Categories
News

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Pengamat: Itulah Risiko Jika Anies Masih Dianggap Saingan Pusat

Jakarta – Jauh sebelum pemerintah pusat berpikir akan melakukan lockdown, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membuat skenario karantina wilayah untuk DKI Jakarta.

Namun langkah Anies tersebut tak bisa dieksekusi, karena kewenangan soal karantina ada di pemerintah pusat. Sayang, langkah pemerintah pusat dalam menghadapi wabah corona ini ternyata lamban.

Akibatnya, jumlah pasien yang dinyatakan terjangkit Coronavirus Disease (Covid-19) setiap hari terus bertambah secara signifikan.

“Itulah risiko jika Anies masih dianggap saingan bagi pusat. Kita tahu dan masyarakat pun tahu, Anies paling awal dan terdepan dalam memerangi Corona,” ujar pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (30/3).

Ujang melanjutkan, begitu tahu corona menyebar di Jakarta, Anies dengan sigap langsung meliburkan sekolah dan menutup tempat wisata untuk mengurangi penyebaran virus.

Berbeda dengan pusat yang bergerak sangat lamban. Bahkan para pejabat tinggi negara berpikir corona tak bisa masuk ke Indonesia. Ditunjukkan melalui pernyataan-pernyataan bernada meremehkan virus yang membuat panik nyaris seluruh dunia.
“Pemerintah pusat menutup-nutupi dari awal. Lamban. Saatnya lakukan sinergi yang lebih baik antara pusat dan daerah dalam melawan corona,” pungkasnya

Artikel ini telah tayang di Rmol.id

Categories
News

Ini Cara Cerdas Anies Hadapi Serangan Virus Corona

News – Bagaimana cara cerdas Anies menghadapi virus corona? Dikutip dari demokrasi.co. id, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada warganya apabila merasakan gejala-gejala mirip seperti terjangkit virus corona untuk segera melaporkan hal tersebut melalui call center 112 atau 119 dan jangan langsung menuju fasilitas kesehatan.

“Mengapa begitu? Karena bila sampai hal itu terkonfirm (positif corona), untuk mengurangi potensi penularan, kami yang akan jemput. Penelepon akan didatangi dan akan dibawa ke fasilitas kesehatan,” ungkap Anies saat melakukan Konferensi pers di ruang Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/3).

“Kalau datang sendiri nanti diperjalanan punya potensi penularan. Di ruang tunggu punya potensi penularan. Jadi tinggal di tempat anda berada kami yg akan jemput. SOP nya begitu,” tegas Anies melanjutkan.

Anies pun memastikan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan tenaga medis serta fasilitas yang cukup untuk merespon itu semua.

“Tapi semuanya dilakukan lewat telepon terlebih dahulu,” jelas Anies.

“Kemudian, Pemprov juga tidak akan mengeluarkan perizinan baru untuk kegiatan perkumpulan orang dalam jumlah yang besar,” ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/3/2020).

Sementara itu, izin keramaian yang sudah keluar juga akan dikaji juga. “Dan yang sudah terlanjur keluar izinnya, akan di-review kembali,” kata Anies.

Akan mengakui Jakarta dalam kondisi genting karena ditemukan dua orang positif Corona di Indonesia sehingga dia meminta jajarannya segera memberi respons.

“Kemudian kita menyadari ini situasi urgent atau situasi genting, karena itu segalanya harus dikerjakan dengan cepat dan harus responsif,” ucap Anies.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kasus pertama corona di Indonesia. Mereka adalah seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya yang berusia 31 tahun.

Keduanya terinfeksi dari warga Jepang yang pernah berkunjung ke Indonesia.