Categories
News

Dari Rutan, Eks Menkes Siti Fadilah Surati Jokowi soal Corona

Jakarta – Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyurati Presiden Joko Widodo terkait dengan solusi percepatan penanganan penularan virus corona (Covid-19).

Dalam tulisan yang dibuat di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jumat (24/4), Siti mengatakan salah satu upaya efektif untuk menekan angka penularan adalah dengan melakukan screening massal serentak. Jika tidak bisa semua wilayah, cukup di zona merah.

Siti memandang upaya screening massal serentak akan mendukung keberhasilan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia. Ia menyatakan nantinya antara yang positif dan negatif dapat dipisahkan.

“Pisahkan yang positif. Dari yang positif ini ada yang simptomatik atau bergejala dan ada 90 persen yang asimptomatik atau tidak bergejala. Setelah jelas terpilah, maka bisa dilakukan PSBB dengan aman,” tulis Siti dalam surat tersebut.

Pengacara Siti, Kholidin, Senin (27/4) membenarkan kliennya menulis surat untuk Jokowi.

Terkait dengan screening massal serentak ini, Siti berujar bahwa yang dibutuhkan adalah rapid test yang sensitif, dengan false negative rendah.

“Sebaiknya rapid test yang digunakan adalah yang molecular base,” tuturnya.

Sementara itu, ia mengungkapkan sebaiknya primer atau reagen pada Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi virus sebaiknya menggunakan primer atau reagen yang dibuat sendiri dan berasal dari virus corona strain Indonesia. Hal itu bertujuan agar deteksi virus lebih valid.

Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya memproduksi reagen PCR. Saat ini masih dalam tahap pengujian. Selama ini, Indonesia masih mengimpor reagen PCR, salah satunya dari Korea Selatan. Reagen adalah cairan yang digunakan untuk mengetahui reaksi kimia, dalam hal ini untuk mendeteksi infeksi covid-19.

Siti juga menyoroti pemenuhan dasar warga dalam menjalani masa PSBB. Menurut dia, masih terdapat warga di tingkat bawah yang belum mendapatkan bantuan sosial. Dia meminta Pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan bantuan sosial di daerah-daerah yang memberlakukan PSBB.

“Mohon maaf, pak, rakyat kita butuh kerja hanya untuk bisa makan setiap hari. Sementara itu sampai saat ini dapur-dapur umum belum serius didirikan oleh para lurah dan kepala desa,” imbuhnya.

“Demikian halnya dengan rumah-rumah karantina buat ODP dan PDP yang seharusnya sudah ada ditingkatan desa dan kelurahan,” lanjutnya.

Siti pun menyoroti keberadaan bidan-bidan desa di bawah Kementerian Kesehatan yang biasa melakukan door to door memeriksa kesehatan warga di desa. Ia mengungkapkan bahwa bidan desa dan Posyandu bisa menjadi ujung tombak untuk melakukan monitoring dan evaluasi, maupun screening.

“Pak Jokowi yang baik, pada bapaklah kami semua rakyat Indonesia menggantungkan keselamatan masa depan bangsa dan negara ini. Semoga kita bisa secepatnya menang dari wabah Corona,” kata Siti. (ryn/ain)

Categories
News

Pemimpin Dunia Janji Percepat Obat Sembuh dan Vaksin Covid-19

Jenewa – Para pemimpin dunia berjanji untuk mempercepat pekerjaan untuk pengujian serta penyediaan obat dan vaksin Covid-19 yang akan dibagikan ke seluruh dunia. Namun, Amerika Serikat (AS) tidak ikut bergabung dalam inisiatif percepatan yang diluncurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa bergabung dalam konferensi video untuk meluncurkan inisiatif yang disebut WHO sebagai “kolaborasi penting” untuk memerangi pandemi virus corona (Covid-19).

Tujuannya adalah mempercepat pengembangan obat-obatan yang aman dan efektif, pengujian, dan vaksin untuk pencegahan, serta diagnosa dan perawatan Covid-19. Mereka juga memastikan akses perawatan yang sama untuk kaya dan miskin.

“Kita menghadapi ancaman bersama yang hanya bisa dikalahkan dengan pendekatan bersama,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat membuka pertemuan virtual tersebut, Jumat (24/4/2020).

“Pengalaman telah memperlihatkan sekalipun alat telah tersedia, mereka tidak tersedia secara sama untuk semua. Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi,” tambah Tedros.

Selama pandemi flu babi H1N1 pada 2009, muncul kritik akibat distribusi vaksin tidak merata sebab negara-negara kaya bisa membeli lebih banyak.

“Kita harus memastikan orang-orang yang membutuhkan mendapatkannya. Pelajaran dari AIDS harus diingat. Terlalu banyak jutaan orang meninggal sebelum obat-obatan anti-retovirus dapat diakses secara luas,” kata kepala dana global untuk melawan AIDS, tuberkulosis, dan malaria, Peter Sands.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, mengatakan tujuan dari upaya janji global pada 4 Mei adalah mengumpulkan 7,5 miliar euro (Rp 126 triliun) untuk meningkatkan pencegahan, diagnostik, dan perawatan.

“Ini hanya langkah pertama, tapi lebih banyak lagi yang dibutuhkan di masa depan,” katanya.

Para pemimpin dari Asia, Timur Tengah, dan Amerika juga bergabung dalam konferensi video WHO itu, namun beberapa negara besar tidak berpartisipasi termasuk Tiongkok, India, dan Rusia. Juru bicara untuk misi AS di Jenewa telah menyatakan AS tidak akan bergabung.

CEO aliansi vaksi, GAVI, Dr. Seth Berkley mengatakan lebih dari 100 vaksin potensial untuk Covid-19 sedang dikembangkan, termasuk enam diantaranya sudah masuk uji klinis.

“Kita harus memastikan terdapat cukup vaksin untuk semua orang. Kami membutuhkan kepemimpinan global untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan para kandidat vaksin,” kata Berkley dalam konferensi pers di Jenewa.

Lebih dari 2,7 juta orang telah terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia dan lebih dari 190.000 orang telah meninggal dunia. “Saat diagnostik, perawatan, dan vaksin sudah tersedia, kami punya tanggung jawab untuk mengeluarkannya secara adil dengan pemahaman bahwa seluruh nyawa sama berharganya,” kata Melinda Gates dari Yayasan Gates, yang menjadi donatur terbesar kedua untuk WHO pada 2019. (BS)

Categories
News

3 Berita Tidak Benar Terkait Cara Sembuh dari Covid-19 Secara Mandiri

Pandemi virus Corona Covid-19 rupanya dimanfaatkan beberapa orang untuk menyebar berita tidak benar, misalnya saja kabar cara sembuh secara mandiri.

Banyak sekali beredar kabar cara sembuh dari virus corona covid 19 secara mandiri. Bahkan kabar ini sudah menyebar ke mana-mana melalui Media Sosial.

Setelah ditelusuri kabar cara sembuh dari Covid-19 secara mandiri ke sumber resmi dan ke Kominfo. Ternyata ditemukan 3 cara menyembuhkan diri sendiri dari Covid-19 yang sebenarnya hanyalah hoax.

Diantara berita cara sembuh dari corona yang tidak benar tersebut adalah:

Kabar mengenai putri praktisi farmasi UGM yang terinfeksi virus Corona Covid-19 dan cara menyembuhkannya secara mandiri.

Kabar itu sebagai berikut:

Sharing dari Bambang Priyambodo, praktisi Farmasi dari UGM, salah satu anaknya terkena COVID-19. Akhirnya, ujian itu pun datang.

Selasa tengah malam, 31 Maret 2020, anak saya mengabarkan bahwa dia sedang sakit.

Sebelumnya dia bercerita kronologisnya seperti ini:

Tanggal 23 Maret 2020, hari ke-1

Sebelum diberlakukannya physical distancing di Jerman, kebetulan dia ada acara dengan teman-temannya. Saya menduga di sini dia mulai tertular.

Tanggal 28 Maret 2020, hari ke-5

Dia bilang kalau tiba-tiba saja dia terkena sariawan yang cukup besar. Badannya mulai terasa tidak enak. Dia pikir awalnya mungkin disebabkan cuaca di Kota Halle yang tak karuan. Terkadang cerah dan hangat, namun tiba-tiba berubah menjadi dingin hingga 2 sampai 4° Celcius.

(Setelah kejadian dia sakit, baru kemudian saya berpikir inilah mulai masa illness (gejala) dari virus ini)

Tanggal 31 Maret 2020, hari ke-8

Demamnya makin tinggi. Badannya menggigil, kedinginan, hingga ke tulang. Kepalanya pusing sekali, bahkan hampir tak bisa bangun. Tenggorokan pun sangat sakit sekali buat menelan. Lidahnya hampir tak bisa merasakan rasa manis atau asin, batuk kering, ada riak yang sangat lengket sekali.

“Waaah COVID-19 ini,” batin saya.

Saya pun kemudian memandu dia pelan-pelan via HP apa yang harus dia lakukan. Bersyukur sekali bahwa putri saya mematuhi perintah saya untuk minum Vitamin C, Vitamin E dan Zinc setiap hari.

Berikut penanganannya:

Untuk mengatasi demam, saya suruh dia untuk minum paracetamol 500 mg yang kebetulan memang sudah disiapkan sejak wabah ini mulai merebak ke mana-mana.

Dosis 3 kali sehari (terkadang hingga 4 kali sehari jika panasnya gak turun-turun).

Untuk menambah energi dia juga sudah disediakan madu. Mengingat sakit sekali kalo untuk menelan sehingga nafsu makannya turun sekali. Meskipun demikian makan dan minum harus dipaksa. Tidak apa-apa makan apapun yang penting ada yang masuk ke dalam perut.

Untuk sakit kepalanya, dia terkadang minum neuralgin jika sudah tidak tertahan lagi. Tapi dia bilang jarang sekali diminum, hanya mengandalkan paracetamol saja.

Untuk mengatasi lendir yang sangat lengket di tenggorokan, saya suruh dia untuk menyiapkan satu ruas jahe. Dikeprek, kemudian direbus. Uap airnya digunakan untuk aroma terapi.

Vitamin C, Vitamin E dan Zinc sekali sehari masih terus dilanjutkan.

Tanggal 1-3 April, hari ke-9 sampai 12

Inilah masa-masa terberat. Apalagi dia hanya tinggal sendirian di apartemennya. Pengobatan masih sama.

Tanggal 5 April 2020, hari ke-14

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, akhirnya semua gejala yang dialami anak saya sudah hilang tuntas. Bisa dikatakan dia sudah pulih seperti sedia kala.

Jadi yang perlu disiapkan, jika terkena virus ini adalah :

  1. Paracetamol untuk mengatasi demam
  2. Neuralgin untuk jaga-jaga jika sakit kepala hebat dan tak tertahankan
  3. Vitamin C
  4. Vitamin E
  5. Zinc
  6. Madu
  7. Echinacea (jika perlu)
  8. Curcumin (jika perlu)

Berdasarkan keterangan dari pihak farmasi UGM, putri praktisi farmasi UGM tersebut tidak pernah terkena terkena COVID-19. Jadi kabar ini adalah hoax.

Kabar tentang garam dapur bisa dipakai untuk melawan Covid-19

Rupanya sempat beredar kabar bahwa garam dapur dipercaya sebagai senjata untuk melawan virus corona alias COVID-19 hanya dalam setengah hari dan tenggorokan yang sakit akan sembuh.

Kabar tersebut sebagai berikut:

Sukses garam dapur NaCL vs Corona. Sudah dicoba ternyata berhasil. Saudara-saudara kalau terasa leher tidak enak, terasa kering, cepat ambil garam dapur. Biarkan larut di mulut. Kemudian telan sedikit-sedikit. Biarkan ditenggorokan.

Saya sudah coba berhasil. Semoga saudara sukses dan sehat kembali. Virus yang coba-coba mampir di tenggorokan keok.

Setelah ditelusuri di website Kominfo, ternyata kabar tersebut hanyalah hoax.

Kabar tentang pencegahan Covid-19 secara mandiri yang mengatasnamakan UNICEF

Kabar tersebut menjelaskan sebagai berikut:

  1. Covid-19 merupakan virus berukuran besar. Diameter virus ini 400-500 micro sehingga masker jenis apapun dapat mencegah masuknya ke tubuh ita dan tidak perlu menggunakan masker yang mahal.
  2. Virus Corona Covid-19 tidak melayang di udara, tapi menempel pada benda sehingga penularannya tidak melalui udara.
  3. Apabila menempel di permukaan logam, virus Corona Covid-19 dapat hidup selama 12 jam. Mencuci dengan sabun dan air sudah cukup.
  4. Apabila menempel di kain, virus Covid-19 dapat hidup selama 9 jam sehingga mencuci pakaian dan menjemurnya di bawah sinar matahari selama 2 jam sudah cukup membunuhnya.
  5. Apabila menempel di tangan virus Corona Covid-19 dapat hidup selama 10 menit sehingga memakai hand sanitizer berbahan dasar alkohol sudah cukup untuk berjaga-jaga membasminya.

Berdasarkan penelusuran di website Kominfo, ternyata informasi tersebut juga hoax.

Kominfo harus bertindak

Menanggapi banyaknya kabar mengenai COVID-19 tersebut, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pihaknya memiliki dasar untuk memberantas hoaks tersebut.

“Sudah ada 177 topik hoaks terkait virus korona yang ditemukan Kominfo. Penelusuran dilakukan pada kurun waktu Januari sampai Maret 2020 dari berbagai sumber platform berbagai informasi digital,” ujar Semuel Abrijani Pangerapan.

Tindakan terhadap hoax virus Corona Covid-19 dilakukan dengan pemblokiran, penghapusan konten, hingga tuntutan hukum disiapkan oleh Kominfo.

“Kominfo juga memiliki prosedur untuk meminta penghapusan konten jika diketahui mengandung hoaks virus korona. Namun, hal tersebut harus berjalan sesuai peraturan maupun prosedur dengan pemilik platform,” terang Semuel

Lalu bagaimana sikap yang diambil dalam menghadapi hoax soal penanganan Covid-19?

Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Sunyoto mengatakan, karakteristik berita dalam media sosial direspon secara spontan, tanpa konfirmasi, cepat, mudah tersebar.

Penerima informasi mudah diprovokasi karena tidak memiliki informasi atau opini pembanding, dan tidak punya waktu yang cukup untuk memahami kadar nalar informasi yang diterima. Tanpa kontrol dan berpikir panjang lalu forward ke orang lain.

“Saya kira perlu ada edukasi tentang bagaimana kita seharusnya menangkap dan merespon informasi melalui media sosial. Peran pemerintah sebagai lembaga yang punya otoritas untuk membuat regulasi, kontrol dan memberi sanksi.

Kalau ada hoaks perlu ditunjukkan ke masyarakat mana yang benar, tidak cukup hanya menyatakan hoaks dan memberi sanksi kepada penyebarannya,” terang Sunyoto.

Pemerintah, lanjutnya, harus transparan dengan isu-isu yang terjadi. Memang isu-isu bisa tidak disampaikan kepada publik terutama untuk keamanan dan keselamatan.

“Saya minta media mainstream jangan justru mencari sumber informasi dari media sosial. Carilah dari sumber yang resmi dan benar,” ujar Sunyoto.

Sunyoto juga menekankan, tidak perlu penyebar hoaks langsung diberi sanksi. Tergantung seberapa besar kesalahannya.

“Apalagi saat ini penjara semakin sesak. Bahkan kriminal yang di dalam penjara saja sekarang dilepas,” pungkas Sunyoto. (DRM)

Categories
News

Pasien Positif Corona di Jambi Sembuh. Ini Pengalaman dan Harapannya!

Jambi – Setelah 34 hari menjalani perawatan intensif di ruang isolasi covid-19 rumah Sakit Raden Mattaher Jambi, satu pasien positif corona pun kembali ke rumah.

Dari informasi yang dihimpun VIVAnews di rumah sakit, pasien yang dinyatakan sembuh itu berjenis kelamin laki-laki dan berusia 55 tahun. Dia adalah warga Kabupaten Tebo, Jambi. Dia tampak keluar dari ruang isolasi menuju mobil ambulans yang telah disiapkan di halaman parkir.

Sambil berjalan kaki ke arah ambulans. Saat wawancara, pasien langsung buka-bukaan ke publik bagaimana pengalamannya selama perawatan di rumah sakit hingga bisa sembuh.

Sambil bersedih, pasien itu mengaku selama perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit, pikirannya sangat banyak. Akan tetapi, dia tetap semangat menjalani perawatan dan sambil berdoa agar cepat sembuh.

“Saya (juga) selalu berdoa agar wabah virus corona cepat selesai dan dalam menjalani isolasi saat itu tidaklah mudah. Namun saya tetap selalu sabar dan tabah melewati semua dalam perawatan,” ujarnya, Senin Sore 20 April 2020.

Ia juga sangat berterima kasih kepada para tenaga medis mulai dari dokter, perawat, Dinas Kesehatan, Bupati dan Wakil Bupati. Termasuk masyarakat khususnya Kabupaten Tebo yang selalu mendoakan agar cepat sembuh saat dirawat.

“Dari berkat doa kesembuhan, saya bisa menjalani hal tersulit. Apalagi saya dirawat di ruang isolasi selama 34 hari akibat terinfeksi virus corona,” jelasnya.

Diceritakan pasien, para tim medis rumah sakit Raden Mattaher Jambi sangat memberikan support. Banyak hal dan risiko yang dilalui tim medis demi kesembuhan. Tim medis, lanjud dia, sangat ikhlas dan tabah demi kesembuhan para pasien covid-19.

“Saat saya pulang, saya akan isolasi mandiri lagi di rumah selama 14 hari sambil pemulihan dan semoga saya pasien pertama dan terakhir khususnya dari Kabupaten Tebo yang terinfeksi corona,” terangnya.

Pria 55 tahun tersebut juga berpesan, kepada lapisan masyarakat Provinsi Jambi, agar tetap mematuhi aturan pemerintah demi cepat selesai wabah virus corona Khususnya Provinsi Jambi.

“Masyarakat saya harapkan jangan panik dan takut. Serta (saya) berharap masyarakat ikuti aturan pemerintah demi kebaikan bersama demi memutus rantai penyebaran covid-19,” katanya. (viva)

Categories
News

Kemenkes Tegaskan Pasien Corona yang Sembuh Tidak Bisa Menular Lagi

Jakarta – Pemerintah telah mengumumkan jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Sabtu (18/4/2020) sudah mencapai 6.248 kasus. 631 di antaranya sudah dinyatakan sembuh dari virus Corona tersebut.

Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan lewat juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19 Achmad Yurianto menegaskan bahwa pasien yang sudah sembuh tidak akan menularkan penyakitnya lagi.

“Kami mohon kepada masyarakat untuk paham betul, bahwa pasien-pasien COVID-19 yang sudah sembuh, mereka sudah tidak akan menularkan penyakitnya lagi,” jelasnya dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Sabtu (18/4/2020).

Yuri mengatakan, seseorang dapat dikatakan pasien sembuh corona itu sudah berdasarkan dengan persyaratan yang ada. Virus di dalam tubuhnya benar-benar dipastikan negatif.

“Karena persyaratan sembuh diyakinkan bahwa dia (virus) sudah negatif di dalam tubuhnya,” lanjutnya. (detik)

Categories
News

Kabar Baik Bagi Indonesia, 102 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari

<strong>Corona -</strong> Pasien Covid-19 yang sembuh terus bertambah setiap hari. Kabar baik ini menjadi harapan dan memberi rasa optimis bahwa pasien Covid-19 memang bisa sembuh. Untuk pertama kalinya terjadi di Indonesia pada Kamis (16/4), kasus pasien sembuh Covid-19 lebih tinggi dari kematian. Dalam sehari ada pertambahan 102 pasien sembuh.

Dalam sehari ada pertambahan 102 pasien sembuh dari semua provinsi di Indonesia. Kasus pasien sembuh kini total mencapai 548 orang.

“Pasien sembuh trus naik, dalam sehari ada 102 pasien sembuh,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Kamis (16/4).

Sementara itu angka kematian bertambah 27 orang. Total kasus meninggal kini sebanyak 496 kematian. Angka itu membuat kasus pasien sembuh jauh lebih banyak dibanding kasus meninggal.

