Categories
Internasional News

Antivirus Corona Dibuat; China, Amerika, Israel, Siapa yang Lebih Cepat?

China Memasuki Tahapan Produksi Massal Antivirus Corona

Lembaga penelitian milik Akademi Kesehatan Militer China mengungkap kesiapan untuk uji coba klinis terhadap vaksin penangkal virus corona (COVID-19). Pimpinan proyek pengembangan vaksin tersebut, Chen Wei, menyebut uji coba tersebut bisa berlangsung dalam waktu dekat saat diwawancarai saluran televisi pemerintah, CCTV.

Otoritas terkait sudah memberi izin terkait pengujian tersebut, untuk memulai langkah menuju produksi massal. Vaksin ini dikembangkan dengan melakukan modifikasi genetis pada virus COVID-19. Metode hampir serupa dilakukan oleh peneliti negara lain, berbekal informasi sekuens virus yang tersedia.

Izin terkait uji coba klinis secara luas sebelum memasuki tahap produksi massal dari vaksin tersebut keluar pada 16 Maret 2020. Penelitian serta pengembangan vaksin penangkal virus corona ini disebut sudah dilakukan secara aman. Chen menyebut pihaknya mematuhi aturan internasional yang ada, untuk mengembangkan vaksin secara efektif.

Tim peneliti ini sudah bekerja sejak mendapatkan informasi genetis virus yang berkembang di Wuhan tersebut pada 26 Januari. Belum diketahui secara persis jangka waktu dari pengujian hingga siap diproduksi secara massal untuk digunakan menanggulangi penyebaran virus corona.

Pengembangan vaksin penangkal virus corona sebelumnya telah diungkap sejumlah negara, serta menjadi harapan positif mengatasi pandemi global itu. Pekan lalu, Amerika Serikat menyebut sudah mulai melakukan pengujian kepada sampel manusia sehat terkait vaksin potensialnya, mRNA-1273.

Amerika Mengembangkan Vaksin Antivirus Corona

Amerika Serikat (AS) tengah mengembangkan vaksin untuk melawan virus Corona Wuhan yang mematikan. Untuk itu, AS mendesak Beijing untuk meningkatkan kerja sama dengan otoritas kesehatan internasional.

Pemerintah AS ingin menempatkan timnya sendiri di lapangan untuk meninjau data mentah dan mempelajari lebih lanjut tentang patogen, yang sejauh ini telah merenggut lebih dari 100 nyawa.

“Kami sudah mulai di NIH dan dengan banyak kolaborator kami tentang pengembangan vaksin,” kata pejabat National Institutes for Health (NIH) Anthony Fauci kepada wartawan seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (29/1/2020).

Israel Mengembangkan Vaksin Antivirus Corona

Menteri Riset dan Tekonologi Israel Ofir Akunis telah mengumumkan saat ini mereka akan mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona (COVID-19). Beberapa minggu lalu Israel melaksanakan penelitian untuk menemukan vaksin tersebut. Vaksin tersebut akan siap untuk turun ke pasar dan diedarkan kepada masyarakat, terutama di berbagai negara terdampak.

“Selamat kepada MIGAL (Institut Penelitian Galilea) atas terobosan yang menarik ini. Saya yakin akan ada kemajuan pesat lebih lanjut, dan memungkinkan kami untuk memberikan respon yang diperlukan terhadap ancaman virus COVID-19,” ungkap Akunis yang dikutip dari Jerusalem Post, Jumat (28/2/2020).

Sebelumnya, tim ilmuwan MIGAL telah mengembangkan vaksin untuk melawan virus bronkitis menular (Infection Bronchitis Virus/IBV). Virus tersebut telah mengakibatkan para unggas juga terserang dan terinfeksi.

Akunis mengatakan dia telah menginstruksikan kepada direktur jenderal kementeriannya untuk mempercepat segala proses perijinan administrasi yang dibutuhkan agar vaksin akan segera cepat diedarkan ke masyarakat. DR. Chen Katz, yaitu pemimpin kelompok bioteknologi MIGAL telah menyatakan, MIGAL akan bertanggung jawab untuk mengembangkan vaksin baru untuk melawan jenis virus corona, namun harus melalui proses regulasi dan uji klinis dalam produksi skala besar.

Sumber 1, 2, 3

Categories
Internasional News

Dua Kasus Baru Corona di Saudi; Pasien Terjangkit Setelah dari Iran dan Irak

News – Arab Saudi melaporkan dua kasus baru virus corona atau Covid-19 pada Sabtu (7/3). Dengan penemuan itu, saat ini Saudi menangani tujuh pasien Covid-19.

Dilaporkan laman Al Arabiya, dua kasus baru yang terdeteksi adalah wanita berkewarganegaraan Saudi. Satu pasien di antaranya tiba dari Iran melalui Bahrain.

Sementara satu pasien lainnya tiba dari Najaf, Irak, melalui Uni Emirat Arab (UEA). Menurut Kementerian Kesehatan Saudi, kedua wanita itu tak mengungkapkan riwayat perjalanan mereka ke Iran dan Irak saat datang di negara tersebut.

Pada Jumat (6/3), Saudi meminta warganya yang berkunjung ke Iran dalam 14 hari terakhir segera membuat pengakuan. Hal itu dilakukan guna mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

Setidaknya terdapat 128 warga yang telah menyatakan berkunjung ke Iran dalam 14 hari terakhir pada Sabtu. Saat ini Iran merupakan pusat wabah Covid-19 di Timur Tengah.

Hingga Sabtu, Iran telah melaporkan 145 kematian akibat Covid-19. Masih terdapat lebih dari 5.800 pasien Covid-19 yang harus ditangani Teheran.

Sumber

Categories
Internasional News

Betulkah Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Uang? Ahli Jepang Meng-Iya-kan

News – Betulkah virus corona bisa menyebar lewat uang? Ahli Jepang meng-iya-kan hal itu. Kasus pertama terinfeksi virus corona, diduga kuat gara-gara tersebar lewat uang dan dibenarkan oleh seorang spesialis ahli penyakit menular Jepang.

“Jika Anda menyentuh dengan tangan dengan virus, saya pikir ada risiko infeksi jika orang lain menyentuh tagihan,” ungkap Spesialis dalam Penyakit Menular, Hideomi Nakahara PhD kepada Fuji TV, Kamis (27/2/2020).

Penelitian di luar negeri telah menunjukkan bahwa virus influenza pada tagihan uang kertas menurutnya sempat bertahan selama lebih dari dua minggu.

“Koin, seperti halnya uang kertas, meningkatkan risiko kita terinfeksi apabila menyentuh benda lain dengan tangan,” ujar dia.

Di Jepang sejak minggu lalu sudah ada kekhawatiran tentang menyentuh uang tunai saat berbelanja termasuk menyentuh barang belanjaan juga bisa menularkan infeksi virus corona.

Melihat supermarket, setelah pembeli membayar, kebanyakan orang menggunakan tangan mereka menyentuh uang dan belanjaan untuk mengemas makanan.

“Saya pikir mencuci tangan selalu dan mendisinfeksi tangan sendiri adalah cara paling penting untuk melindungi diri dari infeksi virus,” tambah Dokter Nakahara.

Pada 26 Februari, baru diketahui bahwa seorang karyawan Bank of Mitsubishi UFJ di Kota Konan Perfektur Aichi telah terinfeksi virus corona baru.

Tanggal 25 Februari staf bank tersebut sudah mengalami panas tubuh lebih dari 37,5 derajat namun tetap bekerja di bank tersebut.

Petugas bank hari ini menjelaskan kepada para nasabahnya, “Karena ada yang terinfeksi jadi banyak tempat harus di disinfektan, apakah berkenan?” tanya petugas bank kepada nasabah yang masuk yang menyarankan juga menggunakan semprotan disinfektan pada tangan semua nasabah yang masuk bank tersebut.

Info lengkap dan diskusi Jepang bisa bergabung ke WAG Pecinta Jepang kirimkan email nama lengkap dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Berita ini kami sadur dari serambinews.com dengan judul Kasus Pertama Bank Jepang, Penularan Virus Corona Lewat Uang

Categories
Internasional News

1.247 Warga Tiongkok Dapat Izin Tinggal Terpaksa di Indonesia, 118 WNA Ditolak Masuk

News, JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM telah menolak masuk 118 warga negara asing (WNA) ke Indonesia. Penolakan dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19.

“Jumlah ini dihitung mulai dari tanggal 5 hingga 23 Februari 2020 dan diperoleh dari seluruh tempat pemeriksaan Imigrasi di Indonesia,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (23/2).

Cegah corona, pemerintah RI hentikan sementara bebas visa WN China. Foto: Antara

Arvin menjelaskan jumlah penolakan WNA terbanyak terdapat di tempat pemeriksaan Imigrasi Ngurah Rai, Bali, yakni 89 orang.

WNA yang ditolak masuk wilayah Indonesia itu, kata Arvin, tidak hanya berasal dari China, tetapi juga dari sejumlah negara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa dan Afrika.

Arvin mengatakan alasan penolakan antara lain karena para WNA tersebut pernah tinggal atau singgah di wilayah China Daratan pada 14 hari sebelum memasuki wilayah Indonesia.

Hal tersebut menjadi dasar bagi pejabat Imigrasi di tempat pemeriksaan Imigrasi untuk menolak masuk WNA tersebut, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 3 Tahun 2020 yang mengatur penghentian sementara Bebas Visa Kunjungan, Visa on Arrival, dan pemberian izin tinggal keadaan terpaksa bagi warga negara China.

Selain menolak kedatangan WNA, kata Arvin, Ditjen Imigrasi juga telah memberikan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa kepada 1.247 warga negara China yang ada di Indonesia.

“Izin Tinggal Keadaan Terpaksa diberikan hanya kepada warga negara China yang sudah berada di Indonesia namun izin tinggalnya telah habis dan tidak bisa kembali ke negaranya karena adanya wabah virus corona serta tidak adanya alat angkut yang membawanya kembali ke negaranya,” ujar Arvin.

Sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM telah menerbitkan peraturan tentang penghentian sementara bebas visa kunjungan, visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival) dan pemberian izin tinggal keadaan terpaksa bagi warga negara China untuk mencegah penyebaran virus corona masuk ke Tanah Air.

Aturan tentang penghentian sementara bebas visa kunjungan, visa kunjungan saat kedatangan, dan pemberian izin tinggal keadaan terpaksa bagi warga negara China tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 yang telah ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada Rabu (5/2).

Permenkumham tersebut berlaku sampai dengan 29 Februari 2020 dan akan dievaluasi kembali.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Categories
Internasional News

Ngeri! Putus Mata Rantai Virus Corona, Pejabat Korut Ditembak Mati

News, Tindakan tegas diberlakukan di Korea Utara untuk memutus mata rantai penularan virus Korona jenis baru asal Wuhan, Tiongkok. Seorang pejabat di Korea Utara yang dilaporkan terkena virus COVID-19 ditembak mati. Itu lantaran dia melanggar masa karantina.

Pejabat Korea Utara itu dieksekusi mati setelah melanggar ketentuan karantina. Pejabat tersebut seharusnya masih dalam masa karantina namun keluar tanpa izin. Dia memang baru saja kembali dari Tiongkok.

Pejabat itu tepergok pergi ke pemandian umum. Tragisnya, dia ditangkap dan langsung ditembak mati seperti yang dikatakan sumber Korea Utara kepada Donga.

Tak hanya pejabat itu, ada juga pejabat lainnya yang mendapat hukuman. Seorang pejabat yang bekerja di Badan Keamanan Nasional Korea Utara dipindah ke bidang pertanian karena tak mengaku baru saja pulang dari Tiongkok.

Pemerintah Korea Utara sendiri mengklaim bahwa tidak ada kasus Coronavirus selama ini. Namun klaim itu belum diverifikasi secara independen.

“Pihak berwenang Korea Utara mengatakan kepada FAO bahwa tidak ada kasus virus Korona baru, tetapi kami curiga terhadap klaim tersebut,” kata Organisasi Pangan dan Pertanian PBB Bir Mandal kepada Korea Biomed seperti dilansir dari Mirror, Jumat (14/2).

Beberapa media di Korea Utara menyebutkan bahwa beberapa warga telah dikarantina. Menghadapi kemungkinan penyebaran virus Korona, otoritas Korea Utara mengambil beberapa langkah pencegahan ketat.

Korea Utara telah menutup perbatasannya dengan Tiongkok dan melarang masuknya semua turis asing. Hanya saja, JoongAng Ilbo, salah satu media di Korea Utara, telah membantah klaim bahwa tidak ada kasus yang dikonfirmasi di negara tersebut.

Sebuah sumber mengatakan kepada surat kabar itu bahwa seorang penduduk Pyongyang yang baru saja kembali dari Tiongkok menderita penyakit tersebut. Selain itu, situs web yang berbasis di Seoul Daily NK mengatakan 5 orang meninggal di kota Sinuiju barat laut, seperti dilaporkan The Daily Beast. Selain memblokir lalu lintas internasional, Kantor Berita Pusat Korea Utara melaporkan pihak berwenang telah memerintahkan semua orang yang memasuki Pyongyang melalui jalan darat dan bagi siapa saja yang telah bepergian ke luar negeri wajib melakukan tes medis.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Categories
Internasional News

Virus Korona Mewabah, Belasan Produsen Mobil Dunia Tutup Pabrik di Tiongkok

News, Sebagain besar produsen mobil berinvestasi di Tiongkok. Pasalnya, negara itu menjadi salah satu pasar potensial dan terbesar bagi industri otomotif dunia. Produsen bahkan membangun fasilitas produksi.

Namun, setelah munculnya wabah virus corona di Wuhan dan menjalar ke seluruh penjuru Tiongkok, memaksa pemerintah China memerintahkan ke pelaku industri untuk menghentikan aktivitas mereka selama masa penanggulangan.

Artinya, rantai pasok komponen pun terhambat, dan aktivitas produksi kendaraan tidak bisa berbuat banyak.

Melansir Reuters, Sabtu, berikut daftar perusahaan mobil yang telah menutup pabrik mereka di China:

Kendati demikian, beberapa waktu lalu Valeo mengatakan tidak mengalami gangguan besar pada rantai pasokannya di China.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Categories
Internasional News

Li Wenliang, Dokter yang Prediksi Virus Corona Bisa Mewabah Meninggal

News, Dokter asal Tiongkok, Li Wenliang, yang pertama kali mengungkap dan memprediksi virus corona jenis baru bisa mewabah, dinyatakan meninggal dunia.

Dokter Li sejak awal mengeluarkan peringatan pertama tentang wabah virus corona. Li tertular virus tersebut saat bekerja di Rumah Sakit Pusat di Wuhan.

Dokter Li Wenliang yang pertama kali mengungkap dan memprediksi virus Korona jenis baru bisa mewabah dinyatakan meninggal dunia. (Mirror)

Li dikenal publik karena menjadi dokter pertama yang mengirimkan peringatan kepada sesama petugas medis pada 30 Desember 2019 terkait virus corona dan dia yakin bisa mewabah. Tapi, dia justru dituduh melontarkan kabar yang meresahkan publik terkait virus corona. Polisi bahkan mengatakan kepadanya untuk berhenti membuat komentar palsu saat itu seperti dilansir dari BBC, Jumat (7/2).

Dokter Li sendiri sempat ditangkap Kepolisian Wuhan terkait prediksinya. Dia ditangkap di rumahnya pada malam hari. Li sudah meyakini virus corona akan mewabah, jauh sebelum menjadi epidemi seperti saat ini.

Terkait kematiannya, ada laporan yang berbeda. People’s Daily mengatakan, Li meninggal pada pukul 02:58 dini hari waktu Tiongkok, Jumat (7/2). Namun berita awal sempat mengungkapkan Li, 34, pada awalnya dinyatakan meninggal pada Kamis (6/2) pukul 21:30 waktu setempat dan berita itu memicu gelombang reaksi media sosial di Tiongkok.

People’s Daily mengirim tweet yang mengatakan kematian Dr Li telah memicu kesedihan nasional. Global Times kemudian mengatakan dia telah diberi perawatan ECMO (oksigenasi membran ekstra-korporeal) yang berfungsi untuk memompa jantung dan menjaga darah tetap mendapat oksigen.

Dokter Li adalah seorang dokter spesialis mata. Dia mem-posting kisahnya di Weibo dari tempat tidur rumah sakit, sebulan setelah mengirimkan peringatan awal terkait virus corona.

Dia telah memperhatikan 7 kasus pasien yang terkena virus corona yang dia pikir tampak seperti SARS. Dia sudah meramalkan sejak awal bahwa virus Korona akan menjadi wabah. Empat hari kemudian dia dipanggil ke Biro Keamanan Umum dan disuruh menandatangani surat. Dalam surat itu dia dituduh membuat komentar palsu yang telah mengganggu tatanan sosial dan menimbulkan keresahan.

Li adalah satu dari delapan orang yang berurusan dengan polisi karena dianggap menyebarkan desas-desus soal virus corona. Pihak berwenang setempat kemudian meminta maaf kepada Li.

Tak lama, Li jatuh sakit. Dalam postingan di Weibo-nya dia menjelaskan pada 10 Januari dia mulai batuk. Pada hari berikutnya dia demam dan dua hari kemudian dirawat di rumah sakit. Dia didiagnosis terinfeksi virus corona pada 30 Januari. Dan, kini Dokter Li telah meninggal dunia.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Categories
Internasional News

Respons Tiongkok soal Rencana Indonesia Setop Impor

News, Pemerintah Tiongkok menilai rencana penghentian impor beberapa jenis produk dari negara mereka ke Indonesia akan berdampak negatif bagi hubungan perdagangan kedua negara.

“Tindakan itu (penghentian impor) akan merugikan hubungan dagang antara kedua negara dan juga akan memberikan dampak negatif kepada hubungan kedua negara,” kata Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, dalam jumpa pers yang digelar di kediaman resminya di Jakarta, Selasa (4/2).

Dubes Xiao mengungkap hal tersebut terkait rencana pemerintah Indonesia untuk menghentikan sementara impor barang dari Tiongkok, menyusul eskalasi penyebaran wabah virus corona di negara tersebut.

Dia mengaku prihatin terhadap rencana pemerintah Indonesia tersebut karena menurut dia, apabila dilakukan, tindakan tersebut dapat berdampak buruk bagi hubungan kedua negara. Xiao pun mengatakan hingga saat ini, belum ada bukti bahwa virus corona bisa ditularkan melalui barang-barang impor.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan bahwa mereka tidak setuju terhadap tindakan pembatasan perdagangan ke arah Tiongkok,” kata Xiao, merujuk pada pernyataan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengatakan tidak ada alasan untuk mengintervensi perdagangan dan perjalanan internasional terkait virus corona.

Oleh sebab itu, Xiao berharap agar Indonesia bisa menimbang saran dari WHO dan tidak mengambil tindakan yang dianggap dapat memberikan dampak negatif bagi hubungan kedua negara, terlebih mengingat Indonesia dan Tiongkok sahabat yang memiliki hubungan baik.

“Kami berharap pihak Indonesia bisa memandang wabah ini dan memandang pencegahan dan penanggulangan secara objektif, rasional, dan ilmiah dan mengambil tindakan pencegahan yang rasional, bukan yang overreact supaya menghindari gangguan terhadap hubungan kedua negara dan kerja sama,” papar dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah Indonesia berencana menghentikan sementara impor dari Tiongkok terkait beberapa produk yang berpotensi membawa virus corona.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan detail dari rencana tersebut baru akan diputuskan setelah dilakukan rapat bersama dengan berbagai kementerian, karena tidak semua produk impor berpotensi membawa virus tersebut.

Dia mengatakan produk-produk yang berpotensi dilarang untuk diimpor antara lain adalah hewan hidup.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Categories
Internasional News

Takut Dijangkiti Virus Corona, Nelayan Tolak Karantina WNI di Natuna

News, Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok telah tiba di Natuna, Mereka akan menjalani proses karantina selama 14 hari. Namun, terdapat penolakan dari para nelayan.

Ketua DPD KNTI Bintan Syukur Hariyanto mengatakan bahwa pihaknya menolak isolasi WNI dari Wuhan di Natuna. Pasalnya, hal tersebut dapat mengganggu aktivitas para nelayan.

“Kami menolak pemerintah mengkarantinakan WNI asal Tiongkok di Kabupaten Natuna. Kami menilai pemerintah terlalu cepat ambil keputusan tentang hal itu,” terangnya kepada JawaPos.com, Minggu (2/2).

Ia pun mengingatkan, sebelumnya pemerintah bersitegang dengan Tiongkok dalam mempertahan perairan Natuna. Namun, sekarang kawasan Natuna dijadikan tempat karantina dari virus yang telah memakan korban 304 jiwa tersebut.

“Belum sampai sebulan yang lalu, laut kita dijarah isi alamnya, dicuri, sekarang Natuna mau dijadikan tempat penampungan orang-orang yang diduga terkena virus,” tambahnya.

Kondisi cuaca yang sedang tidak baik pun membuat pihaknya menolak langkah pemerintah itu. “Yang saya khawatirkan di sana mayoritas nelayan tradisional, iklim cuaca yang tidak menentu terutama musim di (daerah) Utara ini, bagaimana jika virus menyebar terjangkit ke masyarakat khususnya nelayan, ini sangat tidak bisa kami terima,” ujar dia.

Ditempat terpisah, Istana Kepresidenan memastikan bahwa semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang dijemput dari Wuhan, Tiongkok dinyatakan sehat. Hal ini telah melalui prosedur kesehatan sesuai standar WHO (World Health Organization).

“Semua WNI yang dijemput dalam evakuasi kemanusiaan ini dipastikan semuanya dinyatakan sehat melalui prosedur kesehatan sesuai standar WHO (World Health Organization),” kata juru bicara Presiden, Fajroel Rahman dalam keterangannya, Minggu (2/2).

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Categories
Internasional News

Terungkap, Ternyata Pasar Inilah Asal Muasal Virus Corona

News, Akhirnya asal virus corona yang mewabah di Tiongkok dan menuia kekuatiran dunia, terungkap. Virus corona itu berasal dari Pasar Seafood Huanan di Wuhan.

Pasar ditutup setelah virus corona yang mematikan dideteksi berasal dari pasar itu.(AFP/HECTOR RETAMAL)

Hal itu diungkapkan Peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) seperti dilansir Xinhua visa News.com.au Senin (27/1/2020).

Pasar itu pun ditutup setelah sampel yang diteliti virus tersebut berasal dari pasar yang menjual pelbagai macam hewan liar. Mulai anak serigala, rubah, hingga burung merak.

Sebanyak 31 dari 33 sampel positif diambil dari zona barat yang merupakan tempat perdagangan hewan liar. “Penyebaran virus corona baru mempunyai relevansi tinggi dengan perdagangan binatang liar,” ujar CDC.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.