Categories
Perut Umum

Keracunan Makanan dan Cara Mengobati Keracunan Makanan Secara Alami

Akhir akhir ini ramai pembicaraan soal keracunan makanan. Keracunan makanan banyak menimpa warung besar, dan warung kopi. Ada orang yang sengaja menyimpan racun pada makanan dan minuman, lalu minuman itu dikonsumsi. Motifnya katanya sih karena persaingan ekonomi.

Keracunan makanan yang kita akan bahas dalam artikel ini, bukan keracunan makanan seperti itu, akan tetapi makanan yang struktrunya berubah karena telah terkontaminasi oelh bakteri dari luar atau bakteri yang terbentuk dari makanan itu sendiri. Penyebabnya tiada lain kecuali berasal dari makanan yang diproses dengan tidak benar, dan tempat penyimpanan makanan yang tidak steril.

Ada banyak bakteri yang bisa menjadi penyebab keracunan makanan, seperti bakteri Campylobacter, salmonella, Escherichia coli (E. coli), Listeria, dan Shigella. Selain itu adapula parasit seperti cryptosporidium, Entamoeba histolytica, dan giardia.

(baca: cara menyembuhkan penyakit e coli)

Tidak semua makanan bisa dengan mudah terkontaminasi dengan bakteri dan parasit. Hanya beberapa makanan yang mudah, itupun jika tidak ditangani dengan baik. Makanan itu seperti; daging, susu, keju, roti, telur yang diawetkan, kerang yang diawetkan, dan sejenisnya.

Tak perlu kawatir mengonsumsi makanan seperti yang sudah disebutkan tadi, asal proses dan tempat penyimpanannya bagus, maka potensi keracunan makanan juga akan jauh. Selain itu, keracunan makanan memiliki gejala yang mudah ditandai, seperti; mual dan muntah, diare, sakit perut, dan kram perut.

(baca: bahan alami mengobati sakit perut)

(baca: cara menyembuhkan mual dan muntah)

Sebelum terlambat, segera antisipasi makanan yang mudah terkontaminasi agar jauh dari keracunan makanan. Caranya sederhana; mulai dari tempat penyimpanan yang baik, usahakan masak masakan secara merata, dan menjauhkan diri dari makanan yang sudah kadaluarsa.

Cara mengobati keracunan makanan secara alami

Untuk pengobatan medis, keracunan makanan tidak menggunakan penanganan khusus. Penderita cukup istirahat yang banyak, dan rajin mengonsumsi air putih. Antisipasi mual dan muntah yang bersamaan dengan diare dengan minum oralit.

Untuk cara mengobati keracunan makanan secara alami, dapat mencoba beberapa hal berikut;

Pertama, memperbanyak minum air putih. Air putih bertujuan mengantisipasi dehidrasi, apalagi jika penderita keracunan makanan mengalami demam tinggi. Tak hanya itu saja, minum air putih juga dapat membantu tubuh untuk mengeluarkan toksin dalam tubuh serta dapat meringankan rasa mual yang dirasakan.

Kedua, konsumsi jeruk lemon. Jeruk lemon bermanfaat untuk mengatasi keracunan. Ada baiknya jika jeruk disimpan di dalam kulkas. Kandungan vitamin C dan rasa asam pada jeruk lemon sangat efektif untuk membunuh bakteri jahat yang ada di perut.

Categories
Perut

Implikasi Batu Empedu, Gejala, Penyebab, dan Cara Menyembuhkan secara Alami dan Ala Dokter

Untuk membantu proses pencernaan lemak, di dalam kantong empedu terdapat cairan. Cairan yang terdapat dalam kantong empedu itu bisa mengeras. Dan jika mengeras, disebutlah sebagai batu empedu. Apakah batu empedu ini baik bagi kesehatan? Jawabannya relatif, bisa ya bisa juga tidak. Masing-masing orang memiliki batu empedu dengan variasi ukuran berbeda. Ada yang seperti pasir sampai sebesar bola pingpong, jumlahnya juga berbeda.

Batu empedu mengganggu kesehatan jika menjadi penyebab komplikasi terhadap bagian tubuh yang lain, seperti jika batu empedu itu mengganggu kantong empedu. Gejalanya dapat dirasakan seperti; demam tinggi, sakit kuning, dan rasa sakit pada bagian empedu yang konstan.

(Baca juga: cara mengobati usus buntu)

Selain itu, batu empedu juga bisa menjadi penghambat saluran pankreas. Dampak peradangan pada pankreas, tak lain adalah sakit perut bertambah seiring berjalan waktu dan akan semakin parah.

Batu empedu yang menyebabkan penyakit, rentan menyerang orang usia 40 tahun ke atas, wanita beresiko terserang batu empedu dua kali lebih besar dibanding pria terutama wanita yang pernah melahirkan, serta faktor obesitas atau kelebihan berat badan.

Penyebab Terbentuknya Batu Empedu

Batu empedu diduga terbentuk akibat pengerasan kolesterol yang tertimbun dalam cairan empedu. Seperti yang saya kutip dari alodokter.com, hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara kolestrol dan senyawa kimia dalam cairan tersebut.

Batu empedu umumnya tidak menyebabkan sakit, jadi tidak membutuhkan penanganan khusus. Tetapi jika batu ini menyumbat saluran kantong empedu, penderita akan mengalami gejala sakit pada bagian kanan perut yang datang secara tiba-tiba atau istilah medisnya kolik bilier.

Cara Menyebuhkan Batu Empedu ala Dokter

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hadirnya batu empedu pada dasarnya bukanlah penyakit, kecuali berimplikasi pada hal yang sudah disebutkan sebelumnya. Jika gejala implikasi sudah Anda rasakan, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Biasanya, dokter yang sudah mendiagnosa apa yang dirasakan penderita dan positif penyakit akibat batu empedu, maka langkah yang paling familiar dilakukan adalah operasi laparoskopik pengangkatan kantong empedu. Batu empedu diangkat, tidak akan mengganggu bagian tubuh lainnya secara substansial, meski batu empedu itu penting.

Gambar anatomi batu empedu
Gambar anatomi batu empedu

(baca juga: cara menyembuhkan sakit maag)

Cara Menyembuhkan Batu Empedu Secara Alami

Cara menyembuhkan batu empedu yang berimplikasi pada penyakit lain secara alami, adalah dengan rutin mengonsumsi buah apel. Baik berupa jus, atau dimakan secara langsung. Apel yang kaya akan Vitamin A, Vitamin C, Vitamin B6, hingga Kalsium dan Zat besi, sangat cocok untuk kesehatan batu empedu.

Cara menyembuhkan batu empedu secara alami yang kedua adalah dengan rutin mengonsumsi minyak zaitun saat perut kosong, baik pada malam hari sebelum tidur atau saat bangun pagi. Minyak zaitun sangat tepat untuk melumas batu empedu, sehingga batu empedu akan mudah keluar dengan sendirinya.

Penting untuk diperhatikan, bagi penderita batu empedu pada masa penyembuhan, sebaiknya menghindari makanan berlemak, terutama lemak jenuh.

Categories
Perut

Penyakit Radang Usus, Gejala, Penyebab, Cara Menyembuhkan ala Dokter dan Secara Alami

Penyakit yang paling berbahaya dan kerap muncul terkait sistem pencernaan adalah penyakit radang usus. Sesuai dengan namanya, penyakit radang usus adalah peradangan yang terjadi pada sistem pencernaan dalam hal ini adalah usus. Sebenarnya, jika sistem kekebalan tubuh dalam kondisi normal mampu menjaga kestabilan usus. Namun jika sistem itu sudah tidak mampu lagi, disitulah kerap terjadi sistem pencernaan yang tidak sehat dan menyebabkan penyakit radang usus.

(baca juga: cara menyembuhkan penyalit usus buntu)

Penyakit radang usus, terbagi menjadi dua bagian besar. Pertama, penyakit radang usus yang terbatas pada usus besar. Ini biasanya disbut dengan ulseratif. Kedua, adalah peradangan pada semua sistem pencernaan dari mulut hingga anus, yang biasa diistilahkan dengan Crhon.

Penyakit radang usus tidak hanya menimbulkan bahaya dari penyakit itu sendiri, tapi juga bisa berimplikasi dan memiliki komplikasi terhadap yang lain, seperti komplikasi dari penyakit radang usus Chorn; munculnya tukak pada sistem pencernaan, terbentuknya lubang pada salah satu sistem pencernaan atau fistula, menjadi sebab menebalnya dinding usus sehingga makanan tidak bisa dicerna karena saluran yang menjadi sempit, kanker colon, serta luka robek pada diding anus.

(baca: cara menyembuhkan penyakit wasir)

Sedangkan komplikasi yang mungkin terjadi pada penyakit radang usus ulseratif adalah: muncul lubang pada usus besar, pendarahan dalam, dehidrasi, munculnya radang pada kulit, mata dan persendian, risiko terkena kanker kolon yang besar, serta risiko penggumpalan darah meningkat.

Gejala Penyakit Radang Usus

Kesulitan penderita mendefinisikan penyakit radang usus yang menimpa, dikarenakan gejalanya yang berlangsung pada jangka waktu yang panjang. Penderita tidak bisa langsung mengklaim bahwa yang menimpanya adalah penyakit radang usus, karena gejala itu muncul menghilang. Terkadang dirasakan lalu hilang seperti normal sediakala.

Selain itu, gejala penyakit radang usus yang muncul pada tiap penderita bisa berbeda. Ditambah lagi, jangka waktunya yang lama. Gejala juga dirasakan bisa parah dan bisa juga dianggap biasa saja. Namun penting untuk diketahui beberapa gejala penyakit radang usus secara umum, yaitu:

  1. Penderita sering merasakan nyeri atau sakit pada bagian perut
  2. Terjadinya penurunan berat badan secara tiba tiba
  3. Nafsu makan berkurang
  4. Terjadi diare bercampur darah dan bersifat musiman
  5. Penderita akan merasa cepat lelah

    Gamabr ringkas peradangan pada usus
    Gamabr ringkas peradangan pada usus

Penyebab Penyakit Radang Usus

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa penyakit radang usus umumnya karena sistem kekebalan tubuh yang merusak pertahanan pada sistem pencernaan. Dengan demikian, faktor makanan dan pola makan menjadi penyebab utama penyakit radang usus ini.

Ilmu kedokteran belum menemukan penyebab pasti dari penyakit ini. Hanya saja, faktor yang terkait kekebalan tubuh yang mengganggu berasal dari beberapa hal. Pola makan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, stress, rokok (perokok), dan pengaruh konsumsi obat obatan.

Categories
Perut

Mual dan Muntah, Penyebab, dan Cara Mengobati Mual dan Muntah

Mual didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman pada bagian perut, dan perasaan ini muncul biasanya sebelum muntah. Mual dan muntah kerap muncul hampir bersamaan. Namun, tak usah kawatir, mual dan muntah bukanlah penyakit yang dianggap sangat berbahaya.

Mual dan muntah tidak dikategorikan sebagai penyakit, tapi lebih kepada gejala penyakit saja. Maksudnya, ada penyakit yang gejalanya mual dan muntah. Banyak yang beranggapan mual dan muntah bahkan sesuatu yang menguntungkan karena merupakan bagian dari proses pembuangan sesuatu yang tidak cocok pada pencernaan.

Meski mual dan muntah tergolong gejala medis, namun ada muntah yang sangat berbahaya dan masuk dalam kondisi darurat, yaitu;

  1. Jika terdapat darah dalam cairan yang dimuntahkan. Baik berwarna merah ataupun berwarna abu abu seperti kopi.
  2. Jika cairan yang dimuntahkan berwarna hijau. Warna hijau itu adalah cairan empedu. Jika cairan empedu keluar, dianggap memasuki tahab berbahaya
  3. Jika muntah berbarengan dengan sakit kepala dan tengkuk menjadi tegang
  4. Jika mual dan muntah yang berbarengan dengan sakit pada bagian dada
  5. Jika mual dan muntah bersamaan dengan sakit perut yang amat parah
  6. Jika saat muntah bersamaat dengan denyut jantung yang cepat. Ini adalah tanda penyakit jantung
  7. Jika saat mual dan muntah, penderita kehilangan kesadaran dan seperti orang linglung
  8. Jika mual dan muntah berulang kali selama sehari penuh. Ini bisa menyebabkan dehidrasi

Penyebab Terjadinya Mual dan Muntah

Berbicara tentang penyebab terjadinya mual dan muntah secara umum, itu tidak lepas dari bakteri dalam perut. Bakteri itu disebut gastroenteritis. Meski demikian ada pula mual dan muntah, bukan karena sebab bakteri gastroenteritis, misalnya mual dan muntah pada ibu hamil.mual

(baca: makanan ibu hamil 4 bulan)

Selain itu, penyebab mual dan muntah bisa juga berasal dari obat obatan yang tidak cocok dengan sistem pencernaan seseorang. Sehingga pencernaan terganggu dan mengakibatkan mual dan muntah.

Masih banyak penyebab mual dan muntah yang bersifat khusus, di antaranya; keracunan makanan, peradangan pada usus buntu (baca: cara mengobati penyakit usus buntu secara alami), mabuk perjalanan, over makanan, berlebihan dalam mengonsumsi minuman keras, reaksi negatif terhadap aroma yang tidak disukai, benturan pada kepala yang mengakibatkan geger otak, serangan jantung mendadak, dan penyakit asam lambung.

Khusus pada anak anak, penyebab terjadinya mual dan muntah, biasanya karena keracunan makanan, infeksi bakteri dan virus tertentu, mabuk saat dalam perjalanan, batuk yang disertai dahak, serta sistem pencernaan yang tidak normal.

Ada satu mual dan muntah yang terjadi pada anak yang tergolong berbahaya, yakni saat anak menderita penyakit diare (baca: cara menyembuhkan penyakit diare). Anak yang menderita penyakit diare parah, berpotensi mengalami dehidrasi tinggi sehingga menyebabkan mual dan muntah.

Categories
Perut

Penyakit Usus Buntu, Gejala, Penyebab, dan Cara Menyembuhkan Penyakit Usus Buntu Secara Alami dan Kedokteran

Penyakit usus buntu adalah istilah yang dilekatkan pada kondisi pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada usus buntu.

Dalam ilmu biologi, usus buntu diistilahkan dengan apendisitis, yaitu organ tubuh yang berukuran 5-10 cm. Bentuknya seperti tabung kecil dan tipis. Usus buntu berfungsi sebagai penghubung ke usus besar.

Usus besar sendiri adalah bagian tubuh yang memeroses tinja dari makanan yang masuk. Artinya, jika usus buntu bermasalah, maka akan mempengaruhi proses tinja keluar dari dalam tubuh.

Umumnya, penyakit usus buntu menyerang anak muda usia 10-20 tahun. Akan tetapi penyakit ini tidak boleh disepelekan, karena bisa juga menyerang semua umur.

Jika suatu hari ada keanehan pada perut, misalnya saja perut sakit, buang air besar tidak normal atau tidak terjadi selama satu hari, maka segera periksa ke dokter. Dikawatirkan hal itu adalah penyakit usus buntu.

Gejala Penyakit Usus Buntu

Ada beberapa tanda seseorang terkena penyakit usus buntu. Tanda ini sifatnya umum, maksudnya ada juga orang tertentu menderita penyakit usus buntu tanpa merasakan gejala ini. Jika sakit pada perut bagian tengah, menusuk dan datang silih berganti, kemudian sakit itu berpindah ke bagian usus buntu, yaitu perut kanan bawah, rasa sakit kian bertambah seiring berjalannya waktu, maka ada kemungkinan itu adalah gejala penyakit usus buntu.

Baca: Penyebab, dan Cara Mengobati E Coli

Intensitas rasa sakit akan terasa bertambah jika ada aktifitas yang melibatkan pergerakan pada perut. Misalnya penderita terbatuk, terantuk, berjalan, rasa sakit akan lebih terasa. Selain itu, ada pula gejala lain yang mengiringi gejala umum tadi, seperti:

  1. Penderita akan kehilangan nafsu makan.
  2. Terjadi pembengkakan pada perut
  3. Penderita tidak bisa buang gas (kentut)
  4. Penderita merasa mual dan muntah
  5. Suhu badan panas dan demam, dan;
  6. Penderita mengalami kram perut.

Gejala-gejala yang identik dengan penyakit usus buntu biasanya hanya ditemukan pada sebagian penderita dan cenderung mirip dengan penyakit lain sehingga sulit didiagnosis.

Selain itu, letak usus buntu pada tiap orang yang bisa berbeda-beda juga dapat mempersulit proses diagnosis. Ada yang terletak di bagian lain, misalnya pada panggul di belakang usus besar atau di belakang hati.

Gambar letak usus buntu
Gambar letak usus buntu

Penyebab Penyakit Usus Buntu

Apa penyebab penyakit usus buntu? Mengetahui penyebab, akan memudahkan kita untuk menghindari penyakit ini.

Dalam ilmu kedokteran, penyakit usus buntu disebabkan tersumbatnya tinja yang berupa kelenjar getah bening yang membengkak di dinding usus pada pintu masuk ke usus buntu.

Karena penyebab utama penyakit usus buntu adalah tersumbatnya pintu masuk ke usus buntu, maka penyebab utamanya didominasi oleh makanan yang sulit larut dan hancur dalam tubuh, seperti biji cabai, biji terong, biji jambu. Olehnya itu, berhati hatilah makan makanan yang mengandung biji bijian yang susah dicerna oleh usus.

Baca juga: cara menyembuhkan sakit maag

Cara Sembuh dari Penyakit Usus Buntu dengan Obat Dokter

Untuk pengobatan penyakit usus buntu, dokter biasanya akan mendiagnosa fisik untuk mengonfirmasi bagian dari rasa sakit pada perut. Selain itu, ada kemungkinan dokter akan melakukan tes darah, tes urin, dan jika gejala itu semakin mendekati, dokter kemungkinan akan melakukan CT scan atau USG untuk memeriksa usus buntu.

Jika vonis penyakit usus buntu positif, maka langkah yang biasanya dilakukan adalah operasi pengangkatan usus buntu atau yang dikenal dengan istilah apendektomi. Langkah ini terbilang lebih aman dan kecil resiko usus buntu akan pecah, dibanding pengobatan medis lainnya.

Pertimbangan ini berdasarkan bahwa usus buntu adalah organ tubuh yang jika diangkat tidak menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

Operasi dilakukan dengan dua pilihan, pertama; operasi laparoskopi. Operasi jenis ini umumnya dilakukan, karena resikonya sangat kecil. Terutama bagi penderita yang masih juga penderita obesitas; Kedua bedah sayatan terbuka, yaitu operasi jika penderita sudah menderita penyakit usus buntu yang parah. Seperti pecahnya usus buntu, sehingga kelenjar sudah menyebar dan harus dibersihkan. Kedua operasi ini dilakukan dengan pembiusan total.

Cara sembuh dari Penyakit Usus Buntu dengan

Pengobatan Alami

Selain pengobatan dokter, penyakit usus buntu juga bisa disembuhkan secara alamiah dengan pengobatan alami. Saya merekomendasikan, pengobatan alami penyakit usus buntu jika penderita baru mengalami gejala saja, belum divonis sebagai penyakit usus buntu oleh dokter. Karena pilihan terbaik pengobatan penyakit usus buntu adalah operasi.

Baca juga: cara menyembuhkan robekan pada kerongkongan

Bagaimana cara mengobati gejala penyakit usus buntu, lakukan dengan bahan dan cara berikut ini:

Temulawak dan Kunyit

Caranya, ambil temulawak segar 60 gram, kunyit 50 gram dan 1000 ml air. Cara pengolahannya adalah cuci dan bersihkan temulawak dan kunyit yang sudah disediakan,

Kemudian rebus campuran temulawak dan kunyit tersebut ke dalam 1000 ml air hingga tersisa setengahnya. Setelah itu, saring air rebusan tadi, lalu minum dalam keadaan perut kosong secara teratur.

Buah Mengkudu dan Madu

Caranya, ambil beberapa biji buah mengkudu, parut sampai halus kemudian peras sehingga airnya keluar. Perasan buah mengkudu itu, kemudian dicampur dengan satu sendok madu. Ramuan ini kemudian diminum dalam keadaan perut kosong sebanyak 2 kali sehari.

Gambar buah mengkudu
Gambar buah mengkudu

Daun Sambiloto dan Madu

Caranya, ambil daun sambiloto secukupnya, kemudian rebus dengan air kira kira dua gelas air.

Setelah tersisa kira kira segelas, masukan satu sendok madu, aduk dan dinginkan. Konsumsi air hasil rebusan daun sembilato ini sebanyak 3 kali sehari dalam keadaan perut kosong secara rutin.

daun sambiloto
Daun sambiloto

Demikian penjelasan mengenai penyakit Usus Buntu serta bagaimana cara sembuh dari penyakit ini melalui pengobatan dokter dan pengobatan alami. Semoga bermanfaat.

Categories
Perut

Escherichia Coli atau E Coli, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati E Coli

Escherichia Coli atau E Coli adalah salah satu dari berbagai jenis bakteri yang ada dalam tubuh manusia. Pada dasarnya bakteri Escherichia Coli atau E Coli adalah bakteri yang tidak berbahaya secara umum, hanya saja ada beberapa di antaranya bisa menjadi penyebab keracunan makanan karena bakteri ini. Salah satunya adalah Escherichia Coli atau E Coli 0157, bakteri ini bisa menjadi sebab penyakit diare bercampur darah, dan muntah-muntah.

Penyakkit yang disebabkan bakteri Escherichia Coli atau E Coli umumnya berasal dari makanan yang kirang sehat. Misalnya sayuran yang dimasak tidak maksimal, kurang matang. Demikian pula daging yang masih mentah. Sedikit saja dari makanan yang kurang matang bisa menyebabkan penyakit bakteri Escherichia Coli atau E Coli. Intinya, bakteri Escherichia Coli atau E Coli bisa dicegah dengan membiasakan makanan sehat yang memenuhi standar.

Orang berusia muda dan sudah tua berpotensi menderita infeksi Escherichia Coli atau E Coli, apalagi jika sistem kekebalan tubuh manusia sangat lemah, misalnya masih pada masa penyembuhan, menderita penyakit lain. Selain itu, infeksi Escherichia Coli atau E Coli, akan mudah terjadi pada penderita yang kadar asam dalam perutnya turun. Karena asam lambung memiliki fungsi pertahanan dari serangan infeksi Escherichia Coli atau E Coli.

(baca juga: penyakit maag dan cara menyembuhkannya)

Gejala Infeksi Escherichia Coli atau E Coli

Bahaya dari infeksi Escherichia Coli atau E Coli, adalah gejalanya yang baru bisa diketahui setelah 4 hari penderita terkena bakteri ini. Dan rasa sakitnya akan terasa setelah seminggu stelahnya. Adapun gejala-gejala infeksi Escherichia Coli atau E Coli sebagai berikut:

  1. Penderita merasa perutnya kram
  2. Penderita mengalami diare yang tidak berdarah
  3. Penderita kehilangan nafsu makan
  4. Penderita merasa mual dan muntah
  5. Demam dan panas tinggi
  6. Penderita merasa lelah

Apabila Anda, anak atau orang sekitar anda mengalami gejala seperti yang disebutkan tadi, kemungkinan itu adalah gejala infeksi Escherichia Coli atau E Coli. Gejala yang sudah disebutkan umumnya terjadi sampai satu minggu. Artinya, jika penderita gejala tadi sudah berlangsung satu minggu, kemungkinan itu adalah gejala infeksi Escherichia Coli atau E Coli. Segeralah bawa ke dokter untuk diagnosa lebih mendalam. Karena komplikasi paling serius dan bisa membahayakan nyawa dari infeksi Escherichia Coli atau E Coli adalah sel darah merah rusak karenanya dan berakibat pada gagal ginjal.

Penyebab Infeksi Bakteri Escherichia Coli atau E Coli

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, umumnya penyebab infeksi bakteri Escherichia Coli atau E Coli, adalah makanan yang kurang matang, misalnya dari sayudan dan daging. Untuk lebih detil, perhatikan penyebab infeksi bakteri Escherichia Coli atau E Coli berikut ini:

bakteri e coliPertama, melalui makanan yang belum matang. Bisa juga dari makanan yang sudah terkontaminasi dengan bakteri Escherichia Coli atau E Coli. Misalnya, penderita sudah mengonsumsi daging yang tercemar bakteri E. Coli.

Kedua, melalui air yang tercemar. Misalnya, kotoran yang masuk ke dalam air, dan air itu digunakan. Kotoran yang sudah mencemari air tadi, salah satunya adalah bakteri Escherichia Coli atau E Coli. Kolam renang adalah tempat air yang paling sering menjadi media penyebab infeksi bakteri Escherichia Coli atau E Coli.

Ketiga, kontak langsung dari orang ke orang. Orang dewasa maupun anak-anak yang lupa mencuci tangan setelah buang air besar bisa menularkan bakteri ini ketika orang tersebut menyentuh orang lain atau makanan.

Keempat, kontaminasi dengan binatang. Berhati hatilah terhadap binatang, apalagi yang tidak dijamin kebersihannya, karena risiko terkena infeksi bakteri Escherichia Coli atau E Coli, sangatlah besar.

Categories
Perut

Sakit Maag, Penyebab, dan Cara Menyembuhkan Sakit Maag yang Ampuh

Sakit maag, penyakit yang sangat familiar, menimpa terutama kepada oang yang super sibuk sehingga lupa makan. Kenapa sih sakit maag selalu dihubungkan dengan makanan? Iya karena sakit maag adalah kondisi dimana terjadi peradangan akut pada lambung bagian dalam. Peradangan dengan waktu yang cukup lama, membuat lambung bagian dalam terkikis sehingga menyebabkan luka. Luka pada lambung itulah yang sakit, dan disebut sakit maag. Salah satu yang bisa menyebabkan radang pada lambung adalah pencernaan yang tidak normal termasuk makan yang tidak teratur.

Sebenarnya sakit maag tidak termasuk penyakit yang berbahaya kecuali untuk tiga kondisi berikut ini, yaitu: 1) jika radang yang terjadi sudah parah dan menghambat laju makanan yang masuk; 2) terjadi robek pada lambung yang cukup parah; 3) terjadi pendarahan di bagian lambung yang terluka.

Tiga hal yang terkait sakit maag tadi sudah masuk dalam kategori darurat medis dan harus segera ditangani secara optimal oleh ahlinya. Olehnya itu, saat merasakan gejala penyakit maag segera periksakan ke dokter. Terlebih lagi jika maag yang sudah dibarengi dengan mual dan muntah

(baca: cara mengobati mual dan muntah dengan cepat).

Gambar ilustrasi penyakti maag yang menyerang lambung
Gambar ilustrasi penyakti maag yang menyerang lambung

Penyebab Sakit Maag

“Saya terkena sakit maag, karena saya jarang makan”. Benarkah demikian? Perlu dipahami, penyebab utama sakit maag ada dua, yakni bakteri helicobacter pylori (H. pylori), dan penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS), seperti aspirin secara rutin dan dalam jangka waktu yang lama.

Nah bakteri H. pylori kerap muncul jika asam lambung meningkat. Asam lambung meningkat karena pola makan yang tidak teratur. Bakteri inilah yang kemudian mengiritasi dan menyebabkan munculnya luka pada lambung atau usus bagian atas.

(baca: cara menyembuhkan masuk angin saat hamil)

Lanjut, cara menyembuhkan sakit maag

Categories
Perut

Kenali Penyakit Diare, Cara Menyembuhkan, Mengobati, dan Mencegah Penyakit Diare

Saat frekuensi buang air besar atau BAB lebih sering dari kebiasaan, kemudian tinja yang keluar sangat encer, maka kemungkinan besar Anda mengidap penyakit diare. Penyakit ini sudah menjadi penyakit awam masyarakat Indonesia. Kemungkinan besar disebabkan cara hidup, makanan yang dikonsumsi, dan kondisi tempat tinggal atau sekitarnya yang jauh dari kebersihan, sudah ratusan ribu nyawa melayang akibat penyakit ini.

Penyakit diare tidak hanya menyerang orang dewasa saja. Dari keseluruhan penderita, bayi berumur di bawah satu tahun menempati nominasi pertama, dan balita umur 1 sampai 4 tahun menempati urutan kedua. Umumnya akibat penyakit diare ini menyebabkan dehidrasi, dan berkurangnya cairan pada tubuh yang berujung pada kematian.

Gejala Penyakit Diare

Segera antisipasi penyakit diare dengan dengan mengetahui gejalanya dari awal. Gejala penyakti diare umunya ditandai dengan sakit perut yang singkat, kram pada perut dan tinja yang encer. Untuk skala yang lebih parah, penderita penyakit ini akan mengalamai demam parah.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sebab penyakit ini adalah kotoran, virus yang menyerang usus. Kotoran seperti virus norovirus dan rota virus yang masuk ke dalam perut melalui tangan atau udara menyerang usus dan menyebabkan infeksi pada usus. Diare juga bisa disebabkan oleh makanan berkafein, beralkohol yang berlebihan.penyakit diare2

Pengobatan Penyakit Diare Secara Medis

Ancaman paling berbahaya dari penyakit diare adalah dehidrasi atau kekurangan cairan. Mengantisipasinya, umunya dengan memberikan oralit. Namun oralit yang diberikan sejatinya terhadap pasien yang tidak memiliki gejala penyakit jantung. Sangat disarankan pemberian oralit atas petunjuk dari dokter. Untuk penderita dewasa, obat yang terkenal ampuh adalah loperamide.

Pemberian obat sangat tergantung sejauh mana tingkat keparahan diare yang menyerang. Banyak juga penderita membiarkan, dan mengantisipasi hanya dengan memperbanyak air putih untuk menghindari dehidrasi. Karena untuk orang dewasa, penyakit ini biasanya sembuh setelah dua hingga empat hari.

Akan tetapi “ pembiaran” itu sangat tidak direkomendasikan bagi penderita diare pada anak. Apabila diare menyerang anak, segara periksakan ke dokter terdekat atau dokter kepercayaan Anda. Apalagi jika anak sudah BAB lebih dari enam kali selama 24 jam.

Categories
Kehamilan Umum

Flu Saat Hamil? Begini Cara Mengatasi Flu Saat Hamil

Ada banyak cara mengatasi flu saat hamil baik dengan menggunakan obat-obatan yang bebas dijual di pasaran atau menggunakan bahan-bahan alami yang bisa dibilang lebih aman. Tidak akan menyenangkan rasanya bila kita terserang flu saat kita hamil. (baca: makanan untuk ibu hamil 4 bulan)

Selama hamil, ada banyak hal yang mesti kita perhatikan termasuk dalam memperhatikan kesehatan agar tidak terkena flu atau penyakit lainnya. Mengapa? ini karena selama hamil kita tidak boleh mengkonsumsi obat-obatan secara sembarangan karena bisa saja memiliki efek yang buruk bagi janin yang kita kandung. Karena alasan itu pula, banyak wanita hamil yang menggunakan pengobatan alami yang dianggap lebih aman, tanpa efek samping, dan sekaligus bisa meredakan gejala flu yang mengganggu. (baca juga: obat batuk buat ibu hamil)

Berikut beberapa cara mengatasi flu saat hamil dengan bahan-bahan alami yang bisa kita coba terapkan.

  1. Echinacea – ini merupakan salah satu ramuan herbal yang secara efektif bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga bisa membantu menyingkirkan flu. Selain itu, echinacea akan menjadi pejuang yang ampuh untuk melawan kuman dan infeksi. Kita bisa mendapatkan echinachea dalam bentuk tincture yang dicampur dengan air yang kemudian kita minum 3 kali sehari sampai flu kita menghilang.
  2. Bawang putih, kayu manis, cengkeh, dan kapulaga – ini adalah sejumlah rempah-rempah dan herbal yang bisa kita masukkan dalam makanan yang kita konsumsi. Semua bahan tersebut mengandung sifat anti kuman yang akan membantu menjernihkan hidung dan membantu menghilangkan congestion. Oya, berbagai rempah dan herbal yang telah disebutkan di atas bisa kita manfaatkan bila kita tidak mengalami morning sickness atau nausea.
  3. Berkumur dengan air hangat – ini adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk menenangkan sakit tenggorokan. Campur sedikit garam pada segelas air hangat dan berkumur dengan itu. Kita juga bisa berkumur dengan menggunakan air hangat dengan jus lemon dan 1 sendok makan madu. Ini akan membantu menenangkan tenggorokan selama kita mengalami flu saat hamil.mengatasi flu saat hamil
  4. Menggunakan uap – ini merupakan salah satu cara mengatasi flu saat hamil yang bisa kita lakukan sendiri di rumah. Uap akan membantu mengurangi batuk dan chest congestion secara lebih efektif. Dan untuk meningkatkan efek dari inhalasi, kita bisa mencampur beberapa tetes minyak esensial (minyak teh, kayu putih, atau peppermint). Bila kita tidak memiliki humidifiers, kita bisa menggunakan uap dari air panas dari kamar mandi.
  5. Air asin – bilasan air asin akan membantu membersihkan saluran hidung dan sekaligus menghilangkan virus dan bakteri berbahaya dari hidung. Caranya, kita perlu mencampur 1/4 sendok teh garam, 1/4 sendok teh baking soda, dan 8 ons air hangat. Setelah itu, terapkan ke hidung dengan menggunakan neti pot dan ulangi proses tersebut beberapa kali.
  6. Perbanyak konsumsi beberapa jenis makanan seperti teh, bawang merah, mustard, wortel, sawi, hingga pisang untuk membantu melawan flu tanpa mempengaruhi kesehatan janin. (baca juga: mengobati flu secara alami)
  7. Minum banyak cairan – kita bisa mulai minum banyak cairan seperti air, sup panas, jus buah segar, teh jahe, teh peppermint, dan lainnya untuk membantu menenangkan sakit tenggorokan dan membantu menyingkirkan flu. Pastikan untuk tidak mengkonsumsi minuman yang tinggi gula karena bisa mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Ini akan menjadi salah satu cara mengatasi flu saat hamil yang bisa kita terapkan tanpa adanya proses yang rumit.
  8. Tingkatkan asupan vitamin C dan mineral – ini akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, pastikan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukannya.
Categories
Perut

Anak Diare? Ini Cara mengobati Diare pada Anak Secara Alami

Ada banyak artikel mengenai cara mengobati diare pada anak secara alami yang bisa kita dapatkan yang bisa kita terapkan untuk membantu anak-anak kita keluar dari situasi yang tidak menyenangkan tersebut. Banyak orang tua yang memilih untuk melakukan pengobatan alami untuk diare dengan harapan tidak adanya efek samping untuk kesehatan anak dan aman digunakan.

Berikut adalah beberapa cara mengobati diare pada anak secara alami yang bisa kita lakukan sendiri di rumah.

Pertama, karena anak yang mengalami diare akan kehilangan cairan dalam tubuh dengan cepat, maka akan sangat tepat untuk menyiapkan minuman rehidrasi. Untuk menyiapkannya, kita perlu mencampur 1 sendok teh garam meja dengan 5 gelas air dan 8 sendok teh gula. Aduk rata dan berikan 1 gelas pada anak setiap kali anak mengalami buang air besar. Untuk anak dengan usia yang lebih kecil, kita bisa menggunakan cangkir dan menggunakan sendok untuk bayi. Biarkan anak minum cairan tersebut sebanyak mungkin. Bila kita mendapati anak kita mengalami gejala dehidrasi atau mereka tidak memiliki keinginan untuk minum, maka kita harus segera mencari bantuan medis segera. Ingat, kematian akibat dehidrasi karena diare bisa sangat cepat terjadi, sehingga jangan ragu untuk segera menghubungi tenaga medis terdekat untuk mendapatkan bantuan.(baca juga: cara mengobati pilek pada anak)

Kedua, kita bisa menggunakan ramuan daun pisang raja sebagai salah satu cara mengobati diare pada anak secara alami. Pisang raja mudah ditemukan dan ini akan menjadi obat yang cukup efektif untuk mengobati diare. Untuk membuatnya menjadi ramuan yang tepat, kita bisa memulainya dengan menuangkan 1 cangkir air mendidih di atas 4 sendok makan daun kering plantain. Setelah itu, tutup dan biarkan selama 20 menit. Saring dan tambahkan pemanis sebelum kita berikan pada anak kita setiap 2 jam sekali dengan dosis 1/2 cangkir. Kita bisa memberikan pertolongan tersebut hingga kita memperoleh bantuan medis yang dibutuhkan.

penyakit diareKetiga, menerapkan BRAT diet untuk membantu mengurangi gejala diare. BRAT diet terdiri dari pisang, nasi, saus apel, dan roti pangang tanpa mentega. Semua jenis makanan tersebut memiliki tekstur yang lunak sehingga tidak akan mengganggu perut yang sedang diare. Selain itu, kandungan yang cenderung mengikat pada BRAT diet akan membantu mengganti semua zat yang dibutuhkan oleh tubuh anak setelah bertarung dengan diare.

Keempat, kita bisa menggunakan buah apel yang diblender sebagai salah satu cara mengobati diare pada anak secara alami. Untuk membuatnya, kupas, potong, dan haluskan buah apel dengan menggunakan blender. Berikan pada anak setiap 2 jam sekali. Cara lainnya yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan buah apel adalah dengan memarutnya atau mendidihkan apel dalam 1 cangkir susu hingga lembut. Setelah itu, masukkan apel dan susu tersebut dalam blender, dan blender hingga halus. Ini akan menjadi obat yang efektif untuk diare.