Categories
News

Jika Lolos Uji, J&J Produksi 1 Miliar Vaksin COVID-19 Setahun

Jakarta – Pengembang peralatan medis Amerika Serikat, Johnson & Johnson (J&J), berencana memproduksi antara 600-900 juta dosis vaksin virus corona baru pada akhir kuartal pertama 2021, jika uji coba manusia berjalan sesuai rencana. Bahkan, perusahaan menargetkan membuat 1 miliar dosis atau lebih setiap tahunnya.

Akhir bulan lalu J&J mengatakan akan mulai melakukan pengujian pada manusia dengan vaksin eksperimental untuk virus corona pada September dan akan tersedia untuk otorisasi penggunaan darurat pada awal 2021, demikian dikutip laman CNBC, Selasa, 14 April 2020.

J&J berkomitmen menginvestasikan lebih dari US$ 1 miliar dalam kemitraan dengan Federal Biomedical Advanced Research and Development Authority –bagian dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, untuk mendanai bersama penelitian vaksin.

CEO J&J Alex Gorsky menegaskan kepada investor bahwa pembuat obat di Amerika Serikat akan memberikan vaksin tidak berbasis keuntungan untuk penggunaan darurat.

“Saya dan J&J berkomitmen melakukan bagian kami untuk membuat vaksin COVID-19 tersedia dan terjangkau secara global secepatnya. Perusahaan akan berada di posisi yang baik untuk membantu mendorong perang melawan pandemi,” ujar dia, seperti dikutip laman EHS Today.

Virus corona, yang muncul di Cina lebih dari tiga bulan lalu itu, telah menginfeksi hampir 2 juta orang di seluruh dunia, menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University. Sampai saat ini, belum ada terapi yang terbukti untuk mengobati COVID-19 dan vaksin ditargetkan pengembangannya bisa memakan waktu 12-18 bulan.

Uji coba manusia pertama vaksin potensial untuk mencegah COVID-19 dimulai pada 16 Maret lalu oleh perusahaan biotek Moderna. Perusahaan itu bekerja sama dengan National Institutes of Health, lembaga di dalam Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan. (tempo)

Categories
Internasional News

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

China Memasuki Tahapan Produksi Massal Antivirus Corona

Lembaga penelitian milik Akademi Kesehatan Militer China mengungkap kesiapan untuk uji coba klinis terhadap vaksin penangkal virus corona (COVID-19). Pimpinan proyek pengembangan vaksin tersebut, Chen Wei, menyebut uji coba tersebut bisa berlangsung dalam waktu dekat saat diwawancarai saluran televisi pemerintah, CCTV.

Otoritas terkait sudah memberi izin terkait pengujian tersebut, untuk memulai langkah menuju produksi massal. Vaksin ini dikembangkan dengan melakukan modifikasi genetis pada virus COVID-19. Metode hampir serupa dilakukan oleh peneliti negara lain, berbekal informasi sekuens virus yang tersedia.

Izin terkait uji coba klinis secara luas sebelum memasuki tahap produksi massal dari vaksin tersebut keluar pada 16 Maret 2020. Penelitian serta pengembangan vaksin penangkal virus corona ini disebut sudah dilakukan secara aman. Chen menyebut pihaknya mematuhi aturan internasional yang ada, untuk mengembangkan vaksin secara efektif.

Tim peneliti ini sudah bekerja sejak mendapatkan informasi genetis virus yang berkembang di Wuhan tersebut pada 26 Januari. Belum diketahui secara persis jangka waktu dari pengujian hingga siap diproduksi secara massal untuk digunakan menanggulangi penyebaran virus corona.

Pengembangan vaksin penangkal virus corona sebelumnya telah diungkap sejumlah negara, serta menjadi harapan positif mengatasi pandemi global itu. Pekan lalu, Amerika Serikat menyebut sudah mulai melakukan pengujian kepada sampel manusia sehat terkait vaksin potensialnya, mRNA-1273.

Amerika Mengembangkan Vaksin Antivirus Corona

Amerika Serikat (AS) tengah mengembangkan vaksin untuk melawan virus Corona Wuhan yang mematikan. Untuk itu, AS mendesak Beijing untuk meningkatkan kerja sama dengan otoritas kesehatan internasional.

Pemerintah AS ingin menempatkan timnya sendiri di lapangan untuk meninjau data mentah dan mempelajari lebih lanjut tentang patogen, yang sejauh ini telah merenggut lebih dari 100 nyawa.

“Kami sudah mulai di NIH dan dengan banyak kolaborator kami tentang pengembangan vaksin,” kata pejabat National Institutes for Health (NIH) Anthony Fauci kepada wartawan seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (29/1/2020).

Israel Mengembangkan Vaksin Antivirus Corona

Menteri Riset dan Tekonologi Israel Ofir Akunis telah mengumumkan saat ini mereka akan mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona (COVID-19). Beberapa minggu lalu Israel melaksanakan penelitian untuk menemukan vaksin tersebut. Vaksin tersebut akan siap untuk turun ke pasar dan diedarkan kepada masyarakat, terutama di berbagai negara terdampak.

“Selamat kepada MIGAL (Institut Penelitian Galilea) atas terobosan yang menarik ini. Saya yakin akan ada kemajuan pesat lebih lanjut, dan memungkinkan kami untuk memberikan respon yang diperlukan terhadap ancaman virus COVID-19,” ungkap Akunis yang dikutip dari Jerusalem Post, Jumat (28/2/2020).

Sebelumnya, tim ilmuwan MIGAL telah mengembangkan vaksin untuk melawan virus bronkitis menular (Infection Bronchitis Virus/IBV). Virus tersebut telah mengakibatkan para unggas juga terserang dan terinfeksi.

Akunis mengatakan dia telah menginstruksikan kepada direktur jenderal kementeriannya untuk mempercepat segala proses perijinan administrasi yang dibutuhkan agar vaksin akan segera cepat diedarkan ke masyarakat. DR. Chen Katz, yaitu pemimpin kelompok bioteknologi MIGAL telah menyatakan, MIGAL akan bertanggung jawab untuk mengembangkan vaksin baru untuk melawan jenis virus corona, namun harus melalui proses regulasi dan uji klinis dalam produksi skala besar.

Sumber 1, 2, 3