“Ayo pastikan bahwa kita tak tertular dan tak menulari. Hargai dan bantu isolasi mandiri, jangan diskriminasi pasien Covid-19 dan yang sudah pulang. Tak boleh tolak jenazah Covid-19. Kekompakan mutlak sedang dibutuhkan. Sedang diuji. Mari kita lawan Covid-19 dengan tetap berada di rumah,” ujar Yurianto.

Yurianto merinci sejumlah pasien sembuh di 5 provinsi tertinggi. Dari 34 provinsi terdampak Covid-19, sudah sembuh di DKI Jakarta sebanyak 202 pasien, Jawa Timur 86 pasien, Sulawesi Selatan 42 pasien, Bali 32 pasien, dan Jawa Barat 28 pasien. Serta tersebar di seluruh provinsi lainnya.

Yurianto mengingatkan juga agar masyarakat jangan lengah dengan Covid-19 dan tetap mewaspadai munculnya penyakit pancaroba seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Jangan sampai angka pasien DBD memperburuk situasi Covid-19.

“Ancaman DBD secara klasik masih mumcul. Maka selain jaga jarak dan pakai masker serta berada di rumah saja, masyarakat juga harus jadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk setiap rumah masing-masing,” tegasnya. (JP)

Categories
News

Pria di Bogor Meninggal saat Rakaat Kedua, Jemaah Shalat Jumat Panik Berhamburan

Bogor – Jemaah masjid Al Atieq di Kampung Semplak Kaum, Desa Semplak Barat, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mendadak bubar saat sedang menunaikan salat Jumat rakaat kedua.

Salat Jumat belum juga usai, jemaah berhamburan akibat salah satu makmum tiba-tiba jatuh dan terkapar di atas sajadah. Insiden itu terjadi pada Jumat (17/4). Sekretaris Desa Semplak Barat Asep Mulyadi membenarkan adanya kejadian itu.

“Pada intinya kami dari pihak desa hanya menerima laporan dari warga ketika salat Jumat ada warga yang pingsan pertama. Tetapi itu bukan warga asli Desa Semplak Barat, dia adalah warga luar yang ngontrak gitu,” ujar Asep, saat dihubungi.

Asep mengatakan perangkat desa kemudian langsung menghubungi puskesmas setempat. Petugas puskesmas yang datang mengenakan APD. Setelah dicek, pria itu dinyatakan meninggal dunia.

“Sampai sekarang belum dievakuasi. Karena memang ada SOP kita menjaga suatu hal kondisi seperti sekarang corona ini. Walaupun orang tersebut corona atau tidak,” ujar dia.

Asep juga mengatakan Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Harusnya, pelaksanaan salat Jumat diganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing.

Menurut Asep, warga Desa Semplak Barat sudah diimbau untuk tidak menggelar salat Jumat saat PSBB.

“Kita sudah mengimbau, ya sudah, dari kepolisian sudah, tetapi di masyarakat itu sendiri ada yang paham ada yang tidak, ini adalah satu dilema juga kadang-kadang jadi pro-kontra, ketika melaksanakan ada yang taat tidak melaksanakan bukan hanya di kita saja,” kata Asep. [KI]

Categories
News

Luar Biasa! Anak SD Ini Serahkan Tabungannya demi Bantu Beli APD

Bandung – Pandemi virus corona ini seolah pedang bermata dua. Satu sisi membawa dampak yang tak menyenangkan, tapi sisi lainnya banyak orang berlomba-lomba melakukan kebaikan.

Contohnya anak berusia 9 tahun yang bernama Moch. Hafidh ini. Mengutip akun Instagram Polsek Dayeuhkolot, pada hari ini (16/4) mendatangi Mako polsek Dayeuhkolot, Kab. Bandung.

Maksud kedatangannya itu, ia ingin menyerahkan tabungannya untuk turut membantu pembelian APD (Alat Perlindungan Diri).

Mengutip akun Instagram Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kornda Bandung Raya, uang tabungannya itu berjumlah Rp. 453.300,- dengan pecahan uang koin Rp.1000, uang koin Rp. 500, dan Rp.100.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Polsek Dayeuhkolot News – Anak kecil bernama Moch. Hafidh (9 tahun) yang duduk di kelas 3 SDN Pasigaran 3 Dayeuhkolot meminta ibunya Rikoh Rotikoh untuk mengantar ke Polsek Dayeuhkolot Polresta Bandung menemui Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Sudrajat dengan membawa kaleng Biskuit yang berisikan pecahan uang koin untuk disalurkan membantu membeli APD (Alat Pelindung Diri). Kamis (16/04/2020). Berawal ketika Moch.Hafidh (9 tahun) diliburkan sekolah dikarenakan Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang terus mewabah di Indonesia dan melihat pemberitaan di Televisi bahwa langka dan mahalnya masker beserta APD (Alat Pelindung Diri) untuk pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang dibutuhkan para tenaga medis saat ini. Anak dari Bapak Ruhiyatna yang berprofesi sebagai tukang servis Televisi dan Ibu Rikoh Rotikoh yang berprofesi sebagai pedagang baso ayam tersebut membawa tabungannya berupa pecahan koin kepada ibunya yang dikumpulkan selama 9 bulan dengan menyisihkan sisa uang jajannya setiap hari untuk disumbangkan membantu membeli APD (Alat Pelindung Diri). Ibu Rikoh Rotikoh mengatakan “Bahwa banyaknya pemberitaan mengenai Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang terus mewabah dan sulitnya mendapatkan APD (Alat Pelindung Diri) di televisi, Moch.Hafidh (9 tahun) sempat menanyakan kepada saya apa dan untuk apa APD tersebut dan saya menjelaskan kepada Moch. Hafidh bahwa APD adalah Alat Pelindung Diri yang sangat dibutuhkan oleh tenaga medis dalam menangani pasien Virus Corona kemudian Moch. Hafidh mengungkapkan ingin membantu membeli APD dengan menyumbangkan tabungannya yang Moch. Hafidh kumpulkan selama 9 bulan yang awalnya tabungan tersebut dikumpulkan untuk membantu biaya pernikahan kakaknya”. Kata Ibu Rikoh Rotikoh. Masih Ibu Rikoh Rotikoh ” Saya hanya memberikan uang jajan sehari Rp.2000,- untuk Moch.Hafidh, sewaktu akan memberikan uang tabungannya Moch. Hafidh mengatakan wabah virus Corona yang menimpa Indonesia ingin segera berakhir supaya bisa bersekolah dan bermain kembali dengan teman-temannya”. @polrestabandung @tmcpolrestabandung @bhayangkari_pc_kotabdg_jabar @bag_sumdarestabdg @satnarkobaresbdg @satbinmas @sabharapolrestabdg @spkt_polreskotabandung

Sebuah kiriman dibagikan oleh POLSEK DAYEUHKOLOT (@polsekdayeuhkolot1) pada


Rupanya, tabungannya ini tadinya ditujukkan untuk membantu pernikahan kakaknya.

Hangat hati Mama melihat kebaikan anak ini. Betapa punya rasa simpati yang besar dan dia berpikiran apa yang bisa dibantu dari apa yang ia punya. Kalau setiap orang punya rasa simpati tinggi seperti dia, sudah kebayang betapa tentramnya bumi ini ya, Ma.

Tahu nggak, Ma, ternyata sikap simpati dan empati itu bisa orang tua tanamkan pada anak bahkan sejak dini. Mama baca dari aneka bacaan, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan.

Pertama, jadilah contoh baginya. Ya, sejatinya anak adalah peniru yang ulung, Ma. Selanjutnya, kita bisa mengajaknya berpikir bahwa tindakan yang kita lakukan, akan selalu berlaku pada sebab dan akibat. Entah itu yang positif maupun negatif.

Supaya lebih mudah buat anak, ajarilah ia untuk mengenali emosi yang ia rasakan. Menjadi penting, supaya ia lebih mudah bisa berpikir bahwa itu yang mungkin orang lain rasakan juga.

Latihlah anak juga untuk selalu menghormati serta menghargai orang lain tanpa kecuali.
Semoga kisah anak ini bisa menginspirasi kita semua untuk saling bantu-membantu meringankan beban, terutama di masa pandemi ini. Amin. (PRC)

Categories
News

Update Corona Indonesia: Pasien Sembuh Mencapai 446 Orang

Jakarta – Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus Corona di Indonesia terus mengalami peningkatan. Di sisi lain, penularan Covid-19 masih juga terjadi.

Demikian dinyatakan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan melalui video conference, Rabu (15/4/2020).

Disebutkan Yuri, pada update data tanggal 15 April pukul 12.00, uji PCR sudah dilaksanakan pada lebih dari 36.431 specimen.

Dari 33.001 orang yang diperiksa diketahu hasil positif akumulatif 5.136 orang, negati 27.865 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Selasa (14//4/2020), memberi keterangan di BNPB, Jakarta. JIBI – Bisnis/Nancy Junita

“Data yang kami himpun berjenjang sejak dari dinas kesehatna kabupaten/kota terakumalasi secara nasional,” ujar Yuri.

Disebutkan Yuri hingga hari ini terdapat 165.540 kasus ODP dan 11.165 kasus PDP.

Adapun yang terkonfimasi positif Covid-19 sebanyak 5.136 orang.

“Dari jumlah ini, Alhamdulilah 446 sembuh,” ujar Yuri.

Di sisi lain Yuri menyebutkan terdapat 469 orang yang meninggal. (bisnis24)

Categories
News

Kabar Baik! Pasien Covid-19 Sembuh di Jatim Bertambah Jadi 86 Orang

Jakarta –Sebanyak 86 pasien dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) di wilayah Jawa Timur, dari keseluruhan 499 kasus terkonfirmasi positif.

“Kembali ada kabar baik hari ini, yaitu lima pasien terkonversi negatif sehingga total kesembuhan di Jatim mencapai 86 orang,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (15/4/2020) malam.

Secara persentase, kata dia, tingkat kesembuhan di Jawa Timur angkanya mencapai 17,23 persen.

“Terima kasih selalu kami sampaikan kepada seluruh tim kesehatan. Kami semua mendoakan agar selalu sehat dan keluarganya juga turut sehat,” ujaarnya.

Lima pasien sembuh sesuai data yang masuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Timur hingga Rabu pukul 17.00 WIB, yakni dua orang asal Kabupaten Lamongan serta masing-masing satu orang dari Lumajang, Situbondo dan Surabaya.

Perinciannya, jumlah pasien sembuh atau terkonversi negatif adalah 40 orang berasal dari Kota Surabaya, delapan orang asal Magetan, tujuh orang asal Kota Malang, enam orang asal Situbondo, lima orang asal Sidoarjo, empat orang asal Kabupaten Malang, serta dua orang asal Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Gresik dan Lamongan.

Selain itu, masing-masing satu orang asal Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Banyuwangi, Jember, Kabupaten Madiun, Kota Batu, Tulungagung serta Lumajang.

Sementara itu, untuk kasus meninggal dunia karena COVID-19 di Jatim saat ini mencapai 46 orang (9,22 persen) atau bertambah satu orang dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 45 orang, yakni asal Surabaya.

Perinciannya, 24 orang asal Surabaya, enam orang asal Sidoarjo, empat orang asal Kabupaten Kediri, dua orang asal Lumajang dan satu orang masing-masing asal Kabupaten Malang, Magetan, Gresik, Pamekasan, Tuban, Bojonegoro, Banyuwangi, Kota Pasuruan, Jember dan Kabupaten Blitar.

“Kami ikut berduka dan semoga almarhum/almarhumah mendapat tempat di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kesabaran,” kata Khofifah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) melakukan inspeksi mendadak pabrik masker dan alat pelindung diri (APD) di PT Jayamas Medica Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (18/3/2020). – ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Sementara itu, jumlah pasien terkonfirmasi positif di Jatim saat ini mencapai 499 orang atau bertambah 25 orang dibanding sehari sebelumnya yang berjumlah 474 orang.

Sementara itu, warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim mencapai 1.621 orang atau bertambah dari data sehari sebelumnya 1.498 orang, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 15.328 orang atau meningkat dari sehari sebelumnya sejumlah 14.931 orang.

Terkait status daerah terjangkit atau zona merah, tak ada tambahan atau tetap 33 kabupaten/kota sehingga hanya menyisakan lima daerah yang di wilayah setempat tak ada kasus positif Covid-19.

Kelima daerah tersebut yakni Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Sumenep. (bisnis24)