Cara Menyembuhkan Cegukan ala Dokter dan Secara Alami

Cegukan adalah kondisi dimana penderita mengeluarkan suara “huk, hik, atau ehg”, akibat kontraksi saluran pernapasan yang mengakibatkan pita suara tertutup. Cegukan tidak berlangsung lama, kecuali yang membahayakan. Cegukan yang berpotensi berbahaya, yaitu jika cegukan sudah berlangsung lebih dari dua hari tanpa henti.

Cegukan dengan suara khas itu umumnya disebabkan beberapa hal, seperti setelah minum minuman terlalu panas, minuman bersoda, beralkohol, memakan makanan terlalu peda, dll. Sebab cegukan itupun dibarengi dengan gejala medis sebelumnya, misalnya penderita cegukan mengalami gangguan metabolisme, gangguan saraf vagus, gangguan pernapasan, dan gangguan pencernaan. Terkadang juga cegukan terjadi akibat kelebihan obat obatan kemoterapi dan obat bius.

(baca: cara menyembuhkan bronkhitis)

Disarankan agar segera berkonsultasi dengan dokter apabila cegukan berlangsung lebih dari dua hari tanpa henti.

Cara Menyembuhkan Cegukan

Dokter akan melakukan diagnosa terkait cegukan yang dialami penderita. Diagnosa dengan berbagai variannya seperti, pemeriksaan selang kecil atau endeskopi, pemeriksaan jantung karena dikawatirkan cegukan terkait dengan optimalisasi jantung, pemeriksaan pencernaan, dan pemeriksaan darah.

(baca: cara menyembuhkan tekanan darah tinggi)

Jika cegukan disebabkan oleh konsumsi obat obatan berlebihan, maka cegukan akan berhenti dengan sendirinya. Penderita cukup telungkup dengan menekankan dada ke lantai, mengecap cuka, menahan napas dalam waktu yang relatif singkat, atau meminum air perasan jeruk.

Namun jika hasil diagnosis dokter menemukan indikasi cegukan tanpa diketahui penyebab pasti cegukan itu, maka dokter biasanya akan memberikan obat sejenis Gabapentin, Metoclopramide, Baclofen, dll.

Ilustrasi cegukan

Ilustrasi cegukan

Cara menyembuhkan cegukan secara alami

Pengobatan cegukan secara alami lebih direkomendasikan. Selain alami, cara menyembuhkan cegukan secara alami tidak memerlukan biaya alias gratis. Berikut caranya;

Pertama, biasakan minum air putih lebih banyak dari biasanya. Minum air putih merupakan cara paling mudah dan sederhana dalam menghilangkan cegukan.

Kedua, tarik nafas dalam dalam selama 10 menit sampai cegukan benar-benar hilang. Banyak orang yang berhasil menghilangkan cegukan dengan cara ini, dan biasanya berhasil dalam kurun waktu kurang dari 10 menit.

Ketiga, menelan gula merah atau gula pasir. Caranya terbilang mudah, ambil satu sendok makan gula, lalu masukan ke dalam mulut. Jangan dulu ditelan gula tersebut, namun harus dicairkan dulu di lidah.

Keempat, dengan menggunakan daun kelapa kering, ambil seculi daun kelapa kering, lalu basahi air ludah. Tempel di pelipis kiri dan kanan. Cara ini alami dan paling unik menyembuhkan cegukan, tapi terbukti ampuh.

Keracunan Makanan dan Cara Mengobati Keracunan Makanan Secara Alami

Akhir akhir ini ramai pembicaraan soal keracunan makanan. Keracunan makanan banyak menimpa warung besar, dan warung kopi. Ada orang yang sengaja menyimpan racun pada makanan dan minuman, lalu minuman itu dikonsumsi. Motifnya katanya sih karena persaingan ekonomi.

Keracunan makanan yang kita akan bahas dalam artikel ini, bukan keracunan makanan seperti itu, akan tetapi makanan yang struktrunya berubah karena telah terkontaminasi oelh bakteri dari luar atau bakteri yang terbentuk dari makanan itu sendiri. Penyebabnya tiada lain kecuali berasal dari makanan yang diproses dengan tidak benar, dan tempat penyimpanan makanan yang tidak steril.

Ada banyak bakteri yang bisa menjadi penyebab keracunan makanan, seperti bakteri Campylobacter, salmonella, Escherichia coli (E. coli), Listeria, dan Shigella. Selain itu adapula parasit seperti cryptosporidium, Entamoeba histolytica, dan giardia.

(baca: cara menyembuhkan penyakit e coli)

Tidak semua makanan bisa dengan mudah terkontaminasi dengan bakteri dan parasit. Hanya beberapa makanan yang mudah, itupun jika tidak ditangani dengan baik. Makanan itu seperti; daging, susu, keju, roti, telur yang diawetkan, kerang yang diawetkan, dan sejenisnya.

Tak perlu kawatir mengonsumsi makanan seperti yang sudah disebutkan tadi, asal proses dan tempat penyimpanannya bagus, maka potensi keracunan makanan juga akan jauh. Selain itu, keracunan makanan memiliki gejala yang mudah ditandai, seperti; mual dan muntah, diare, sakit perut, dan kram perut.

(baca: bahan alami mengobati sakit perut)

(baca: cara menyembuhkan mual dan muntah)

Sebelum terlambat, segera antisipasi makanan yang mudah terkontaminasi agar jauh dari keracunan makanan. Caranya sederhana; mulai dari tempat penyimpanan yang baik, usahakan masak masakan secara merata, dan menjauhkan diri dari makanan yang sudah kadaluarsa.

Cara mengobati keracunan makanan secara alami

Untuk pengobatan medis, keracunan makanan tidak menggunakan penanganan khusus. Penderita cukup istirahat yang banyak, dan rajin mengonsumsi air putih. Antisipasi mual dan muntah yang bersamaan dengan diare dengan minum oralit.

Untuk cara mengobati keracunan makanan secara alami, dapat mencoba beberapa hal berikut;

Pertama, memperbanyak minum air putih. Air putih bertujuan mengantisipasi dehidrasi, apalagi jika penderita keracunan makanan mengalami demam tinggi. Tak hanya itu saja, minum air putih juga dapat membantu tubuh untuk mengeluarkan toksin dalam tubuh serta dapat meringankan rasa mual yang dirasakan.

Kedua, konsumsi jeruk lemon. Jeruk lemon bermanfaat untuk mengatasi keracunan. Ada baiknya jika jeruk disimpan di dalam kulkas. Kandungan vitamin C dan rasa asam pada jeruk lemon sangat efektif untuk membunuh bakteri jahat yang ada di perut.

Cara Menyembuhkan Penyakit Bisul ala Dokter dan Secara Alami

Penyakit Bisul adalah penyakit yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus. Sebenanrnya bakteri ini juga terdapat pada kulit hidung manusia, namun tidak berbahaya. Bakteri ini berbahaya dan menjadi penyebab penyakit bisul jika keberadaannya memicu inflamasi pada lubang tempat rambut tumbuh. Bakteri ini masuk bisa melalui goresan, sedikit luka atau dikarenakan gigitan serangga.

Penyakit bisul ditandai dengan benjolan kecil yang terasa ngilu, hangat, semakin lama kian membesar, memerah dan membengkak, dan berisi nanah. Pada bagian puncak terdapat bagian putih yang biasa disebut sumbu bisul.

Secara umum penyakit bisul bukan termasuk penyakit berbahaya. Meski bakteri yang menjadi penyebabnya menimbulkan benjolan merah, sakit dan bernanah. Penyakit bisul dikategorikan berbahaya, jika menyebar ke bagian lain tubuh. Seperti lapisan kulit yang lebih dalam atau ke tulang. Kondisi penyakit bisul seperti ini harus segera ditangani secara intensif sebelum menginfeksi bagian organ tubuh lainnya.

(baca: bisul kecil atau bintitan dan cara menyembuhkannya)

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, penyakit bisul menyerang bagian tempat tumbuh rambut. Makanya, kebanyakan penyakit bisul sering muncul pada bagian wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, serta paha. Apalagi jika bagian tersebut terkena gesekan dan biang keringat. Umumnya, penyakit bisul menyerang remaja laki-laki.

Cara menyembuhkan penyakit bisul

Penyakit bisul yang berbahaya biasanya ditandai dengan keberadaannya yang berulang, berganti tempat. Sembuh satu, muncul bisul yang lain. Apalagi jika menyebabkan demam tinggi. Bisul seperti itu sebaiknya ditangan dokter, untuk mengetahui kemungkinan efek lain dari penyakit bisul yang diderita.

Secara medis, pengobatan penyakit bisul dilakukan dengan mengompres bagian yang sakit dengan air hangat. Hal ini dilakukan untuk mendorong gumpalan nanah naik ke atas. Bisul kemudian dipecahkan dan dipersihkan dengan kain kasa basah karena air alkohol dan sabun anti-bakteri. Bisul lalu diperban, dan diganti (perbannya) minimal tiga kali sehari untuk menghindari infeksi pada daerah kulit sekitar.

Untuk obat yang diminum, dokter kemungkinan akan memberi obat pereda rasa nyeri dan mengurangi demam seperti paracetamol dan ibuprofen. Sedangkan obat oles, umumnya dokter akan memberikan antibiotik.

(baca: manfaat berkeringat bagi tubuh)

Bisul pada wajahCara menyembuhkan penyakit bisul secara alami

Kebanyakan orang lebih memilih menyembuhkan penyakit bisul dengan pengobatan alami. Hal ini tidak jadi masalah, mengingat penyakit bisul tidak masuk kategori penyakit berbahaya. Ada beragam pengobatan penyakit bisul secara alami, diantaranya:

Pertama, ambil mentimun muda, bersihkan dan parut sampai halus. Kemudian campurkan halusan mentimun tadi dengan biji pala muda sehingga menjadi seperti adonan. Adonan itu lalu dibungkus dengan daun pisang muda, lalu dimasak. Nah, balurkan hasil masakan mentimun muda, biji pala berbungkus daun pisang tadi ke bagian bisul yang sakit. Ramuan ini akan mempercepat bisul pecah dan kering.

Kedua, siapkan beberapa bawang putih lalu tumbuk sampai halus dan hasil tumbukan tersebut dibalurkan pada bagian bisul. Jika bisul sudah pecah, cara ini akan membuat rasa sakit dan pedas, tapi mujarab membuat bisul cepat kering.

Ketiga, tumbuk daun cabe sehalus mungkin, dan campurkan hasil tumbukan tadi dengan minyak kelapa. Hasilnya bisa langsung dibalurkan ke bagian bisul. Ganti dengan ramuan baru jika ramuan lama sudah kering

Keempat, ambil dua atau lebih daun bayam yang masih segar dan cuci sampai bersih, tumbuklah daun bayam dengan ditambah sedikit garam lalu tempelkan pada bagian tubuh yang terkena bisul tapi jangan sampai menutupi mata bisul. Daun bayam dan garam akan memberikan efek dingin pada bisul yang berasa panas dan berdenyut-denyut, lakukan ini beberapa kali sehari sampai bisul anda sembuh.

Cara Menyembuhkan Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Saat pembuluh darah bersih mengalami peningkatan tekanan yang tidak semestinya, maka orang yang mengalami hal tersebut divonis menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sampai hari ini gejala akibat tekanan darah tinggi berbeda beda tiap kasus. Hampir bisa dipastikan untuk menentukan seorang menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah dengan jalan mengukur tekanan darah.

Perempuan lebih berpotensi terkena tekanan darah tinggi dibanding laki laki. Hipertensi menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Selain karena faktor mudahnya seseorang terkena hipertensi, faktor lain adalah kurangnya kesadaran untuk memeriksa tekanan darah oleh dokter.

(baca: cara sederhana mengobati hipertensi)

Semua orang berpotensi terkena tekanan darah tinggi atau hipertensi, namun ada beberapa faktor yang membuka peluang lebih besar tekanan darah meningkat. Seperti; usia di atas 65 tahun, terlalu sering mengonsumsi garam secara berlebihan, obesitas, memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalamai hipertensi, suka mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi, dan suka minum minuman keras.

Bahaya utama dari tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah serangan jantung. Serangan jantung yang diakibatkan kelebihan tekanan darah terjadi akibat tekanan darah ke dinding arteri yang sangat besar. Selain serangan jantung, tekanan darah tinggi atau hipertensi juga bisa menyebabkan stroke dan gagal ginjal.

(baca juga: cara mengobati asam urat)

Ukuran tekanan darah tercatat dalam tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar. Sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan darah saat jantung tidak berkontraksi (fase relaksasi) . Saat ini darah yang baru saja dipompa keluar jantung (tekanan sistolik), berada di pembuluh arteri dan tekanan diastolik juga menunjukkan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah.

tekanan-darah-tinggi-hipertensiSaat tekanan darah menunjukan 130 per 90 atau 130/90 mmHG, berarti tekanan sistolik 130 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Angka normal tekanan darah adalah yang berada di bawah 120/80 mmHG, lebih dari itu sudah masuk pada gejala tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Cara mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi

Saat penderita divonis mengalami hipertensi yang bisa menyebabkan serangan jantung, stroke dan gagal ginjal seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, maka dokter akan memberikan penanganan intensif. Mengukur tekanan darah, dan memberikan obat penurun tekanan darah.

Jika tekanan darah tinggi yang diderita belum masuk kategori berbahaya, biasa dokter menyarankan perubahan pada gaya hidup yang termasuk bagian pengobatan yang cukup ampuh. Perubahan pola hidup dalam bentuk; mengonsumsi makanan sehat, mengurangi konsumsi garam dan kafein, berhenti merokok, rajin berolahraga dengan teratur, menurunkan obesitas, dan mengurangi minuman keras.

Cara mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi secara alami

Sumber gambar: www.belanjaalkes.com

Sumber gambar: www.belanjaalkes.com

Selain mudah dan direkomendasikan, cara mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi secara alami tidak memiliki efek samping yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Untuk pengobatan dengan merubah gaya hidup, sudah disebutkan sebelumnya. Sedangkan untuk pengobatan alami, dapat dilakukan dengan cara:

(baca juga: makanan yang harus adadi kulkas)

Petama, ambil daun seledri, bersihkan, dan masak dengan air secukupnya. Setelah mendidih, saring air hasil rebusan daun seledri tadi, dan minum tiga kali sehari, sampai tekanan darah normal kembali.

Kedua, ambil bawang putih secukupnya lalu tumbuk halus. Rebus air putih secukupnya, setelah itu masukan tumbukan halus bawang putih tadi, aduk lalu saring. Nah, air hasil saringan tadi dikonsumsi dua kali sehari.

Ketiga, daun belimbing. Caranya ambil daun belimbing secukupnya. Rebus dengan air putih sampai mendidih. Minum hasil rebusan tadi dua kali sehari.

Tiga cara menyembuhkan tekanan darah tinggi atau hipertensi secara alami tadi, sudah dibuktikan beberapa orang. Silahkan coba salah satu diantaranya. Hindari obat kimia untuk menyembuhkan tekanan darah tinggi atau hipertensi, namun terlebih dulu untuk mengubah pola hidup sehat. Obat kimia bisa menjadi penyebab munculnya penyakit lain seperti ginjal, dan kerusakan hati.

Implikasi Batu Empedu, Gejala, Penyebab, dan Cara Menyembuhkan secara Alami dan Ala Dokter

Untuk membantu proses pencernaan lemak, di dalam kantong empedu terdapat cairan. Cairan yang terdapat dalam kantong empedu itu bisa mengeras. Dan jika mengeras, disebutlah sebagai batu empedu. Apakah batu empedu ini baik bagi kesehatan? Jawabannya relatif, bisa ya bisa juga tidak. Masing-masing orang memiliki batu empedu dengan variasi ukuran berbeda. Ada yang seperti pasir sampai sebesar bola pingpong, jumlahnya juga berbeda.

Batu empedu mengganggu kesehatan jika menjadi penyebab komplikasi terhadap bagian tubuh yang lain, seperti jika batu empedu itu mengganggu kantong empedu. Gejalanya dapat dirasakan seperti; demam tinggi, sakit kuning, dan rasa sakit pada bagian empedu yang konstan.

(Baca juga: cara mengobati usus buntu)

Selain itu, batu empedu juga bisa menjadi penghambat saluran pankreas. Dampak peradangan pada pankreas, tak lain adalah sakit perut bertambah seiring berjalan waktu dan akan semakin parah.

Batu empedu yang menyebabkan penyakit, rentan menyerang orang usia 40 tahun ke atas, wanita beresiko terserang batu empedu dua kali lebih besar dibanding pria terutama wanita yang pernah melahirkan, serta faktor obesitas atau kelebihan berat badan.

Penyebab Terbentuknya Batu Empedu

Batu empedu diduga terbentuk akibat pengerasan kolesterol yang tertimbun dalam cairan empedu. Seperti yang saya kutip dari alodokter.com, hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara kolestrol dan senyawa kimia dalam cairan tersebut.

Batu empedu umumnya tidak menyebabkan sakit, jadi tidak membutuhkan penanganan khusus. Tetapi jika batu ini menyumbat saluran kantong empedu, penderita akan mengalami gejala sakit pada bagian kanan perut yang datang secara tiba-tiba atau istilah medisnya kolik bilier.

Cara Menyebuhkan Batu Empedu ala Dokter

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hadirnya batu empedu pada dasarnya bukanlah penyakit, kecuali berimplikasi pada hal yang sudah disebutkan sebelumnya. Jika gejala implikasi sudah Anda rasakan, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Biasanya, dokter yang sudah mendiagnosa apa yang dirasakan penderita dan positif penyakit akibat batu empedu, maka langkah yang paling familiar dilakukan adalah operasi laparoskopik pengangkatan kantong empedu. Batu empedu diangkat, tidak akan mengganggu bagian tubuh lainnya secara substansial, meski batu empedu itu penting.

Gambar anatomi batu empedu

Gambar anatomi batu empedu

(baca juga: cara menyembuhkan sakit maag)

Cara Menyembuhkan Batu Empedu Secara Alami

Cara menyembuhkan batu empedu yang berimplikasi pada penyakit lain secara alami, adalah dengan rutin mengonsumsi buah apel. Baik berupa jus, atau dimakan secara langsung. Apel yang kaya akan Vitamin A, Vitamin C, Vitamin B6, hingga Kalsium dan Zat besi, sangat cocok untuk kesehatan batu empedu.

Cara menyembuhkan batu empedu secara alami yang kedua adalah dengan rutin mengonsumsi minyak zaitun saat perut kosong, baik pada malam hari sebelum tidur atau saat bangun pagi. Minyak zaitun sangat tepat untuk melumas batu empedu, sehingga batu empedu akan mudah keluar dengan sendirinya.

Penting untuk diperhatikan, bagi penderita batu empedu pada masa penyembuhan, sebaiknya menghindari makanan berlemak, terutama lemak jenuh.

Penyakit Radang Usus, Gejala, Penyebab, Cara Menyembuhkan ala Dokter dan Secara Alami

Penyakit yang paling berbahaya dan kerap muncul terkait sistem pencernaan adalah penyakit radang usus. Sesuai dengan namanya, penyakit radang usus adalah peradangan yang terjadi pada sistem pencernaan dalam hal ini adalah usus. Sebenarnya, jika sistem kekebalan tubuh dalam kondisi normal mampu menjaga kestabilan usus. Namun jika sistem itu sudah tidak mampu lagi, disitulah kerap terjadi sistem pencernaan yang tidak sehat dan menyebabkan penyakit radang usus.

(baca juga: cara menyembuhkan penyalit usus buntu)

Penyakit radang usus, terbagi menjadi dua bagian besar. Pertama, penyakit radang usus yang terbatas pada usus besar. Ini biasanya disbut dengan ulseratif. Kedua, adalah peradangan pada semua sistem pencernaan dari mulut hingga anus, yang biasa diistilahkan dengan Crhon.

Penyakit radang usus tidak hanya menimbulkan bahaya dari penyakit itu sendiri, tapi juga bisa berimplikasi dan memiliki komplikasi terhadap yang lain, seperti komplikasi dari penyakit radang usus Chorn; munculnya tukak pada sistem pencernaan, terbentuknya lubang pada salah satu sistem pencernaan atau fistula, menjadi sebab menebalnya dinding usus sehingga makanan tidak bisa dicerna karena saluran yang menjadi sempit, kanker colon, serta luka robek pada diding anus.

(baca: cara menyembuhkan penyakit wasir)

Sedangkan komplikasi yang mungkin terjadi pada penyakit radang usus ulseratif adalah: muncul lubang pada usus besar, pendarahan dalam, dehidrasi, munculnya radang pada kulit, mata dan persendian, risiko terkena kanker kolon yang besar, serta risiko penggumpalan darah meningkat.

Gejala Penyakit Radang Usus

Kesulitan penderita mendefinisikan penyakit radang usus yang menimpa, dikarenakan gejalanya yang berlangsung pada jangka waktu yang panjang. Penderita tidak bisa langsung mengklaim bahwa yang menimpanya adalah penyakit radang usus, karena gejala itu muncul menghilang. Terkadang dirasakan lalu hilang seperti normal sediakala.

Selain itu, gejala penyakit radang usus yang muncul pada tiap penderita bisa berbeda. Ditambah lagi, jangka waktunya yang lama. Gejala juga dirasakan bisa parah dan bisa juga dianggap biasa saja. Namun penting untuk diketahui beberapa gejala penyakit radang usus secara umum, yaitu:

  1. Penderita sering merasakan nyeri atau sakit pada bagian perut
  2. Terjadinya penurunan berat badan secara tiba tiba
  3. Nafsu makan berkurang
  4. Terjadi diare bercampur darah dan bersifat musiman
  5. Penderita akan merasa cepat lelah

    Gamabr ringkas peradangan pada usus

    Gamabr ringkas peradangan pada usus

Penyebab Penyakit Radang Usus

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa penyakit radang usus umumnya karena sistem kekebalan tubuh yang merusak pertahanan pada sistem pencernaan. Dengan demikian, faktor makanan dan pola makan menjadi penyebab utama penyakit radang usus ini.

Ilmu kedokteran belum menemukan penyebab pasti dari penyakit ini. Hanya saja, faktor yang terkait kekebalan tubuh yang mengganggu berasal dari beberapa hal. Pola makan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, stress, rokok (perokok), dan pengaruh konsumsi obat obatan.

Mual dan Muntah, Penyebab, dan Cara Mengobati Mual dan Muntah

Mual didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman pada bagian perut, dan perasaan ini muncul biasanya sebelum muntah. Mual dan muntah kerap muncul hampir bersamaan. Namun, tak usah kawatir, mual dan muntah bukanlah penyakit yang dianggap sangat berbahaya.

Mual dan muntah tidak dikategorikan sebagai penyakit, tapi lebih kepada gejala penyakit saja. Maksudnya, ada penyakit yang gejalanya mual dan muntah. Banyak yang beranggapan mual dan muntah bahkan sesuatu yang menguntungkan karena merupakan bagian dari proses pembuangan sesuatu yang tidak cocok pada pencernaan.

Meski mual dan muntah tergolong gejala medis, namun ada muntah yang sangat berbahaya dan masuk dalam kondisi darurat, yaitu;

  1. Jika terdapat darah dalam cairan yang dimuntahkan. Baik berwarna merah ataupun berwarna abu abu seperti kopi.
  2. Jika cairan yang dimuntahkan berwarna hijau. Warna hijau itu adalah cairan empedu. Jika cairan empedu keluar, dianggap memasuki tahab berbahaya
  3. Jika muntah berbarengan dengan sakit kepala dan tengkuk menjadi tegang
  4. Jika mual dan muntah yang berbarengan dengan sakit pada bagian dada
  5. Jika mual dan muntah bersamaan dengan sakit perut yang amat parah
  6. Jika saat muntah bersamaat dengan denyut jantung yang cepat. Ini adalah tanda penyakit jantung
  7. Jika saat mual dan muntah, penderita kehilangan kesadaran dan seperti orang linglung
  8. Jika mual dan muntah berulang kali selama sehari penuh. Ini bisa menyebabkan dehidrasi

Penyebab Terjadinya Mual dan Muntah

Berbicara tentang penyebab terjadinya mual dan muntah secara umum, itu tidak lepas dari bakteri dalam perut. Bakteri itu disebut gastroenteritis. Meski demikian ada pula mual dan muntah, bukan karena sebab bakteri gastroenteritis, misalnya mual dan muntah pada ibu hamil.mual

(baca: makanan ibu hamil 4 bulan)

Selain itu, penyebab mual dan muntah bisa juga berasal dari obat obatan yang tidak cocok dengan sistem pencernaan seseorang. Sehingga pencernaan terganggu dan mengakibatkan mual dan muntah.

Masih banyak penyebab mual dan muntah yang bersifat khusus, di antaranya; keracunan makanan, peradangan pada usus buntu (baca: cara mengobati penyakit usus buntu secara alami), mabuk perjalanan, over makanan, berlebihan dalam mengonsumsi minuman keras, reaksi negatif terhadap aroma yang tidak disukai, benturan pada kepala yang mengakibatkan geger otak, serangan jantung mendadak, dan penyakit asam lambung.

Khusus pada anak anak, penyebab terjadinya mual dan muntah, biasanya karena keracunan makanan, infeksi bakteri dan virus tertentu, mabuk saat dalam perjalanan, batuk yang disertai dahak, serta sistem pencernaan yang tidak normal.

Ada satu mual dan muntah yang terjadi pada anak yang tergolong berbahaya, yakni saat anak menderita penyakit diare (baca: cara menyembuhkan penyakit diare). Anak yang menderita penyakit diare parah, berpotensi mengalami dehidrasi tinggi sehingga menyebabkan mual dan muntah.

Penyakit Usus Buntu, Gejala, Penyebab, dan Cara Menyembuhkan Penyakit Usus Buntu Secara Alami dan Kedokteran

Penyakit usus buntu adalah istilah yang dilekatkan pada kondisi pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada usus buntu. Dalam ilmu biologi, usus buntu diistilahkan dengan apendisitis, yaitu organ tubuh yang berukuran 5-10 cm. Bentuknya seperti tabung kecil dan tipis. Usus buntu berfungsi sebagai penghubung ke usus besar. Usus besar sendiri adalah bagian tubuh yang memeroses tinja dari makanan yang masuk. Artinya, jika usus buntu bermasalah, maka akan mempengaruhi proses tinja keluar dari dalam tubuh.

Umumnya, penyakit usus buntu menyerang anak muda usia 10-20 tahun. Akan tetapi penyakit ini tidak boleh disepelekan, karena bisa juga menyerang semua umur. Jika suatu hari ada keanehan pada perut, misalnya saja perut sakit, buang air besar tidak normal atau tidak terjadi selama satu hari, maka segera periksakan ke dokter. Dikawatirkan hal itu adalah penyakit usus buntu.

Gejala Penyakit Usus Buntu

Ada beberapa tanda seseorang terkena penyakit usus buntu. Tanda ini sifatnya umum, maksudnya ada juga orang tertentu menderita penyakit usus buntu tanpa merasakan gejala ini. Jika sakit pada perut bagian tengah, menusuk dan datang silih berganti, kemudian sakit itu berpindah ke bagian usus buntu, yaitu perut kanan bawah, rasa sakit kian bertambah seiring berjalannya waktu, maka ada kemungkinan itu adalah gejala penyakit usus buntu.

(baca: Penyebab, dan Cara Mengobati E Coli)

Intensitas rasa sakit akan terasa bertambah jika ada aktifitas yang melibatkan pergerakan pada perut. Misalnya penderita terbatuk, terantuk, berjalan, rasa sakit akan lebih terasa. Selain itu, ada pula gejala lain yang mengiringi gejala umum tadi, seperti:

  1. Penderita akan kehilangan nafsu makan.
  2. Terjadi pembengkakan pada perut
  3. Penderita tidak bisa buang gas (kentut)
  4. Penderita merasa mual dan muntah
  5. Suhu badan panas dan demam, dan;
  6. Penderita mengalami kram perut.

Gejala-gejala yang identik dengan penyakit usus buntu biasanya hanya ditemukan pada sebagian penderita dan cenderung mirip dengan penyakit lain sehingga sulit didiagnosis. Selain itu, letak usus buntu pada tiap orang yang bisa berbeda-beda juga dapat mempersulit proses diagnosis. Ada yang terletak di bagian lain, misalnya pada panggul di belakang usus besar atau di belakang hati.

Gambar letak usus buntu

Gambar letak usus buntu

Penyebab Penyakit Usus Buntu

Apa penyebab penyakit usus buntu? Mengetahui penyebab, akan memudahkan kita untuk menghindari penyakit ini. Dalam ilmu kedokteran, penyakit usus buntu disebut disebabkan tersumbatnya tinja yang berupa kelenjar getah bening yang membengka di dinding usus pada pintu masuk ke usus buntu.

Karena penyebab utama penyakit usus buntu adalah tersumbatnya pintu masuk ke usus buntu, maka penyebab utamanya didominasi oleh makanan yang sulit larut dan hancur dalam tubuh, seperti biji cabai, biji terong, biji jambu. Olehnya itu, berhati hatilah makan makanan yang mengandung biji bijian yang susah dicerna oleh usus.

(baca juga: cara menyembuhkan sakit maag)

Escherichia Coli atau E Coli, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati E Coli

Escherichia Coli atau E Coli adalah salah satu dari berbagai jenis bakteri yang ada dalam tubuh manusia. Pada dasarnya bakteri Escherichia Coli atau E Coli adalah bakteri yang tidak berbahaya secara umum, hanya saja ada beberapa di antaranya bisa menjadi penyebab keracunan makanan karena bakteri ini. Salah satunya adalah Escherichia Coli atau E Coli 0157, bakteri ini bisa menjadi sebab penyakit diare bercampur darah, dan muntah-muntah.

Penyakkit yang disebabkan bakteri Escherichia Coli atau E Coli umumnya berasal dari makanan yang kirang sehat. Misalnya sayuran yang dimasak tidak maksimal, kurang matang. Demikian pula daging yang masih mentah. Sedikit saja dari makanan yang kurang matang bisa menyebabkan penyakit bakteri Escherichia Coli atau E Coli. Intinya, bakteri Escherichia Coli atau E Coli bisa dicegah dengan membiasakan makanan sehat yang memenuhi standar.

Orang berusia muda dan sudah tua berpotensi menderita infeksi Escherichia Coli atau E Coli, apalagi jika sistem kekebalan tubuh manusia sangat lemah, misalnya masih pada masa penyembuhan, menderita penyakit lain. Selain itu, infeksi Escherichia Coli atau E Coli, akan mudah terjadi pada penderita yang kadar asam dalam perutnya turun. Karena asam lambung memiliki fungsi pertahanan dari serangan infeksi Escherichia Coli atau E Coli.

(baca juga: penyakit maag dan cara menyembuhkannya)

Gejala Infeksi Escherichia Coli atau E Coli

Bahaya dari infeksi Escherichia Coli atau E Coli, adalah gejalanya yang baru bisa diketahui setelah 4 hari penderita terkena bakteri ini. Dan rasa sakitnya akan terasa setelah seminggu stelahnya. Adapun gejala-gejala infeksi Escherichia Coli atau E Coli sebagai berikut:

  1. Penderita merasa perutnya kram
  2. Penderita mengalami diare yang tidak berdarah
  3. Penderita kehilangan nafsu makan
  4. Penderita merasa mual dan muntah
  5. Demam dan panas tinggi
  6. Penderita merasa lelah

Apabila Anda, anak atau orang sekitar anda mengalami gejala seperti yang disebutkan tadi, kemungkinan itu adalah gejala infeksi Escherichia Coli atau E Coli. Gejala yang sudah disebutkan umumnya terjadi sampai satu minggu. Artinya, jika penderita gejala tadi sudah berlangsung satu minggu, kemungkinan itu adalah gejala infeksi Escherichia Coli atau E Coli. Segeralah bawa ke dokter untuk diagnosa lebih mendalam. Karena komplikasi paling serius dan bisa membahayakan nyawa dari infeksi Escherichia Coli atau E Coli adalah sel darah merah rusak karenanya dan berakibat pada gagal ginjal.

Penyebab Infeksi Bakteri Escherichia Coli atau E Coli

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, umumnya penyebab infeksi bakteri Escherichia Coli atau E Coli, adalah makanan yang kurang matang, misalnya dari sayudan dan daging. Untuk lebih detil, perhatikan penyebab infeksi bakteri Escherichia Coli atau E Coli berikut ini:

bakteri e coliPertama, melalui makanan yang belum matang. Bisa juga dari makanan yang sudah terkontaminasi dengan bakteri Escherichia Coli atau E Coli. Misalnya, penderita sudah mengonsumsi daging yang tercemar bakteri E. Coli.

Kedua, melalui air yang tercemar. Misalnya, kotoran yang masuk ke dalam air, dan air itu digunakan. Kotoran yang sudah mencemari air tadi, salah satunya adalah bakteri Escherichia Coli atau E Coli. Kolam renang adalah tempat air yang paling sering menjadi media penyebab infeksi bakteri Escherichia Coli atau E Coli.

Ketiga, kontak langsung dari orang ke orang. Orang dewasa maupun anak-anak yang lupa mencuci tangan setelah buang air besar bisa menularkan bakteri ini ketika orang tersebut menyentuh orang lain atau makanan.

Keempat, kontaminasi dengan binatang. Berhati hatilah terhadap binatang, apalagi yang tidak dijamin kebersihannya, karena risiko terkena infeksi bakteri Escherichia Coli atau E Coli, sangatlah besar.

Penyakit Wasir, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Wasir

Penyakit Wasir adalah pembengkakan pada pembuluh darah di sekitar bokong atau anus baik di dalam maupun di luar. Penyakit wasir dalam ilmu kedokteran juga disebut hemoroid. Pembengkakan pembuluh darah jika berada di dalam anus, disebut penyakit wasir internal atau hemeroid internal. Sebaliknya jika berada di luar disebut Penyakit Wasir ekternal atau hemeroid eksternal.

Orang yang terkena Penyakit Wasir akan mengalami benjolan besar pada anus. Sialnya, saat BAB, terkadang mengeluarkan darah segar dan terasa sakit gatal. Benjolan akan keluar terdorong tinja, dan harus dimasukan kembali saat selesai BAB.

Penyakit Wasir tidak tergolong penyakit berbahaya. Namun di Indonesai penyakit ini menyebar dan menimpa 7 persen dari populasi 10 juta penduduk. Meski Penyakit Wasir hanyalah tergolong tidak berbahaya, sebaiknya segera konsultasi ke dokter jika pendarahan berlangsung lama.

(baca juga: cara mengobati sakit pinggang)

Penyebab Penyakit Wasir

Ilmu kedokteran belum bisa memastikan penyebab utama Penyakit Wasir. Yang jelas dari gejala wasir, terdapat peningkatan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus, sehingga penyebab Penyakit Wasir adalah apa yang menyebabkan peningkatan tekanan pembuluh darah di sekitar anus tersebut. Bisa karena faktor makanan bisa juga karena saat BAB penderita terlalu lama mengejan.

penyakit wasirPenyebab Penyakit Wasir karena faktor makanan adalah asupan makanan yang kurang serat sehingga mengganggu sistem pencernaan. Gangguan sistem pencernaan akhirnya menjadi sebab susahnya buang air besar. Saat buang air besar diperlukan tekanan ekstara untuk mengeluarkan tinja yang justru meningkatkan tekanan pada pembuluh darah.

Penyakit wasir sangat rentan menimpa orang yang berusia 40 tahun ke atas, obesitas, memiliki riwayat keturunan yang sudah menderita Penyakit Wasir, dan wanita hamil.