Mengetahui Penyakit dan Sebabnya, Cara Menyembuhkan, dan Cara Mengobati Barbagai Penyakit | Ilmiah, Alami, dan Tradisional

Ternyata Ada Penyebaran Covid-19 Corona Gelombang Kedua. Ini Penjelasannya!

News – Semua pihak mewaspadai gelombang kedua penyebaran Covid-19. Hal ini disampaikan Juru Bicara Indonesia untuk Covid-19 Achmad Yurianto, seperti yang dilansir cnbcindonesia. com. Sebab, jumlah negara yang terjangkit ditambah kecepatan penyebaran Covid-19 di luar China semakin meningkat.

Ditemui di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (3/3/2020), Yuri, sapaan akrab Achmad Yurianto, mengungkapkan angka kejadian Covid-19 di China sudah cenderung menurun. Bahkan, penambahan kasusnya pun terendah sejak Januari 2020.

Mengutip data WHO yang dirilis 2 Maret 2020, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 88.948 kasus. Perinciannya 80.174 kasus Covid-19 (206 kasus baru) di China dan 8.774 kasus Covid-19 (1.598 kasus baru) di luar China.

“Kita juga melihat beberapa rumah sakit juga mulai langsung dibongkar. Yang sembuh semakin banyak, juga angka sakit berat juga semakin menurun. Di mainland China, tetap 95% berasal dari provinsi Hubei, yang lainnya di luar itu,” ujar Yuri.

Berita Terkait
1 daripada 74

“Yang menarik gelombang kedua di luar mainland China angkanya makin naik. Sebanyak 81% adanya di Korsel, Jepang, Iran, Italia. Selebihnya kecil. Kemudian di Jepang hampir separuh kasus berawal dari kapal Diamond Princess,” lanjutnya.

Menurut Yuri, gelombang kedua ini sangat mungkin terjadi akibat gambaran klinis dari reaksi akibat Covid-19 berubah.

Sebelumnya, Yuri ditunjuk pemerintah sebagai Juru Bicara Indonesia untuk Covid-19. Hal tersebut dikemukakan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto usai menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2020).

“Jadi sesuai dengan arahan Bapak Presiden, dan sudah ditunjuk Juru Bicara untuk menangani ini semua, namanya dr Achmad Yurianto,” kata Terawan di kompleks Istana Kepresidenan.

“Beliau yang terbekali dengan semua data yang ada, baik data mengenai kasus yang kemarin sudah diumumkan dan semua betul-betul akan terkonsentrasi di satu juru bicara,” jelasnya.

Baca Juga...