Categories
News

Kapan Pandemi Virus Corona Berakhir? Ini Jawaban Para Pakar Penyakit Menular

News – Virus corona (COVID-19) telah menjadi pandemi global di berbagai belahan dunia. Virus yang awalnya menjangkiti China pada bulan Desember 2019 ini, lalu menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia pada 2020.

Menurut World Health Organization (WHO), virus corona telah menginfeksi lebih dari 1.353.361 orang di seluruh dunia. Ketika banyak negara dan kota terus menegakkan aturan physical distancing, mendorong isolasi diri dan menunda berbagai acara besar, termasuk olimpiade di Jepang, ada satu pertanyaan yang sering muncul di benak setiap orang: Kapan pandemi virus corona ini benar-benar berakhir?

Jawaban singkatnya adalah, tidak ada yang bisa menjawabnya dengan pasti. Tetapi para pakar dan peneliti penyakit menular memiliki beberapa pemikiran untuk membantu menempatkan situasi kesehatan global ini ke dalam sebuah perspektif yang tepat tentang berapa lama orang akan menghadapi pandemi virus corona di seluruh dunia?

Seperti dilansir dari Women’s Health, Minggu (12/4/2020), Kepala Bagian Penyakit Menular di Universitas Maryland Upper Chesapeake Health Faheem Younus mengatakan, jujur, tidak mungkin untuk mengatakan kapan pandemi virus corona akan berakhir, sebab virus corona (COVID-19) memang virus baru. Oleh karena itu sulit memprediksinya.

Namun, terang Younus, pandemi pernah terjadi sebelumnya. Pandemi berlalu saat masyarakat memahami cara menghadapinya dan ketika vaksin telah dikembangkan dan didistribusikan.

Para peneliti melihat sejarah pandemi masa lalu untuk membuat prediksi awal tentang kapan pandemi virus corona akan berakhir. Pada masa lalu, pandemi biasanya berlangsung antara 12 hingga 36 bulan.

Salah satu contoh jangka waktu pandemi masa lalu, pada 2009 terjadi pandemi flu H1N1. WHO mengumumkan pandemi flu babi tersebut pada Juni. Lalu pada pertengahan September, FDA menyetujui empat vaksin untuk virus itu, dan mereka mulai diberikan pada Oktober.

Pada akhir Desember, vaksinasi dilakukan untuk siapa saja yang menginginkannya, dan pandemi dianggap berakhir pada Agustus 2010.

Namun, sejatinya Anda tidak bisa hanya melihat model pandemi masa lalu untuk memprediksi jangka waktu pandemi virus corona saat ini. Sebab ini virus yang berbeda. Bisakah cuaca hangat membantu mengurangi penyebaran virus corona dan membantu mengakhirinya?

Anda mungkin pernah mendengar desas-desus pandemi COVID-19 mungkin hilang pada musim semi karena penyebaran jenis virus corona lainnya cenderung memuncak antara Desember dan Maret. “Namun sekali lagi sulit untuk mengetahui ke mana virus corona ini akan pergi,” kata Pakar Penyakit Menular dan Wakil Direktur Medis di Westmed Medical Group di New York, Sandra Kesh.

Para pakar tidak cukup tahu tentang bagaimana COVID-19 menyebar, dan bagaimana perubahan cuaca dan suhu dapat mempengaruhi atau tidak mempengaruhi hal itu.

“Kenyataannya pergantian musim cenderung kurang berdampak pada virus baru sehingga Anda masih bisa sakit di luar musim dingin. Dan ingat, ini pandemi global, jadi selalu ada musim dingin di suatu negara lain,” ujar Kesh.

Jadi apa yang mungkin terjadi dengan virus corona dalam beberapa bulan ke depan?

“Karena ini adalah virus baru, mereka yang belum terinfeksi di sebagian besar dunia tidak memiliki kekebalan terhadapnya,” kata Kesh.

Jadi dalam skenario terburuk, jika banyak orang di suatu komunitas sakit pada saat yang sama, ini membuat sumber daya medis kebanjiran pasien dan mengganggu proses sehari-hari dalam kehidupan.

Terkait pandemi virus ini juga tergantung dengan di mana kamu tinggal. Intinya jangan heran jika acara terus ditunda atau dibatalkan. Semua orang sebaiknya juga patuh melakukan physical distancing agar virus segera menghilang. Semakin banyak orang yang mematuhi aturan di wilayah mereka untuk melakukan physical distancing dan isolasi diri, semakin baik untuk kita semua.

“Tinggal di rumah saja dan melakukan physical distancing adalah cara penting untuk memperlambat penyebaran virus corona dan mengulur waktu,” terang Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Untuk benar-benar menghilangkan virus, kita perlu menyerang virus dengan taktik agresif dan penuh target. Menguji setiap kasus yang dicurigai, mengisolasi dan merawat setiap pasien yang dikonfirmasi, dan melacak dan mengkarantina setiap orang yang kontak dengan pasien COVID-19,” terang Ghebreyesus.

“Intinya saat virus makin menyebar, semakin banyak orang yang akan mengembangkan kekebalan tubuh terhadap virus corona sehingga dampaknya akan menurun seiring waktu,” tambah Kesh.

“Namun, sekali lagi, berapa lama waktu yang dibutuhkan tidak jelas,” kata Kesh. (Okezone)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *