Categories
Umum

Jangan Tidur Setelah Sahur! Ini 4 Bahayanya

Puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban yang harus dikerjakan setiap umat Islam yang dianggap mampu untuk menjalankannya. Salah satu yang membuat puasa menjadi lebih berkah adalah dengan menjalankan sahur terlebih dahulu.

Karena waktu sahur berada di akhir sepertiga malam, maka kebanyakan umat muslim lebih memilih tidur kembali setelah sahur. Namun banyak yang tidak tahu kalau tidur kembali setelah makan sahur bertolak belakang dengan kebiasaan Rasullulah dan para sahabatnya.

Tidur kembali setelah sahur tidak akan membuatmu mendapatkan berkah di pagir hari. Selain itu efeknya juga berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Inilah empat bahaya jika kamu tidur lagi setelah sahur.

1. Gangguan Asam Lambung

Ketika kita memasukan makanan ke dalam perut, maka makanan akan diteruskan ke sistem pecernaan. Beberapa bagian tubuh butuh beberapa waktu untuk mencerna makanan tersebut terutama lambung.

Ketika kita memposisikan tubuh dalam keadaan telentang setelah makan, maka proses pencernaan menjadi tidak lancar. Akibatnya kamu akan merasakan nyeri pada bagian hati dan rasa panas pada tenggorokan akibat dari meningkatnya asam lambung.

2. Terjadi Refluks

Saat tidur setelah sahur dan pada saat bangun kembali kita merasa timbulnya rasa pahit pada mulut disertai dengan kerongkongan yang panas, itu kemungkinan besar tubuh kamu mengalami refluks. Refluks adalah penyakit yang timbul akibat kelemahan katup antara lambung dan kerongkongan yang mengakibatkan timbul semacam rasa dada terbakar.

3. Bisa Terkena Stroke

Siapa saja mereka yang tidur setelah sahur berisiko terkena stroke lebih besar dibanding dengan mereka yang memberi jeda setelah makan sahur untuk kembali tidur. Hal ini bahkan sudah dibuktikan oleh penelitian.

4. Sakit Kepala

Tidur setelah sahur juga akan mengakibatkan leher menjadi sakit bahkan terasa kaku. Ketika bangun, kita tidak akan mendapatkan kesegaran melainkan hanya sakit yang akan kita terima, terutama pada bagian belakang kepala.

Alangkah baiknya jangan tidur lagi setelah sahur karena berbahaya bagi tubuhmu. Jika ngantuk, usahakan nanti tidurnya, pas siang. Yang terpenting jangan langsung tidur.

Categories
News

Target Pemerintah: Juni Angka Corona Turun, Juli Hidup Normal

Jakarta – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyatakan terdapat perkiraan bahwa masyarakat Indonesia sudah bisa kembali hidup normal pada Juli mendatang.

“Presiden (Joko Widodo) meminta kita semua untuk bisa bekerja lebih keras lagi dan juga mengajak masyarakat agar lebih patuh, lebih disiplin, dan aparat bisa lebih tegas agar pada Juni kita mampu menurunkan kasus COVID di Indonesia, sehingga Juli diharapkan kita bisa mengawali hidup normal kembali,” ujar Doni dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin.

Doni menyampaikan hal tersebut usai rapat terbatas intern, bersama jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, dan dipimpin Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Doni juga meminta seluruh kementerian, lembaga terkait, serta pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai imbauan soal upaya pencegahan penyebaran virus corona baru dengan berbagai bahasa yang mudah dimengerti masyarakat.

“Imbauan-imbauan harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat, perlu gunakan bahasa daerah. Tidak mudik, protokol kesehatan jaga jarak, cuci tangan,” ujar dia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu meminta aparat penegak hukum dan jajaran pemerintah daerah untuk lebih tegas mengingatkan kepada masyarakat agar tidak ada membuat kerumunan saat masa pandemi dan mematuhi ketentuan pembatasan jarak fisik (physical distancing).

“Ketika jaga jarak diharapkan satu sama lain harus bisa tingkatkan kesadaran kolektif,” ujar Doni.

Hingga pekan terakhir di April 2020 ini, menurut Doni, terjadi penurunan jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat. Itu artinya terjadi kenaikan jumlah pasien positif COVID-19 yang sembuh.

“Saat ini terdapat (pasien positif COVID-19) sebanyak 7.032 orang (dirawat) yang dilihat dari jumlah tempat tidur yang terdapat di ruang isolasi Rumah Sakit sebanyak 10.179 tempat tidur, artinya kabar gembira,” ujarnya.

