Epilepsi, Penyebab dan Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi biasa dikenal dengan penyakit Ayan. Dibeberapa daerah malah disebut penyakit Ayam. Alasannya jika penyakit ini datang, mirip ayam yang habis disembelih. Masuk akal, karena kata “epilepsi” sendiri merupakan yang berarti “akan kejang”. Jika seorang terkena epilepsi, gejala utamanya pasti kejang, namun tidak semua yang kejang terkena epilepsi. Penderita epilepsi bervariasi. Ada yang kejang sebagian tubuh saja, ada pula seluruh tubuh sehingga menghilangkan kesadaran. Bayangkan jika kejang saat berada dalam kolam renang, pada ketinggian, atau saat di jalan yang ramai kendaraan, sangat berbahaya. (Baca juga: cara mengobati amnesia akut)

Kejang pada penderita epilepsi dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan bagian otak yang terkena gangguna saraf, yaitu kejang parsial dan kejang umum. Kejang parsial, yaitu epilepsi karena hanya sebagian otak yang terganggu. Jika sel saraf dalam otak yang mengatur gerakan kaki terganggu, hanya bagian itu saja yang kejang, dst. Beda dengan kejang umum, sifatnya menyeluruh, karena sel saraf dalam otak keseluruhan tergangu. Penderita seperti ini akan kejang dan biasanya akan terjatuh dengan busa di mulut. Akan sadar beberapa menit kemudian.

Penyebab epilepsi kira kira begini; sel saraf yang ada dalam otak mengandung unsur neuron. Aneka sel saraf, berfungsi sebagai pengatur kesadaran manusia. Neuron juga mempengaruhi efektifitas berpikir dan mengendalikan gerak tubuh. Dengan menggunakan impuls listrik, sel saraf saling berhubungan satu sama lain, sehingga jika salah satunya terganggu, akan memengaruhi yang lain. (baca juga: penyebab libido turun dan cara mengobatinya)

Epilepsi

Epilepsi terbagi menjadi tiga, yaitu simptomatik, kriptogenik, dan idiopatik. Lebih banyak menyerang usia kanak kanak, meski usia dewasa juga bisa terkena penyakit ini. Berdasarkan penelitian, ada sekitar 2 juta penderita epilepsi di Indonesia. Sayangnya penanganan penyakit ini belum maksimal.

Obat medis sampai saat ini masih pada taraf obat anti kejang untuk mengantisipasi terjadinya kejang pada penderita epilepsi. Obat Anti Epilepsi disingkat OAE, banyak ditemukan di apotik, seperti Phenobarbital, Phenytoin, Sodium valproate, Vigabatrin, Tiagabine, dll. Belum menemukan ditemukan untuk kesembuhan total penyakit ini. Seperti penyakit lain, penderita epilepsi sangat dianjurkan hidup dengan pola hidup sehat, olahraga secara teratur, dan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang.

Bagi penderita epilepsi segera bawa ke dokter untuk segera didiagnosis berupa tes neurologi, tes darah, tes perilaku, dan pemeriksaan kondisi otak melalui CT Scan dan MRI, atau EEG untuk mengetahui aktivitas aliran listrik dalam otak. Biayanya tentu dipengaruhi prosedur pemeriksaan dan proses diagnosanya.

Sebagian penderita mencoba dengan obat alami. Obat alami penderita epilepsi yang paling terkenal adalah tumbuhan Pegagan (Centella Asiatica), biasa juga disebut Antanan. Kandungan Brahmoside (Bacoside A), dan Brahminoside pada tanaman Pegagan sebenarnya sifatnya menenangkan, dan merelaksasi pembuluh saraf yang tegang, namun jika dikonsumsi rutin diyakini mampu mengobati epilepsi.

Cara membuat obat alami mengobati epilepsi dari tanaman pegagan, yaitu: segenggam daun Pegagan yang sudah bersih, ditumbuk halus bersama gula jawa secukupnya. Seduh satu gelas air, saring dan minum satu gelas sehari secara rutin. Sebagai peringatan, daun pegagan sangat dilarang untuk ibu hamil dan menyusui.

Epilepsi, Penyebab dan Cara Menyembuhkan Penyakit Epilepsi. Post by: dr Lin | 4.5
Tags:, , , , , ,

Categories: Kepala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *