Mengetahui Penyakit dan Sebabnya, Cara Menyembuhkan, dan Cara Mengobati Barbagai Penyakit | Ilmiah, Alami, dan Tradisional

Ini Cara Cerdas Anies Hadapi Serangan Virus Corona

News – Bagaimana cara cerdas Anies menghadapi virus corona? Dikutip dari demokrasi.co. id, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada warganya apabila merasakan gejala-gejala mirip seperti terjangkit virus corona untuk segera melaporkan hal tersebut melalui call center 112 atau 119 dan jangan langsung menuju fasilitas kesehatan.

“Mengapa begitu? Karena bila sampai hal itu terkonfirm (positif corona), untuk mengurangi potensi penularan, kami yang akan jemput. Penelepon akan didatangi dan akan dibawa ke fasilitas kesehatan,” ungkap Anies saat melakukan Konferensi pers di ruang Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/3).

“Kalau datang sendiri nanti diperjalanan punya potensi penularan. Di ruang tunggu punya potensi penularan. Jadi tinggal di tempat anda berada kami yg akan jemput. SOP nya begitu,” tegas Anies melanjutkan.

Anies pun memastikan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan tenaga medis serta fasilitas yang cukup untuk merespon itu semua.

“Tapi semuanya dilakukan lewat telepon terlebih dahulu,” jelas Anies.

Berita Terkait
1 daripada 74

“Kemudian, Pemprov juga tidak akan mengeluarkan perizinan baru untuk kegiatan perkumpulan orang dalam jumlah yang besar,” ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/3/2020).

Sementara itu, izin keramaian yang sudah keluar juga akan dikaji juga. “Dan yang sudah terlanjur keluar izinnya, akan di-review kembali,” kata Anies.

Akan mengakui Jakarta dalam kondisi genting karena ditemukan dua orang positif Corona di Indonesia sehingga dia meminta jajarannya segera memberi respons.

“Kemudian kita menyadari ini situasi urgent atau situasi genting, karena itu segalanya harus dikerjakan dengan cepat dan harus responsif,” ucap Anies.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kasus pertama corona di Indonesia. Mereka adalah seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya yang berusia 31 tahun.

Keduanya terinfeksi dari warga Jepang yang pernah berkunjung ke Indonesia.

Baca Juga...