Menurut data Kementerian Kesehatan, dari angka itu, sebanyak 1.107 pasien telah dinyatakan sembuh dan 743 pasien meninggal dunia.

Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebesar 209.040 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebesar 19.648 orang. (Antara/gil)

Categories
News

Dari Rutan, Eks Menkes Siti Fadilah Surati Jokowi soal Corona

Jakarta – Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyurati Presiden Joko Widodo terkait dengan solusi percepatan penanganan penularan virus corona (Covid-19).

Dalam tulisan yang dibuat di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jumat (24/4), Siti mengatakan salah satu upaya efektif untuk menekan angka penularan adalah dengan melakukan screening massal serentak. Jika tidak bisa semua wilayah, cukup di zona merah.

Siti memandang upaya screening massal serentak akan mendukung keberhasilan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia. Ia menyatakan nantinya antara yang positif dan negatif dapat dipisahkan.

“Pisahkan yang positif. Dari yang positif ini ada yang simptomatik atau bergejala dan ada 90 persen yang asimptomatik atau tidak bergejala. Setelah jelas terpilah, maka bisa dilakukan PSBB dengan aman,” tulis Siti dalam surat tersebut.

Pengacara Siti, Kholidin, Senin (27/4) membenarkan kliennya menulis surat untuk Jokowi.

Terkait dengan screening massal serentak ini, Siti berujar bahwa yang dibutuhkan adalah rapid test yang sensitif, dengan false negative rendah.

“Sebaiknya rapid test yang digunakan adalah yang molecular base,” tuturnya.

Sementara itu, ia mengungkapkan sebaiknya primer atau reagen pada Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi virus sebaiknya menggunakan primer atau reagen yang dibuat sendiri dan berasal dari virus corona strain Indonesia. Hal itu bertujuan agar deteksi virus lebih valid.

Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya memproduksi reagen PCR. Saat ini masih dalam tahap pengujian. Selama ini, Indonesia masih mengimpor reagen PCR, salah satunya dari Korea Selatan. Reagen adalah cairan yang digunakan untuk mengetahui reaksi kimia, dalam hal ini untuk mendeteksi infeksi covid-19.

Siti juga menyoroti pemenuhan dasar warga dalam menjalani masa PSBB. Menurut dia, masih terdapat warga di tingkat bawah yang belum mendapatkan bantuan sosial. Dia meminta Pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan bantuan sosial di daerah-daerah yang memberlakukan PSBB.

“Mohon maaf, pak, rakyat kita butuh kerja hanya untuk bisa makan setiap hari. Sementara itu sampai saat ini dapur-dapur umum belum serius didirikan oleh para lurah dan kepala desa,” imbuhnya.

“Demikian halnya dengan rumah-rumah karantina buat ODP dan PDP yang seharusnya sudah ada ditingkatan desa dan kelurahan,” lanjutnya.

Siti pun menyoroti keberadaan bidan-bidan desa di bawah Kementerian Kesehatan yang biasa melakukan door to door memeriksa kesehatan warga di desa. Ia mengungkapkan bahwa bidan desa dan Posyandu bisa menjadi ujung tombak untuk melakukan monitoring dan evaluasi, maupun screening.

“Pak Jokowi yang baik, pada bapaklah kami semua rakyat Indonesia menggantungkan keselamatan masa depan bangsa dan negara ini. Semoga kita bisa secepatnya menang dari wabah Corona,” kata Siti. (ryn/ain)

Categories
Tips

Tips Aman Berbelanja di Masa Pandemi Covid-19

Jakarta – Bulan Ramadan sudah tiba, sayang, pandemi Covid-19 belum juga mau pergi. Padahal, banyak yang sudah merindukan berbagai tradisi selama bulan Ramadan, seperti salat tarawih, buka bersama kerabat, mudik lebaran, berbelanja makanan untuk berbuka puasa, dan masih banyak lagi.

Kegiatan berbelanja menjadi lebih penting selama bulan Ramadan. Semua orang tentunya ingin menyajikan makanan terbaik sebagai menu sahur dan berbuka untuk keluarganya. Namun, di tengah pandemi ini, apakah aman untuk berbelanja ke luar rumah? Belum lagi kita semua terus dianjurkan untuk tetap berada di rumah saja agar menekan angka penularan virus.

Menurut penelitian, virus corona baru atau SARS-CoV-2 memiliki kemungkinan kecil untuk bisa menular lewat makanan.

Meski begitu, virus corona baru tetap saja dapat bertahan hidup di permukaan, seperti plastik atau kardus, yang biasa digunakan sebagai pembungkus makanan, dan bukan tidak mungkin jika permukaan-permukaan ini telah tersentuh oleh orang yang terinfeksi Covid-19.

Ini membuat kita harus ekstra hati-hati saat harus berbelanja kebutuhan makanan di luar rumah.

Ada beberapa tips cara aman berbelanja di tengah pandemi Covid-19 ini, yakni:

  1. Orang yang paling sehat dari seluruh anggota keluarga yang harus ke luar rumah untuk membeli bahan makanan dan barang-barang penting lainnya.
  2. Jangan lupa untuk memakai masker kain untuk menghindari penularan virus. Hindari menyentuh bagian depan dan dalam masker.
  3. Bawalah selalu hand sanitizer saat Anda pergi berbelanja.
  4. Pastikan untuk membersihkan tangan Anda dengan hand sanitizer setelah menyentuh buah-buahan, sayuran, uang, gagang pintu, plastik atau keranjang belanja, dan lain-lain.
  5. Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang masih kotor.
  6. Setelah kembali ke rumah, tinggalkan tas atau plastik belanjaan di luar dan cuci tangan Anda dengan sabun dan air yang mengalir setidaknya selama 20 detik.

Lalu, bagaimana cara membersihkan barang belanjaan Anda?

  1. Bersihkan kotak atau kaleng berisi makanan dengan kain basah atau cuci dulu sebelum menyimpannya untuk mengurangi kemungkinan virus yang menempel di barang belanjaan Anda.
  2. Cuci buah dan sayuran dengan baik di bawah air mengalir selama setidaknya 20 hingga 30 detik, dan untuk sayuran seperti kentang dan wortel gunakan sikat untuk menggosoknya, lalu biarkan hingga kering.
  3. Hindari mencuci buah dan sayuran dengan sabun karena dapat mencemari makanan dan dapat menyebabkan diare atau muntah setelah dikonsumsi.
  4. Setelah mencuci tangan, buang plastik bekas belanjaan di tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan lagi setelah Anda membuangnya.
  5. Setelah selesai mencuci buah dan sayuran, simpan di tempat yang bersih atau simpan di dalam lemari es.
  6. Jika Anda menggunakan tas kain untuk berbelanja, pastikan cuci dengan sabun atau detergen dan air, lalu keringkan sebelum Anda menggunakannya lagi.
Categories
News

Pemimpin Dunia Janji Percepat Obat Sembuh dan Vaksin Covid-19

Jenewa – Para pemimpin dunia berjanji untuk mempercepat pekerjaan untuk pengujian serta penyediaan obat dan vaksin Covid-19 yang akan dibagikan ke seluruh dunia. Namun, Amerika Serikat (AS) tidak ikut bergabung dalam inisiatif percepatan yang diluncurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa bergabung dalam konferensi video untuk meluncurkan inisiatif yang disebut WHO sebagai “kolaborasi penting” untuk memerangi pandemi virus corona (Covid-19).

Tujuannya adalah mempercepat pengembangan obat-obatan yang aman dan efektif, pengujian, dan vaksin untuk pencegahan, serta diagnosa dan perawatan Covid-19. Mereka juga memastikan akses perawatan yang sama untuk kaya dan miskin.

“Kita menghadapi ancaman bersama yang hanya bisa dikalahkan dengan pendekatan bersama,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat membuka pertemuan virtual tersebut, Jumat (24/4/2020).

“Pengalaman telah memperlihatkan sekalipun alat telah tersedia, mereka tidak tersedia secara sama untuk semua. Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi,” tambah Tedros.

Selama pandemi flu babi H1N1 pada 2009, muncul kritik akibat distribusi vaksin tidak merata sebab negara-negara kaya bisa membeli lebih banyak.

“Kita harus memastikan orang-orang yang membutuhkan mendapatkannya. Pelajaran dari AIDS harus diingat. Terlalu banyak jutaan orang meninggal sebelum obat-obatan anti-retovirus dapat diakses secara luas,” kata kepala dana global untuk melawan AIDS, tuberkulosis, dan malaria, Peter Sands.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, mengatakan tujuan dari upaya janji global pada 4 Mei adalah mengumpulkan 7,5 miliar euro (Rp 126 triliun) untuk meningkatkan pencegahan, diagnostik, dan perawatan.

“Ini hanya langkah pertama, tapi lebih banyak lagi yang dibutuhkan di masa depan,” katanya.

Para pemimpin dari Asia, Timur Tengah, dan Amerika juga bergabung dalam konferensi video WHO itu, namun beberapa negara besar tidak berpartisipasi termasuk Tiongkok, India, dan Rusia. Juru bicara untuk misi AS di Jenewa telah menyatakan AS tidak akan bergabung.

CEO aliansi vaksi, GAVI, Dr. Seth Berkley mengatakan lebih dari 100 vaksin potensial untuk Covid-19 sedang dikembangkan, termasuk enam diantaranya sudah masuk uji klinis.

“Kita harus memastikan terdapat cukup vaksin untuk semua orang. Kami membutuhkan kepemimpinan global untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan para kandidat vaksin,” kata Berkley dalam konferensi pers di Jenewa.

Lebih dari 2,7 juta orang telah terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia dan lebih dari 190.000 orang telah meninggal dunia. “Saat diagnostik, perawatan, dan vaksin sudah tersedia, kami punya tanggung jawab untuk mengeluarkannya secara adil dengan pemahaman bahwa seluruh nyawa sama berharganya,” kata Melinda Gates dari Yayasan Gates, yang menjadi donatur terbesar kedua untuk WHO pada 2019. (BS)

Categories
Umum

Hati-hati, Ini Jenis Takjil yang Sebaiknya Dihindari Saat Berbuka Puasa

Jakarta – Takjil atau makanan ringan umumnya selalu menjadi pembuka di saat buka puasa. Meski hampir semua macam takjil itu memiliki rasa yang enak, tetapi apakah ada yang sebaiknya dihindari untuk dijadikan menu buka puasa?
Menurut dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr Diana F Suganda, SpGK, MKes, saat berbuka puasa sebaiknya hindari mengonsumsi takjil yang mengandung banyak lemak.

“Takjil-takjil kan banyak yang bersantan, sementara kalau lemaknya tinggi akhirnya pencernaan jadi nggak terlalu bagus,” kata dr Diana kepada detikcom, Sabtu (25/4/2020).

“Kalau banyak lemak, kalorinya juga tinggi dan dalam jangka panjang bisa membuat obesitas, dan seharian (perut) sudah kosong tiba-tiba dikasih lemak kan itu susah dicerna. Biasanya kalau langsung lemak akhirnya kembung dan nggak nyaman perutnya,” lanjutnya.

Baca juga: Dokter Sebut Puasa Dapat Cegah Badai Sitokin Pada Pasien Corona
Menurutnya saat berbuka puasa sebaiknya jangan langsung meminum air bersuhu terlalu dingin atau panas, karena selama 12 jam lebih tubuh tidak menerima asupan baik makanan ataupun cairan sehingga perlu beradaptasi terlebih dahulu.

“Misalnya minum air bersuhu ruang untuk buka nanti setelah itu mau minum yang dingin silahkan. Tapi jangan langsung yang dingin banget atau panas banget,” jelasnya.

dr Diana juga menyarankan masyarakat untuk membuat takjil sendiri di rumah. Misalnya membuat minuman sehat seperti smoothie.

“Kita bisa bikin smoothie dari buah-buahan dicampur dengan yogurt atau susu,” ucapnya.

“Segarnya dapat, seratnya dapat, sehatnya dapat dibandingkan dengan takjil yang biasanya kaya kolak atau candil kan biasanya itu pakai santan jadi lemaknya tinggi,” tuturnya.

Categories
Resep

Ini Cara Terhindari dari Kehausan Saat Puasa. Sangat Simpel!

Anjuran meminum air delapan gelas sehari tetap bisa dilakukan meski tengah menjalani ibadah puasa. Caranya? mudah seperti diurai di bawah ini, Insyaallah kamu terhindar dari rasa haus dan dehidrasi.

Delapan gelas air tersebut dapat diminum dengan urutan; 1 gelas air putih setelah bangun sahur. Diikuti satu gelas air putih setelah makan sahur.

Jalani ibadah puasa dengan menahan nafsu makan dan minum selama kurang lebih 14 jam, dimulai pukul 04.00 Wita atau waktu imsakyah. Setelah itu, lanjutkan meminum air putih, satu gelas setelah salat Magrib.

Satu gelas air berikutnya diminum setelah makan atau berbuka puasa. Setelah salat Isya, minulah lagi segelas air putih. Begitupun seusai salat Tarawih dan sebelum tidur.

Sehingga cukuplah asupan air putih delapan gelas air sehari, Insyaallah dapat membuat tubuhmu kuat beraktivitas dan menangkal virus berbahaya. (sri)

Categories
Resep

Puasa di Tengah Pandemi, Ini Cara Sahur yang Benar agar Imun Tetap Terjaga

Saat pandemi virus corona (COVID-19) ini, umat muslim akan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tubuh kita membutuhkan cadangan energi yang lebih besar ketika melakukan aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, sahur menjadi waktu yang penting sebelum kita menjalankan ibadah puasa. Namun, tidak semua orang paham soal aturan sahur yang tepat sehingga menjadi mudah lemas serta sulit berkonsentrasi.

Lantas, persiapan sahur seperti apa yang baik untuk tubuh dan dianjurkan oleh para ahli selama puasa Ramadhan, terutama selama pandemi COVID-19?

Akademisi dan Praktisi Gizi dr Tirta Prawita Sari, mengatakan, diperlukan konsumsi menu sahur yang bergizi seimbang agar imunitas tubuh tetap terjaga selama pandemi COVID-19. Dalam hal ini makanan sahur dianjurkan mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral sehingga tubuh terlindungi dari paparan virus.

“Kurangi asupan karbohidrat sederhana seperti sirup dan gula. Hindari pula gorengan, makanan lemak jenuh yang tinggi. Penuhi kebutuhan protein. Sumber protein terbaik adalah white meat seperti unggas, ikan, dan telur,” ujar dr Tirta, dilansir Sindonews, Kamis (23/4/2020).

Sumber vitamin dan mineral bisa diperoleh dari sayur serta buah-buahan berwarna. Ketika Anda sahur pastikan tidak mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Idealnya, konsumsi makanan secukupnya, namun makanan yang masuk ke tubuh harus bergizi seimbang dan yang terpenting adalah hindari gula serta lemak tinggi.

“Saat sahur kita jangan merasa akan berpuasa, lalu harus makan banyak. Makanlah secukupnya dan hindari makanan-makanan berlemak tinggi,” tandasnya.

Ahli Gizi Prof. Hardinsyah, menambahkan, untuk jenis makanannya, sebaiknya mengonsumsi menu yang kaya serat. Sayur dan buah-buahan misalnya. Makanan yang tinggi serat lambat dicerna sehingga kita akan merasa kenyang lebih lama.

“Sayur asem itu bagus seratnya. Ada jagung, melinjo, gori atau nangka. Seratnya bagus untuk memperlambat pencernaan. Saya sarankan tidak makan yang manis dan bergula karena akan cepat habis di sahur. Upayakan berserat, yang fresh. Setengah buah pisang dan jeruk,” bebernya.

Idealnya kata dia, bangun sahur adalah setengah jam atau 30 menit sebelum makan untuk mempersiapkan lambung menerima makanan.

“Sebelum sahur, bangun setengah jam sebelumnya. Kalau yang wanita ya lebih awal lagi karena biasanya harus mempersiapkan makanan sahur. Gunakan waktu untuk mempersiapkan lambung biar nggak kaget dan tidak kena inflamasi halus di lambung. Jadi beri kesempatan lambung bergerak,” tutupnya. (fmi)

Categories
News

3 Berita Tidak Benar Terkait Cara Sembuh dari Covid-19 Secara Mandiri

Pandemi virus Corona Covid-19 rupanya dimanfaatkan beberapa orang untuk menyebar berita tidak benar, misalnya saja kabar cara sembuh secara mandiri.

Banyak sekali beredar kabar cara sembuh dari virus corona covid 19 secara mandiri. Bahkan kabar ini sudah menyebar ke mana-mana melalui Media Sosial.

Setelah ditelusuri kabar cara sembuh dari Covid-19 secara mandiri ke sumber resmi dan ke Kominfo. Ternyata ditemukan 3 cara menyembuhkan diri sendiri dari Covid-19 yang sebenarnya hanyalah hoax.

Diantara berita cara sembuh dari corona yang tidak benar tersebut adalah:

Kabar mengenai putri praktisi farmasi UGM yang terinfeksi virus Corona Covid-19 dan cara menyembuhkannya secara mandiri.

Kabar itu sebagai berikut:

Sharing dari Bambang Priyambodo, praktisi Farmasi dari UGM, salah satu anaknya terkena COVID-19. Akhirnya, ujian itu pun datang.

Selasa tengah malam, 31 Maret 2020, anak saya mengabarkan bahwa dia sedang sakit.

Sebelumnya dia bercerita kronologisnya seperti ini:

Tanggal 23 Maret 2020, hari ke-1

Sebelum diberlakukannya physical distancing di Jerman, kebetulan dia ada acara dengan teman-temannya. Saya menduga di sini dia mulai tertular.

Tanggal 28 Maret 2020, hari ke-5

Dia bilang kalau tiba-tiba saja dia terkena sariawan yang cukup besar. Badannya mulai terasa tidak enak. Dia pikir awalnya mungkin disebabkan cuaca di Kota Halle yang tak karuan. Terkadang cerah dan hangat, namun tiba-tiba berubah menjadi dingin hingga 2 sampai 4° Celcius.

(Setelah kejadian dia sakit, baru kemudian saya berpikir inilah mulai masa illness (gejala) dari virus ini)

Tanggal 31 Maret 2020, hari ke-8

Demamnya makin tinggi. Badannya menggigil, kedinginan, hingga ke tulang. Kepalanya pusing sekali, bahkan hampir tak bisa bangun. Tenggorokan pun sangat sakit sekali buat menelan. Lidahnya hampir tak bisa merasakan rasa manis atau asin, batuk kering, ada riak yang sangat lengket sekali.

“Waaah COVID-19 ini,” batin saya.

Saya pun kemudian memandu dia pelan-pelan via HP apa yang harus dia lakukan. Bersyukur sekali bahwa putri saya mematuhi perintah saya untuk minum Vitamin C, Vitamin E dan Zinc setiap hari.

Berikut penanganannya:

Untuk mengatasi demam, saya suruh dia untuk minum paracetamol 500 mg yang kebetulan memang sudah disiapkan sejak wabah ini mulai merebak ke mana-mana.

Dosis 3 kali sehari (terkadang hingga 4 kali sehari jika panasnya gak turun-turun).

Untuk menambah energi dia juga sudah disediakan madu. Mengingat sakit sekali kalo untuk menelan sehingga nafsu makannya turun sekali. Meskipun demikian makan dan minum harus dipaksa. Tidak apa-apa makan apapun yang penting ada yang masuk ke dalam perut.

Untuk sakit kepalanya, dia terkadang minum neuralgin jika sudah tidak tertahan lagi. Tapi dia bilang jarang sekali diminum, hanya mengandalkan paracetamol saja.

Untuk mengatasi lendir yang sangat lengket di tenggorokan, saya suruh dia untuk menyiapkan satu ruas jahe. Dikeprek, kemudian direbus. Uap airnya digunakan untuk aroma terapi.

Vitamin C, Vitamin E dan Zinc sekali sehari masih terus dilanjutkan.

Tanggal 1-3 April, hari ke-9 sampai 12

Inilah masa-masa terberat. Apalagi dia hanya tinggal sendirian di apartemennya. Pengobatan masih sama.

Tanggal 5 April 2020, hari ke-14

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, akhirnya semua gejala yang dialami anak saya sudah hilang tuntas. Bisa dikatakan dia sudah pulih seperti sedia kala.

Jadi yang perlu disiapkan, jika terkena virus ini adalah :

  1. Paracetamol untuk mengatasi demam
  2. Neuralgin untuk jaga-jaga jika sakit kepala hebat dan tak tertahankan
  3. Vitamin C
  4. Vitamin E
  5. Zinc
  6. Madu
  7. Echinacea (jika perlu)
  8. Curcumin (jika perlu)

Berdasarkan keterangan dari pihak farmasi UGM, putri praktisi farmasi UGM tersebut tidak pernah terkena terkena COVID-19. Jadi kabar ini adalah hoax.

Kabar tentang garam dapur bisa dipakai untuk melawan Covid-19

Rupanya sempat beredar kabar bahwa garam dapur dipercaya sebagai senjata untuk melawan virus corona alias COVID-19 hanya dalam setengah hari dan tenggorokan yang sakit akan sembuh.

Kabar tersebut sebagai berikut:

Sukses garam dapur NaCL vs Corona. Sudah dicoba ternyata berhasil. Saudara-saudara kalau terasa leher tidak enak, terasa kering, cepat ambil garam dapur. Biarkan larut di mulut. Kemudian telan sedikit-sedikit. Biarkan ditenggorokan.

Saya sudah coba berhasil. Semoga saudara sukses dan sehat kembali. Virus yang coba-coba mampir di tenggorokan keok.

Setelah ditelusuri di website Kominfo, ternyata kabar tersebut hanyalah hoax.

Kabar tentang pencegahan Covid-19 secara mandiri yang mengatasnamakan UNICEF

Kabar tersebut menjelaskan sebagai berikut:

  1. Covid-19 merupakan virus berukuran besar. Diameter virus ini 400-500 micro sehingga masker jenis apapun dapat mencegah masuknya ke tubuh ita dan tidak perlu menggunakan masker yang mahal.
  2. Virus Corona Covid-19 tidak melayang di udara, tapi menempel pada benda sehingga penularannya tidak melalui udara.
  3. Apabila menempel di permukaan logam, virus Corona Covid-19 dapat hidup selama 12 jam. Mencuci dengan sabun dan air sudah cukup.
  4. Apabila menempel di kain, virus Covid-19 dapat hidup selama 9 jam sehingga mencuci pakaian dan menjemurnya di bawah sinar matahari selama 2 jam sudah cukup membunuhnya.
  5. Apabila menempel di tangan virus Corona Covid-19 dapat hidup selama 10 menit sehingga memakai hand sanitizer berbahan dasar alkohol sudah cukup untuk berjaga-jaga membasminya.

Berdasarkan penelusuran di website Kominfo, ternyata informasi tersebut juga hoax.

Kominfo harus bertindak

Menanggapi banyaknya kabar mengenai COVID-19 tersebut, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pihaknya memiliki dasar untuk memberantas hoaks tersebut.

“Sudah ada 177 topik hoaks terkait virus korona yang ditemukan Kominfo. Penelusuran dilakukan pada kurun waktu Januari sampai Maret 2020 dari berbagai sumber platform berbagai informasi digital,” ujar Semuel Abrijani Pangerapan.

Tindakan terhadap hoax virus Corona Covid-19 dilakukan dengan pemblokiran, penghapusan konten, hingga tuntutan hukum disiapkan oleh Kominfo.

“Kominfo juga memiliki prosedur untuk meminta penghapusan konten jika diketahui mengandung hoaks virus korona. Namun, hal tersebut harus berjalan sesuai peraturan maupun prosedur dengan pemilik platform,” terang Semuel

Lalu bagaimana sikap yang diambil dalam menghadapi hoax soal penanganan Covid-19?

Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Sunyoto mengatakan, karakteristik berita dalam media sosial direspon secara spontan, tanpa konfirmasi, cepat, mudah tersebar.

Penerima informasi mudah diprovokasi karena tidak memiliki informasi atau opini pembanding, dan tidak punya waktu yang cukup untuk memahami kadar nalar informasi yang diterima. Tanpa kontrol dan berpikir panjang lalu forward ke orang lain.

“Saya kira perlu ada edukasi tentang bagaimana kita seharusnya menangkap dan merespon informasi melalui media sosial. Peran pemerintah sebagai lembaga yang punya otoritas untuk membuat regulasi, kontrol dan memberi sanksi.

Kalau ada hoaks perlu ditunjukkan ke masyarakat mana yang benar, tidak cukup hanya menyatakan hoaks dan memberi sanksi kepada penyebarannya,” terang Sunyoto.

Pemerintah, lanjutnya, harus transparan dengan isu-isu yang terjadi. Memang isu-isu bisa tidak disampaikan kepada publik terutama untuk keamanan dan keselamatan.

“Saya minta media mainstream jangan justru mencari sumber informasi dari media sosial. Carilah dari sumber yang resmi dan benar,” ujar Sunyoto.

Sunyoto juga menekankan, tidak perlu penyebar hoaks langsung diberi sanksi. Tergantung seberapa besar kesalahannya.

“Apalagi saat ini penjara semakin sesak. Bahkan kriminal yang di dalam penjara saja sekarang dilepas,” pungkas Sunyoto. (DRM)

Categories
Resep

4 Makanan Bayi Sehat Umur 6-12 Bulan, dan Cara Membuatnya

Resep makanan bayi sehat umur 6-12 bulan ini kami dapatkan dari dokumentasi situs balita terkenal.

Dengan adanya resep makanan bayi sehat ini semoga bisa membantu para ibu untuk memperlihatkan hidangan terbaik bagi buah hatinya.

Nasi Tim Hati

Resep makanan bayi yang pertama ada nasi tim dengan adonan hati ayam.

Bahan sajian masakan untuk bayi sehat

  1. 600 ml air
  2. 2 sendok makan beras
  3. 25 gram hati ayam, iris kecil-kecil
  4. 25 gram tempe
  5. 50 gram labu kuning
  6. 1 iris tomat matang
  7. 1 sendok teh minyak

Cara membuat Nasi Tim Hati

Masak air bersama beras, hati ayam serta tempe, aduk perlahan hingga mengental.

Masukan labu kuning, tomat dan masak sambil diaduk hingga matang.

Tambahkan minyak, aduk hingga tercampur rata. Angkat dan biarkan hingga dingin.

Saring atau masukan kedalam blender dan haluskan. Tuang dalam mangkuk dan sajikan segera.

Catatan:

Pilih hati ayam yang masih utuh, tidak hancur, terutama empedunya. Bila empedu pecah hati akan terasa pahit.

Untuk 2 porsi (1 porsi = 209 kalori)

Tim Tahu Lezat

Resep makanan bayi sehat yang kedua ini yakni kita namai Tim tahu lezat.

Bahan membuat Tim Tahu Lezat

  1. 50 gr wortel diparut
  2. 50 gr tahu dihancurkan
  3. 50 gr tepung beras merah/putih
  4. 500 cc air
  5. 20 gr daun bayam diiris halus
  6. 50 gr tomat diiris kecil
  7. Gula pasir secukupnya

Cara membuat tim tahu lezat

Masukkan wortel, tahu, tepung beras, dan air dalam mangkuk tahan panas kemudian ditim.
Selama ditim mangkuk harus ditutup, sambil sekali-kali isinya diaduk.

Setelah setengah masak masukan bayam kemudian aduk lagi kemudian masak hingga tim betul-betul lunak, kemudian angkat.

Haluskan dengan blender kalau ada, kemudian saringlah dan hidangkan dengan air tomat.

Cara membuat air tomat

Rendam tomat dalam air panas yang baru mendidih kira-kira 10 menit, kemudian angkat, hancurkan dan saring, tambahkan 100 cc air dan sedikit gula.

Balita di bawah usia 6 bulan sanggup disaring/dihaluskan terlebih dahulu. Untuk 1 porsi (1 porsi: 252 kalori).

Bubur Beras Merah

Resep makanan bayi sehat yang ketiga ini kita namai Bubur beras merah.

Bahan membuat bubur beras merah

  1. 100 gr beras merah, rendam, tiriskan, haluskan, dan ayak
  2. 600 kaldu ayam
  3. 5 sendok makan susu formula 1
  4. 100 gr pepaya matang, haluskan
  5. 5 sendok makan air jeruk manis

Cara Membuat bubur beras merah

Campur tepung beras merah dengan kaldu ayam, aduk rata. Jerang di atas api sambil diaduk hingga matang. Angkat.

Tambahkan susu formula 1, aduk rata.

Tambahkan pepaya dan air jeruk manis, aduk rata. Berikan pada bayi selagi hangat. Untuk: 2 porsi

Bubur Kentang Brokoli

Resep makanan bayi sehat yang keempat kita nama bubur kentang brokoli

Bahan membuat bubur kentang Brokoli

  1. 40 gr daging ayam, cuci, buang lemaknya, potong kecil
  2. 100 gr tahu potong kecil-kecil
  3. 200 gr kentang, kupas, potong kecil
  4. 40 gr wortel, kupas, potong kecil
  5. 120 ml air
  6. 25 gr brokoli, petik sesuai kuntum, potong kecil

Cara membuat Bubur Kentang Brokoli

Masukkan daging ayam, tahu, kentang dan wortel ke dalam panci. Tambahkan air, kemudian masak hingga mendidih. Tutup dan biarkan selama 30 menit.

Masukan brokoli masak dalam keadaan tertutup selama 10 menit atau hingga brokoli lunak, angkat.

Masukan dalam blender dan haluskan, tuang dalam mangkuk dan biarkan dingin.
Hidangkan segera.

Catatan :

Agar kentang tidak berubah warna, sehabis dikupas dan dibersihkan bab lekuknya, rendam
segera dengan air sebelum diolah lebih lanjut

Untuk 2 porsi (1 porsi = 155 kalori)

Itulah 4 Resep makanan bayi sehat yang kami kira bisa bunda buat. Bahannya pun dengan gampang ditemukan di pasar-pasar dengan harga terjangkau.

Resep makanan bayi ini semoga bisa membantu para bunda membuat santapan enak bagi si kecil.