran televisi pemerintah, CCTV.

Otoritas terkait sudah memberi izin terkait pengujian tersebut, untuk memulai langkah menuju produksi massal. Vaksin ini dikembangkan dengan melakukan modifikasi genetis pada virus COVID-19. Metode hampir serupa dilakukan oleh peneliti negara lain, berbekal informasi sekuens virus yang tersedia.

Izin terkait uji coba klinis secara luas sebelum memasuki tahap produksi massal dari vaksin tersebut keluar pada 16 Maret 2020. Penelitian serta pengembangan vaksin penangkal virus corona ini disebut sudah dilakukan secara aman. Chen menyebut pihaknya mematuhi aturan internasional yang ada, untuk mengembangkan vaksin secara efektif.

Tim peneliti ini sudah bekerja sejak mendapatkan informasi genetis virus yang berkembang di Wuhan tersebut pada 26 Januari. Belum diketahui secara persis jangka waktu dari pengujian hingga siap diproduksi secara massal untuk digunakan menanggulangi penyebaran virus corona.

Pengembangan vaksin penangkal virus corona sebelumnya telah diungkap sejumlah negara, serta menjadi harapan positif mengatasi pandemi global itu. Pekan lalu, Amerika Serikat menyebut sudah mulai melakukan pengujian kepada sampel manusia sehat terkait vaksin potensialnya, mRNA-1273.

Amerika Mengembangkan Vaksin Antivirus Corona

Amerika Serikat (AS) tengah mengembangkan vaksin untuk melawan virus Corona Wuhan yang mematikan. Untuk itu, AS mendesak Beijing untuk meningkatkan kerja sama dengan otoritas kesehatan internasional.

Pemerintah AS ingin menempatkan timnya sendiri di lapangan untuk meninjau data mentah dan mempelajari lebih lanjut tentang patogen, yang sejauh ini telah merenggut lebih dari 100 nyawa.

“Kami sudah mulai di NIH dan dengan banyak kolaborator kami tentang pengembangan vaksin,” kata pejabat National Institutes for Health (NIH) Anthony Fauci kepada wartawan seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (29/1/2020).

Israel Mengembangkan Vaksin Antivirus Corona

Menteri Riset dan Tekonologi Israel Ofir Akunis telah mengumumkan saat ini mereka akan mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona (COVID-19). Beberapa minggu lalu Israel melaksanakan penelitian untuk menemukan vaksin tersebut. Vaksin tersebut akan siap untuk turun ke pasar dan diedarkan kepada masyarakat, terutama di berbagai negara terdampak.

“Selamat kepada MIGAL (Institut Penelitian Galilea) atas terobosan yang menarik ini. Saya yakin akan ada kemajuan pesat lebih lanjut, dan memungkinkan kami untuk memberikan respon yang diperlukan terhadap ancaman virus COVID-19,” ungkap Akunis yang dikutip dari Jerusalem Post, Jumat (28/2/2020).

Sebelumnya, tim ilmuwan MIGAL telah mengembangkan vaksin untuk melawan virus bronkitis menular (Infection Bronchitis Virus/IBV). Virus tersebut telah mengakibatkan para unggas juga terserang dan terinfeksi.

Akunis mengatakan dia telah menginstruksikan kepada direktur jenderal kementeriannya untuk mempercepat segala proses perijinan administrasi yang dibutuhkan agar vaksin akan segera cepat diedarkan ke masyarakat. DR. Chen Katz, yaitu pemimpin kelompok bioteknologi MIGAL telah menyatakan, MIGAL akan bertanggung jawab untuk mengembangkan vaksin baru untuk melawan jenis virus corona, namun harus melalui proses regulasi dan uji klinis dalam produksi skala besar.

Sumber 1, 2, 3